KH Aqil Siroj Minta Warga NU Tidak Cuma Diam Saja di Medsos

KH Aqil Siroj Minta Warga NU Tidak Cuma Diam Saja di Medsos

KH Aqil Siroj Minta Warga NU Tidak Cuma Diam Saja di Medsos

Ketum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meminta warga NU supaya tidak tinggal diam di media sosial kalau ada pihak yang melaksanakan propaganda menjelekkan, menyalahkan, bahkan mengkafirkan cara berpikir, bergerak dan amaliah Ahlussunah wal Jamaah NU.

Sebab, Ahlussunah wal Jamaah NU Adalah ashabul haq (kebenaran) yang mempunyai sanad atau rantai keilmuan yang terhubung untuk Nabi Muhammad shallahu alaihi wa salam.

NU, menurut Kyai Said, mempunyai sanad untuk tokoh-tokoh yang jenius seperti Imam Syafi’i, Imam Asy’ari, Imam Ghazali, dan KH Hasyim Asy’ari.

“Nahnu ashabul haq. Jadi, masyarakat Nahdliyin wajib tanggapi propaganda mereka di media sosial,” tegas Kyai Said di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (18/10).

Menurut dia, Imam Syafi’i Adalah publik figur yang jenius sebab sukses menggabungkan antara nash (dalil tekstual) dan akal.

Loading...
loading...

“Orientalis pun menganggap Imam Syafi’i jenius, penggagas ushul fiqih. Menggabungkan antara nash dan akal. Kita pengikut Imam Syafi’i mesti bangga, nahnu ashabul haq, jangan minder,” ucapnya.

Begitu juga dengan Imam Abu Hasan Al Asy’ari. Kyai Said menjelaskan, Imam Asy’ari sukses menciptakan konsep soal sifat-sifat Allah yang dua puluh dan menaruh sifat wujud jadi sifat pertama Allah.

“Itu hasil produk kecerdasan Imam Asy’ari,” terang kyai kelahiran Kempek Cirebon, Jawa Barat itu.

Sementara Imam Ghazali dikenal dengan produktivitas tulisannya yang sukses menyusun beberapa kitab soal bermacam disiplin ilmu, seperti mecatat kitab fiqih, ushul fiqih, ilmu kalam, akhlak, tasawuf, dan filsafat.

Terakhir, KH Hasyim Asy’ari yang dinilai smart atas jargon hubbul wathan dari iman-nya. Menurut Kyai Said, jargon tersebut sukses mengharmoniskan hubungan antara agama dan nasionalisme.

“Kita sudah mengharmoniskan antara agama dan nasionalisme, tidak lagi berhadapan antara agama dan nasionalisme,” ucapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Loading...

https://www.nu.or.id/post/read/97474/ketum-pbnu-imbau-nahdliyin-tak-tinggal-diam-di-medsos

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :