Kewajiban Haji Sekali Seumur Hidup atau Tiap Tahun?

Tata Cara Tawaf Bagi Wanita Haid Menurut Syekh Najmuddin al-Barizi

Kewajiban Haji Sekali Seumur Hidup atau Tiap Tahun?

Haji termasuk dari rukun Islam seperti halnya shalat dan zakat. Akan tetapi, haji cuma diharuskan bagi orang yang sanggup. Sanggup di sini maksudnya ialah orang yang ingin menunaikan ibadah tersebut mempunyai kesanggupan finansial, perjalanan ibadah haji aman, dan keadaan kesehatannya memungkinkan.

Tetapi perlu diketahui, kewajiban haji cuma berlaku satu kali seumur hidup. Walaupun orang tersebut kaya dan beberapa harta bukan berati tiap tahun wajib haji. Hal ini sebagaimana dijelaskan Syeikh Musthafa Bugha dalam Fiqhul Manhaji bahwa seluruh ulama setuju bahwa haji diharuskan bagi orang sanggup cuma satu kali, kecuali jikalau sesudah itu dia melaksanakan nadzar, dia wajib menunaikan nadzarnya.

Loading...
loading...

Dalil dari pandangan ini ialah hadis riwayat Muslim dan Nasa’I di mana Rasulullah berkata, “Wahai manusia, diharuskan atas kalian haji, maka naik hajilah”. Tiba-tiba ada seorang laki-laki menanyakan, “Apakah kewajiban haji itu tiap tahun Rasulullah?” Rasul diam dan ndak menjawab sampai dia mengulangi pertanyaan itu 3 kali. Rasul berkata, “Biarkan apa yang saya tinggalkan, sebab jikalau saya katakana wajib, kalian ndak akan sanggup……”.

Dari hadis ini, ulama memahami bahwa kewajiban haji itu cuma satu kali. Apalagi Rasulullah sendiri semasa hidup beliau cuma satu kali haji. Bahkan, menurut Kyai Ali Mustafa Yaqub, bagi orang yang telah pernah naik haji, daripada haji kedua, ketiga, dan seterusnya, lebih baik harta yang akan dipakai selaku ongkos haji tersebut dimanfaatkan untuk membantu pendidikan orang miskin, membantu orang ndak sanggup, dan lain-lain.

Sebab dalam fikih disebutkan ibadah sosial lebih utama daripada ibadah individual. Melaksanakan ibadah yang berguna untuk orang beberapa, lebih utama dibanding ibadah yang manfaatnya cuma untuk diri sendiri.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :