KH. Miftahul Akhyar; Kyai Sederhana Pemimpin Tertinggi NU

KH. Miftahul Akhyar; Kiai Sederhana Pemimpin Tertinggi NU

KH. Miftahul Akhyar; Kyai Sederhana Pemimpin Tertinggi NU

JAKARTA– Rapat pleno PBNU Sabtu (22/9) lalu mengambil keputusan KH. Miftahul Akhyar jadi Pejabat Rais Aam menggantikan Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin yang mengundurkan diri. Dan ke-1 kalinya, KH. Miftahul Akhyar memimpin rapat pleno PBNU selaku Pejabat Rais Aam PBNU. Sosok kyai dengan kacamata bulat dan jas menempel sederhana, bersahaja nan berkharisma belum beberapa diketahui publik nusantara. Akan tetapi telah amat dikenal masyarakat Surabaya, Jawa Timur domisilinya. Penulis ingin mengajak untuk mengenal sepak terjang Kyai Mif- sapaan KH. Miftahul Akhyar- dalam berdakwah. Sosok full kharismatik yang lahir tahun 1953 anak ke-9 dari 13 bersaudara ini pernah menjabat selaku Rais Syuriah PCNU Surabaya 2000-2005, Rais Syuriah PWNU Jatim 2007-2013, 2013-2018 dan Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020 yang seterusnya melalui rapat pleno didaulat selaku Pj. Rais Aam PBNU 2018-2020. Beliau putra KH. Abd. Ghoni pengasuh pondok pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.

KH. Miftahul Akhyar Adalah pendiri pesantren Miftachussunnah di daerah Tambaksari, pinggiran Kota Surabaya, Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Awalnya beliau cuma berniat mendiami rumah sang kakek, akan tetapi sesudah menyaksikan fenomena akan perlunya “nilai religius” di tengah masarakat setempat, maka mulailah beliau membuka kajian agama.

Akhlak dan ketinggian ilmu yang dipunyai KH. Miftachul Akhyar, beliau sukses merubah Citra buruk itu sehingga kampung yang “gelap” jadi “jelas dan sejuk” seperti waktu ini dalam waktu yang relatif singkat. Hari Rabu tanggal 8 bulan Febuari tahun 1995 kiai Mif meresmikan Pengurus Pondok Pesantren Islam “Miftachussunnah”.

Wilayah Tambaksari, yang di sini Ada stadion sepak bola Gelora 10 November, dulunya Adalah pinggiran Kota Surabaya. Sekarang wilayah ini padat warga, dan jadi sentral kota. Di wilayah ini, ada pesantren tua yang pengasuhnya cukup terkenal di Jawa Timur. Yaitu Pondok Pesantren Miftachussunnah. Pesantren ini mudah ditemukan, sebab letaknya .cukup strategis, di Jl Kedung Tarukan No. 100 Surabaya, Jawa Timur.

Pesantren tujuannya untuk menyebarkan Islam di wilayah Surabaya. Uniknya pesantren ini didirikan bersesuaian dengan hari pahlawan dan lokasinya tidak jauh dari tempat GOR Gelora Sepuluh November yaitu 10 November 1982.

Menurut Jamal, pengurus pondok, awalnya KH Miftakhul Akhyar mengajak ngaji ma- syarakat kisaran di rumahnya. Kajian agama dikerjakan terus- menerus, begitu pula aktifitas keagamaan. Sehingga makin menarik minat masarakat untuk belajar. Seiring berjalannya waktu, mulai berdatangan santri-santri yang berasal dari daerah, yang membikin rumah beliau tidak sanggup menampungnya. Sampai pada akhirnya mendorongnya untuk mendirikan pesantren. Selaku badan hukumnya, didirikanlah Yayasan.

Akhlak kiai Mif menarik perhatian gurunya yaitu Syekh Baidlowi Lasem, Jawa Tengah untuk diambil menantu. kiai Mif meneladani akhlak abahnya yaitu KH. Abd. Ghoni, bagian yang dapat diketahui ialah servis kepada tamu. Tidak perduli back-ground tamu, kiai Mif tidak segan menuangkan minum dan melayani tamu sendiri.

Komentar

comments


Source by Samsul

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.