KH Imam Yahya Mahrus Lirboyo, Santri Pertama KH Maimoen Zubair

KH. Imam Yahya Mahrus Lirboyo Pada usia 20-an, beliau sering diajak KH.Mahrus Aly untuk Nderekke kemana pun beliau pergi. Dalam sebuah perjalanan di daerah trowulan, tepat di depan sebuah lokasi yang konon bekas petilasan kerajaan majapahit, beliau mendengar suara orang tak di kenal yang entah dari mana asalnya, “Awakmu sesuk berangkato mondok neng Sarang, ojo ngomong sopo-sopo, sangu sak cukupe, ojo kondo sopo-sopo….”

Keesokan harinya beliau langsung berangkat ke Sarang Rembang dengan membawa bekal 25 perak. Setelah sampai di Sarang yang pada saat itu belum ada bangunan pondok dan hanya terdapat majlis-majlis talim. Dia bertemu dengan KH. Zubair, ayah dari KH.Maimun Zubair.

KH. Imam Yahya Mahrus Lirboyo

Disuruh menemui KH. Maimun Zubair

Anehnya setelah ditanya oleh Mbah Zubair dari mana asalnya Imam Yahya Mahrus langsung disuruh menemui KH. Maimun Zubair. Dan akhirnya Imam Yahya Mahrus diterima sebagai santri pertama KH. Maimun Zubair.

Bersama beberapa temannya di antaranya adalah KH. Hamid Baidlowi dan KH. Fattah dari Lasem Jawa Tengah mengaji dan berkhidmat kepada KH. Maimun, mulai dari mengaji dan mengkhatamkan kitab-kitab kuning.

Beberapa waktu kemudian, muncul gagasan dari KH. Maimun untuk mendirikan sebuah pondok pesantren, untuk memberi nama pesantren yang akan dibangun tersebut, Imam Yahya Mahrus mendapat kepercayaan untuk ikut menyumbang nama mewakili anak-anak santri.

Beliau akhirnya berunding dengan teman-teman santri, dan muncullah sebuah nama POHAMA singkatan dari pondok haji maimun. Ketika mendengar ide nama itu, Mbah Maimun hanya tersenyum kecil, dan kiai Maimun berkata “Al-Anwar saja yah namanya?”

Semenjak itulah kyai Imam Yahya, menjadi ketua pondok pertama dan bahkan beliau memulai untuk menata pondasi awal pesantren al-Anwar dengan arahan dan bimbingan gurunya Kyai Maimun.

Itulah sedikit cerita cikal bakal dari Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Indonesia.

KH.Imam Yahya Mahrus mondok di Sarang Rembang sekitar 1969 sampai 1972-an.
Untuk mereka semuanya, Lahumul Al Fatihah…!

You might like

About the Author: admin

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.