KH Fuad Affandi: Alumni Santri Jatim – Jateng Hijrahlah ke Jawa Barat

KH Fuad Affandi menghimabau supaya alumni santri dan Gus di Jatim dan Jateng hijrah ke Jawa Barat, mengembangkan ilmunya di Jawa Barat….

 

Islam-Institute, Jakarta – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Kecamatan Rancabali, Kabupaten
Bandung, KH Fuad Affandi menyerukan ke para santri di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk hijrah di Jawa Barat. Ada beberapa alasan penting yang menurut dia hal itu dilaksanakan.

“Saya punya beberapa alasan untuk kemaslahatan bersama-sama. Pertama, populasi santri di Jawa Timur dan Jawa Tengah itu telah beberapa. Di Jawa Timur pesantren merata. Di Jawa Tengah lumayan kuat. Sementara di Jawa Barat ini masih tergolong minim untuk sebuah populasi muslim terbesar dengan hitungan total pesantren yang tidak banyak. Lihat saja data dari Kementerian Agama itu. Dari tahun ke tahun
sama saja grafiknya. Sebab itu, Jawa Barat sesungguhnya butuh alumni-alumni pesantren dari Jateng dan Jatim supaya hijrah di Jabar,” tutur kyai yang murid Mbah Maksum Lasem tersebut ke Senin, (1/2).


Alasan lain yang memotivasi pernyataan tersebut ialah bahwa di Jawa Timur dan Jawa Tengah beberapa pesantren yang bocah-bocah kiainya berjubel. Terkadang pesantrennya nggak berkembang tetapi hitungan total kiainya dari nasab tersebut telah terlalu beberapa, belum lagi ditambah menantu dan keturunannya yang muda-muda.

“Itu telah sering over sehingga semestinya hijrah. Ndak perlu seluruh gus-gus itu menetap di rumahnya cuma sebab alasan mewarisi pesantren abahnya. Selagi telah cukup ada beberapa pewaris yang mengelola, maka nggak ada salahnya hijrah dengan niat yang tulus untuk mengamalkan ngelmunya. Mungkin di Jawa Tengah atau Jawa Timur cuma jadi lapis kedua atau lapis ketiga, jika geser ke Jawa Barat mampu jadi kyai nomor satu di masing-masing daerah,” terangnya memotivasi.

Ilmu di wetan, Duit di Kulon


Menurut KH Fuad Affandi, ada sejumlah manfaat kalau para bocah-bocah kyai di Jateng dan Jatim itu hijrah ke Barat. Menurut dia, rezeki akan lebih beberapa sebab memang secara sosiologis ngelmu di wetan, duit di kulon. Jika mencari ilmu agama rata-rata ke Jawa Timuran, maka mencari duit mampu di Jawa Barat.

“Orang Jawa, apalagi para santri, apalagi putra-putra kyai itu punya daya mental yang tangguh. Namun nggak akan tangguh jika menetap di kampung halamannya. Dapat kayak kodok. Jika orang Jawa berani hijrah mengembangkan ilmunya, biasanya terhormat. Apalagi sekarang ini telah modern. Jalinan silaturahmi melalui transportasi dan komunikasi mudah. Bapak dan emak nggak usah bersedih jika ada anaknya geser ke Jawa Barat. Gus-gus juga mesti berani keluar kandang. Jangan jadi pecundang cuma berani jadi kyai di kampungnya sendiri. Jangan cuma berani mewarisi, tetapi mesti mau menciptakan warisan baru. Insya Allah Gusti Allah ijabahi,” papar kiyai yang juga pernah nyantri di Sarang Rembang dan Sunan Drajat Lamongan ini.
Pesan KH Fuad Affandi ini tentu saja berpatokan pada calon-calon kyai yang belum nikah. Karena jika yang telah nikah akan repot geser. Sebab itu bagi para kiai-kiai pemimpin pondok pesantren di Jawa Timur atau Jawa Tengah, sebaiknya juga merekomendasikan alumni-alumninya, terutama bocah-bocah kyai supaya berkenan mencari jodoh di Jawa Barat dan berani membangun pesantren di Jawa Barat.

“Saya mampu bantu fasilitasi, sekadar mengarahkan. Cari jodoh di Jawa Barat, usaha di sini, kelola masjid mushola, rintis pelan-pelan pesantren di desa-desa. Beberapa desa yang kosong dari keagamaan di Jawa Barat ini. Kosong dari keilmuan agama. Namun semuanya kembali pada antusias perjuangan. Sulit itu biasa. Jika santri takut kerepotan lebih baik jadi teroris saja he he…..” terangnya.


Dengan ide itu pula KH Fuad Affandi perlu menjelaskan bahwa memeratakan dakwah ilmu pengetahuan kaum santri juga nantinya mampu mengikis paham-paham radikal di Jawa Barat. Kita tahu Jawa Barat merupakan daerah tempat berseminya ide-ide radikal.

“Kita pewaris Nahdlatul Ulama mesti sanggup menjawab tantangan. Sudahlah, para gus-gus, calon kyai, alumni pesantren, cobalah melaksanakan pembaharuan orientasi hidup ini. Jika nggak di Jawa Barat ya mampu juga hijrah ke luar Jawa melalui programnya Mas Menteri Marwan Ja’far. Ayo kita ratakan kyai di seluruh negeri,” jelasnya. ()

 

SEKILAS TENTANG KH.FUAD AFFANDI 

Ia ialah seorang ulama. Pernah belajar di berbagai
pesantren, antara lain di Pondok Al-Hidayah Lasem, Al-Anwar Sarang
Rembang, Sunan Drajat Lamongan, dan Banjar Patroman Banjar.

Dikenal selaku ilmuwan nasional sebab berbagai macam prestasi dan penghargaan
untuk kaum tani dan lingkungan hidupnya. Pesantren Al-Ittifaq yang
berada di Dusun Alam Endah, Ciburial, Rancabali Kabupaten Bandung itu
sudah dikenal selaku pesantren yang sanggup melahirkan alumni-alumni
wirausahawan di bidang bisnis dan pertanian. Di pesantren itu, KH Fuad
Affandi mengelola sekolah, madrasah, majelis taklim dan pertanian
bersama-sama warga.

Ia tergolong kyai langka sebab kemampuannya
mengubah tradisi kemasyarakatan yang kolot jadi warga yang
berbudaya dan beradab. Semenjak bukunya yang berjudul “Entreprenur Organik:
Rahasia Sukses KH Fuad Affandi bersama-sama Tarekat Sayuriahnya” beredar,
beberapa orang berkunjung ke pesantren Al-Ittifaq. Bahkan sekarang para
kiai-kiai Jawa Timur dan Jawa Tengah sering secara spesial bersilaturahmi
ke sana.

Jejaring KH Fuad dalam urusan pemberdayaan pertanian dan
wirausaha misalnya berlangsung dengan KHYusuf Chudlori Tegalrejo
Magelang, dan KH Hasyim Affandi Temanggung Jawa Tengah.  (Al/Im/Ferli/Ismi/Alawi)

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :