Keteladanan Seorang Syeikh Wahabi

Website Islam Institute

Syeikh WahabiIni ialah cerita yang mengungkap sikap keteladanan dari seorang Syekh Wahabi. Tokoh ini namanya cukup terkenal, tapi mengenai cerita nyata ini kami baru mengetahuinya. Seperti kita maklumi, bahwa di kalangan Wahabi, yang namanya kesyirikan memang jadi agenda penting untuk memeranginya.

Padahal Nabi Saw pernah mengungkap keyakinannya, bahwa ummatnya nggak perlu dikuatirkan akan kemusyrikannya. Beliau bersabda: “Saya nggak takut kalaian akan jadi musrik. Tetapi yang saya takutkan kalian akan berlomba-lomba dalam memperebutkan dunia (harta).” (Hadits Riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad).

Jikalau Nabi Saw nggak kuatir akan kemusyrikan ummatnya, nggak sedemikian dengan orang-orang wahabi. Merka amat keterlaluan dalam ‘menjaga’  ummat Islam supaya nggak terjerumus ke dalam kesyirikan. Dilihat sepintas, ini memang terpuji. Tetapi ingat, sikap over akting ini sudah menimbulkan suasana panas di tengah ummat Islam. Mari kita simak kisahnya ini lebih lengkap….

Cerita Insyafnya Seorang Ulama Wahabi

Oleh: KH. Idrus Ramli*

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin--ulama Wahabi kontemporer yang amat populer–mempunyai seorang guru yang amat alim dan kharismatik di kalangan kaum Wahhabi, yaitu Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, yang dikenal dengan julukan Syaikh Ibnu Sa’di.

Ia mempunyai beberapa karangan, di antaranya yang paling populer ialah karyanya yang berjudul, Taisir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan, kitab tafsir setebal 5 jilid, yang mengikuti manhaj pemikiran Wahhabi. Walaupun Syaikh Ibnu Sa’di, termasuk ulama Wahabi yang ekstrim, ia juga seorang ulama yang mudah insyaf dan mau mengikuti kebenaran, dari manapun kebenaran itu datangnya.

Suatu saat, al-Imam al-Sayyid ‘Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani (ayahanda Abuya al-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki) sedang duduk-duduk di serambi Masjid al-Haram bareng halaqah pengajiannya. Sementara di bagian lain serambi Masjidil Haram tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di juga duduk-duduk. Sementara orang-orang di Masjidil Haram larut dalam ibadah shalat dan tawaf yang mereka lakukan.

Pada waktu itu, langit di atas Masjidil Haram full dengan mendung yang menggelantung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan yang amat lebat. Tiba-tiba air hujan itu pun turun dengan lebatnya. Akibatnya, saluran air di atas Ka’bah mengalirkan airnya dengan derasnya. Menyaksikan air begitu deras dari saluran air di atas kiblat kaum Muslimin yang berbentuk kubus itu, orang-orang Hijaz seperti kebiasaan mereka, cepat berhamburan ke saluran itu dan mengambil air tersebut, dan lalu mereka tuangkan ke baju dan tubuh mereka, dengan harapan memperoleh berkah dari air itu.

Menyaksikan kejadian tersebut, para polisi pamong praja Kerajaan Saudi Arabia, yang sebagian besar berasal dari orang Baduwi daerah Najd itu, jadi terkejut dan mengira bahwa orang-orang Hijaz tersebut sudah terjerumus dalam lumpur kesyirikan dan menyembah selain Allah SWT.

Akhirnya para polisi pamong praja itu berkata ke orang-orang Hijaz yang sedang mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air Ka’bah itu, “Jangan kalian lakukan wahai orang-orang musyrik. Itu perbuatan syirik. Itu perbuatan syirik.”
Menguping teguran para polisi pamong praja itu, orang-orang Hijaz itu pun cepat berhamburan ke halaqah al-Imam al-Sayyid ‘Alwi al-Maliki al-Hasani dan menanyakan prihal hukum mengambil berkah dari air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu.

Ternyata Sayyid ‘Alwi membolehkan dan bahkan mendukung mereka untuk melakukannya. Akhirnya untuk yang kedua kalinya, orang-orang Hijaz itu pun berhamburan lagi ke saluran air di Ka’bah itu, dengan target mengambil berkah air hujan yang jatuh darinya, tanpa mengindahkan teguran para polisi baduwi tersebut. Bahkan mereka berkata ke para polisi baduwi itu, “Kami nggak akan memperhatikan teguran Anda, sesudah Sayyid ‘Alwi berfatwa ke kami soal kebolehan mengambil berkah dari air ini.”

Akhirnya, menyaksikan orang-orang Hijaz itu nggak mengindahkan teguran, para polisi baduwi itu pun cepat mendatangi halqah Syaikh Ibnu Sa’di, guru mereka. Mereka mengadukan perihal fatwa Sayyid ‘Alwi yang menganggap bahwa air hujan itu ada berkahnya. Akhirnya, sesudah menguping laporan para polisi Baduwi, yang merupakan anak buahnya itu, Syaikh Ibnu Sa’di cepat mengambil selendangnya dan bangkit mendekati halqah Sayyid ‘Alwi dan duduk di sebelahnya.

Sementara orang-orang dari berbagai golongan, berkumpul mengelilingi kedua ulama besar itu. Dengan full sopan dan tata krama layaknya seorang ulama, Syaikh Ibnu Sa’di menanyakan ke Sayyid ‘Alwi:
“Wahai Sayyid, benarkah Anda berkata ke orang-orang itu bahwa air hujan yang turun dari saluran air di Ka’bah itu ada berkahnya?”

Sayyid ‘Alwi menjawab: “Benar. Bahkan air tersebut mempunyai dua berkah.”
Syaikh Ibnu Sa’di berkata: “Bagaimana hal itu sanggup terjadi?”
Sayyid ‘Alwi menjawab: “Sebab Allah SWT berfirman dalam Kitab-Nya soal air hujan:

ونزلنا من السماء ما ء مباركا

“Dan Kami turunkan dari langit air yang mengandung berkah.” (QS. 50:9).
Allah SWT juga berfirman mengenai Ka’bah:

إن أول بيت وضع للناس للذي ببكة مباركا

“Sesungguhnya rumah yang pertama kali diletakkan bagi ummat manusia ialah rumah yang ada di Bekkah (Makkah), yang diberkahi (oleh Allah).” (QS. 3:96).

Dengan sedemikian air hujan yang turun dari saluran air di atas Ka’bah itu mempunyai dua berkah, yaitu berkah yang turun dari langit dan berkah yang terdapat pada Baitullah ini.”

Menguping respon tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di merasa heran dan kagum ke Sayyid ‘Alwi. Lalu dengan full kesadaran, mulut Syaikh Ibnu Sa’di itu melontarkan perkataan yang amat mulia, selaku pengakuannya akan kebenaran ucapan Sayyid ‘Alwi:
“Subhanallah (Maha Suci Allah), bagaimana kami sanggup lalai dari kedua ayat ini.”

Lalu Syaikh Ibnu Sa’di mengucapkan terima kasih ke Sayyid ‘Alwi dan meminta izin untuk meninggalkan halqah tersebut. Tapi Sayyid ‘Alwi berkata ke Syaikh Ibnu Sa’di:

“Tenang dulu wahai Syaikh Ibnu Sa’di. Saya menyaksikan para polisi Baduwi itu mengira bahwa apa yang ditunaikan oleh kaum Muslimin dengan mengambil berkah air hujan yang mengalir dari saluran air di Ka’bah itu selaku perbuatan syirik. Mereka nggak akan berhenti mengkafirkan orang dan mensyirikkan orang dalam problem ini sebelum mereka menyaksikan orang yang seperti Anda mencegah mereka.

Oleh sebab itu, sekarang bangkitlah Anda ke saluran air di Ka’bah itu, lalu ambillah air di situ di depan para polisi baduwi itu, sehingga mereka akan berhenti mensyirikkan orang lain.”

Akhirnya menguping saran Sayyid ‘Alwi tersebut, Syaikh Ibnu Sa’di cepat bangkit ke saluran air di Ka’bah. Ia basahi pakaiannya dengan air itu, dan ia pun mengambil air itu untuk diminumnya dengan target mengambil berkahnya. Menyaksikan tingkah laku Syaikh Ibnu Sa’di ini, para polisi Baduwi itu pun berangkat meninggalkan Masjidil Haram dengan perasaan malu.

Semoga Allah SWT merahmati Sayyidina al-Imam ‘Alwi bin ‘Abbas al-Maliki al-Hasani. Amin….
Cerita ini disebutkan oleh Syaikh Abdul Fattah Rawwah, dalam kitab Tsabat (kumpulan sanad-sanad keilmuannya). Beliau termasuk salah seorang saksi mata kejadian itu.
*Penulis ialah Pengurus Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) Jember.

Sumber: http://www.azahera.net/showthread.php?t=2408

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

23 Comments

  1. Benarkah kisah tersebut… ?
    Simak keterangan dari “TETANGGA DEKAT” Syaikh ‘Abdul Fattah Rawwah di distrik al-Hujun, Makkah. Karena kalo di copy paste kepanjangan, maka silahkan ke:
    http:// qiblati.com/bantahan-syubhat-%E2%80%98alawi-al-maliki-dan-%E2%80%98abdurrahman-bin-sa%E2%80%99di.html
    kalo nda bisa di buka bisa ke:
    http://muslimunnes.blogspot.com/2011/09/bantahan-syubhat-alawi-al-maliki-dan.html
    baca dengan sabar,,, lapang,,, dan ikhlas ya..?? 😆

  2. All kaum muslimin, ini ada hadits penting yang saya Copas dari pengantar kisah di atas. Silahkan direnungkan khususnya Para Wahabiyyun, semoga bisa insyaf tidak hoby memusyrikkan orang-orang yang bersyahadatain.
    Nabi Saw bersabda: “Aku tidak takut kalaian akan menjadi musrik. Tapi yang aku takutkan kalian akan berlomba-lomba dalam memperebutkan dunia (harta).” (Hadits Riwayat Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad)
    Jadi yg dikuatirkan oleh Rasul Saw adalah kelakuan agen-agen Wahabi yang berebut uang real dari Saudi. Silahkan direnungkan, monggo….

    1. Wahabi Insyaf @. salam kenal
      Hadist yang antum bawakan ini mudah mudahan akan menginspirasi kawanan Wahabi/salafi untuk berfikir ulang akan aqidah dan faham mereka, meskipun Hadist tersebut akan meruntuhkan Banyak faham dan keyakinan wahabi / salafi selama ini, mudah-mudahan mas ya ?.

      1. udah pernah di sampaikan Mas ….tapi dasar hati dah membatu kali ya mereka ada yang jawab ” APA DGN HADIST TSB ANDA JADI MENGHALALKAN KEMUSYRIKAN ?”….jadi yang ada dalam otak mereka prasangka buruk terus…..bukannya sadar malah dicari cari kelemahan argumen ……..Yaa Alloh berilah hidayahMu agar mereka sadar dgn apa yang mereka pikirkan dan mereka perbuat …..Amiin

        1. mas mamo, orang kalo udah tersesat kok otaknya gak jalan ya ? hati mereka membatu , mungkin juga hatinya sudah mati.
          mudah mudahan aja mas ketidak munculan mereka akhir-akhir ini, menandakan mereka sedang berfikir dan dapet taufiq. amien.

  3. Wah, selama ini saya belum pernah baca yang ini. Hmmm, sangat bagus bisa menjadi pukulan berat bagi orang-orang Wahabi yg gemar menuduh musyrik kepada sesama muslim. Ini buktinya tuduhannya amat sangat meleset, bisa dilihat dari kisah nyata ini.
    Anehnya, walaupun ini kisah nyata masih dibantah sama si Dewa dan Abdullah, benar-benar gatholoco mereka ini. Nggak mempan dikasih fakta yg gambalang seperti itu. Pengaruh virus Wahabi memang bisa membuat keras hati siapa saja kecuali yg dapat hidayah Allah SWT.

    1. udah kayak gitu namanya gonta ganti mas Arumi…..ada pepatah SALAH SATU SIFAT SOMBONG NGGAK MAU MENERIMA KEBENARAN ………padahal sombong adalah…..padahal…..padahal……padahal…….( takut ditanyain dalil mas)

  4. assalamualaikum wr. wb.
    kepada akhi dewa, alhamdulillah antum telah memberikan nasehat dan informasi mengenai alwi al maliki…
    untuk informasi saja, ada baiknya berita2 semacam ini perlu dikaji ulang… apakah Syaikh As Sa’di memang pernah berdialog dengan alwi almaliki al hasani perlu sumber yg jelas.. jangan sampai kedepan menjadi berita yang tidak memiliki sumber yg mendukung seperti cerita Syaikh Bin Baz kalah berdebat dengan Alwi Al maliki.. padahal seluruh dunia mengetahui bahwa syaikh bin baz tidak pernah hiwar dengan alwi al maliki, tetapi menyuruh syaikh abdullah al mani’ untuk hiwar adn akhirnya menerbitkan buku bantahan terhadap alwi almaliki sekaligus fatwa karena Alwi Al maliki tidak mau ruju’ dan bertaubat…. (silahkan mencari informasi berita ini di situs2 berbahasa asing baik arab maupun english)
    berita hiwarnya Syaikh bin baz dgn Alwi al maliki ini pernah masuk di majalah sabili yg dikemukakan (dengan tidak ilmiah) oleh Prof Said Aqil Siraj.. akhirnya banyak mendapat cemoohan dr berbagai pihak…karena iberita ini tidak valid alias hoax..
    ke depan berita2 seperti ini sangat bagus untuk disebarkan, namun jangan sampai berita yg dikabarkan tidak memiliki pondasi sumber yg jelas..

    1. @abdullah
      al-Imam al-Sayyid ‘Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani adalah ayahanda Abuya al-Sayyid Muhammad bin ‘Alwi al-Maliki. Namanya Mirip tapi beda, sebab sang anak namanya Muhammad Alawy, Alawy bin Ababs adalah Ayahnya.
      Nah, yang pernah berdialog dg Syaikh Al-sa’di adalah Sayid Alawy bin Abbas yaitu sang Ayah dari Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawy. Kalau yang pernah diadili oleh Para Ulama Wahabi itu adalah sang Anak, yaitu Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawy tersebut. Akan tetapi karena beliau mampu mementahkan argumentasi para Ulama yang mengadilinya dalam suatu forum, maka selamatlah beliau dari ancaman hukuman mati. Kisah nyata ini benar-benar terjadi, bukan karangan bukan HOAX kayak persangkaan Abdullah. Sebab kejadiannya belum lama, sekitar tahun 80-an. Pasti masih banyak saksi hidup, sebab forum tersebut dilipu televisi Arap Saudi.
      Mari kita kirimkan pahala Surat Al-fatihah, ila hadliroti Sayyid Alawy bin Abas wa waladihi sayyid Muhammad bin Alawy Alamaliki, Al Faatihah…..
      terima kasih….

      1. Bang Pasaribu, Al Faatiha…… Aminnn…
        Mantab, Bang. Oke abnget, peristiwa dialog tsb memang bukan HOAX seperti kata si Abdullah, berita tersebut adalah valid bisa dilacak kebenarannya.
        Bang Pasaribu, ada dimana sekarang? Pulang ke Medan ya, he he he…. maaf bercanda biar gak stress.

    2. Abdullah bin Wahabi juga dewa wisnu yang masih hindu@.
      jangankan debat dengan Sayyid Muhammad bin Alwi al-maliki dengan mas wong, mas Arumi mas mamo , mas Pras, mas diant mas salik dan lainnya, Bin Baz sama Al-mani`bahkan All Wahabi Salafi bisa keok, kalo gak percaya Coba suruh nongol di Blog ini pasti pada ngaciir kaya yang udah-udah.
      selamat mencoba kalo memang kalian benar dan Punya Nyali.

      1. Mas Syahid, Wahabinya pada gak berani koment pada takut sama Mas Syahid. Di-KO melulu sama Mas Syahid sih, jadinya pada ngeri mereka, takut kena pukulan stratght kiri kanan, he he he….
        Tulisan Majalah Al-Furqan yg diCOPAS si Dewa itu perlu diberi pelajaran Mas Syahid. Mereka itu komplotan pembohong, kasihan pembacanya kena kibulan agen-agen Wahabi seperti Al-Furqon itu.
        Saya pernah baca bukunya Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Mani’ yang mengkritik Sayyid Muhammad Allawy, wowww! kasar dan brutal tidak pantas orang seperti itu disebut Ulama, pantasnya disebut PENCACI-MAKI rendahan saja.
        Sangat berbeda dengan sayyid Muhammad Alawy yang santun. Saya baca buku beliau Mafahim Yujibu an Tushohhah, wih hebat Mas, dapat sambutan gegap gempita dari para Ulama seluruh dunia, saya hitung ada 30 Ulama memberikan kata pengantar/sambutan. Walaupun buku tersebut isinya tentang kritik kepada paham Wahabi, tapi bahasanya sangat santun. Seharusnya seperti itulah sikap seorang Ulama. Kecuali saya masih boleh mencaci karena bukan ulama, Kik kiki kik….

        1. mas Wong he…he…. jadi ingat masa lalu mas …..urusan PENCACI MAKI dulu sarapan aku tiap hari mas ….he….he…sekarang aja kadangkala kambuh apalagi kalau terpancing para wahabiyun …….

        2. Alhamdulillah Mas wong sudah OL lagi, selamat bergabung kembali mas wong , mudah-mudahan Wahabi / salafinya pada berani muncul lagi , biar mereka juga merasakan Hook kanan kiri mas Wong dan teman teman aswaja lainnya, mohon maaf kalo saya sedikit mendominasi, sebab seringkali Wahabi / salafi kalo dilayanin santai, congkaknya minta ampun seolah cuma mereka yang tahu dalil padahal padahal padahal (ikut gaya mas mamo dikit bolehkan?)
          soal buku hiwar ma`al maliki yang diterbitkan Wahabi itu sebenarnya dusta belaka , semacam dialog imaginer , yang dibungkus dikemas seolah itu adalah dialog nyata , mas wong pasti sudah tahu soal ini.
          belum lama ini saya juga baca kitab mafahim karya Beliau Subhanallah bahasanya santun Banget , benar-benar menunjukkan Kwualitas penulisnya sebagai Tauladan dan Rohmatan lil qori`in wal- mualifin waduaah wannas ajma`in
          saya nyesel mas, baru bacanya kemaren kemaren , padahal kitab itu tiga belas tahun yang lalu saya sudah punya dikasih langsung dari penulisnya , saya kira waktu itu ,itu kitab biasa aja ternyata dan ternyata Bener-bener banyak Faham yang Wajib diluruskan , terbukti sekarang banyak yang terpengaruh Faham yang tidak sesuai dengan Ahlu Sunnah Wal-jama`ah.
          semoga keikut sertaan kita semua di Blog ini, Khususnya Admin Ummati sebagai Pelopor dan Fasilitator sedikit dapat melanjutkan perjuangan Ulama Ahlu Sunnah pada Umumnya , wabil khusus yang tercinta Assayyid Muhammad Bin Al-wi al-maliki Nawwarollahu qobroh wa`aada alaina Barokatah wa Ulumahu, wajazallahu anil muslimin Khoirol jaza , lana walakumul Jannah Insya Allah, amien.

  5. @dewa:
    Biasalah itu, wahabi menganggap sesat Sayyid Dr. Muhammad Alawy Alamaliky itu sebabnya ya karena kebodohan agama ulama2 wahabi Saudi. Buktinya ketika menghadapi debat langsung dengan Dr Muhammad Alawy, mereka (para ulama Wahabi) tak berkutik. Dalilnya mentah oleh dalil oleh dr Muhammad Alawy, mereka tidak berhasil menghukum mati sang doktor karena mereka keok dalam berargumentasi berdasar Al-Qur’an dan Hadits.
    Kalau faktanya seperti itu, siapa yang sebenarnya sesat? Para Ulama Wahabi atau sang doktor sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki Al-Hasani? Please deh gunakan otakmu, jangan hanya taklid aja sama ulama 2 Wahabi Saudi yang kredibilitasnya sangat-sangat payah itu….?!!!

  6. BENARKAH Muhammad Alwi Al Maliki
    SEORANG MUHADDITSUL HARAMAIN ?
    [Majalah Al-Furqon Gresik, Edisi 5 Thn. III hal. 2]
    ————————————————————————
    Pengagum Alwi Al Maliki memprotes :…Untuk masalah ini silahkan ustadz
    baca kitab XXX oleh Muhadditsul Haramain Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki,
    ana tunggu jawaban Ustadz Aunur Rofiq.
    (0815 4803 0XXX )
    Redaksi Al Furqon Menjawab : …Kami tidak memiliki kitab yang
    disarankan tersebut. Sejauh ini kami belum mengetahui ada yang
    menggelari Muhammad Alwi Al Maliki dengan Muhadditsul Haramain kecuali
    orang-orang yang fanatik kepadanya atau semadzab. Simak perkataan Syaikh
    Abdul Aziz bin Baz, Mufti Arab Saudi terdahulu ketika memberi muqoddimah
    kitab hiwar ma’a Maliki fi Raddi Mungkaraatihi (Dialog dengan Al Maliki,
    Bantahan Kemungkaran dan kesesatannya) karya Syaikh Abdullah bin Mani’,
    anggota Kibar Ulama Saudi, kata beliau: “…saya telah mencermati
    kemungkaran-kemungkaran di kitab karangan Muhammad Alwi maliki dan dalam
    muqodimah kitabnya yang tercela yang dinamakan Ad Dzakho’ir Al
    Muhammadiyyah. Dalam buku itu dia menisbatkan sifat-sifat ilahiyyah
    kepada Rasulullah, semisal: “Rasulullah memegang kunci-kunci langit dan
    bumi, beliau berhak membagi tanah di surga, mengetahui perkara ghaib,
    ruh, dan lima perkara yang hanya diketahui Allah, makhluk diciptakan
    karena beliau, malam kelahirannya lebih agung ketimbang lailatul qadar,
    dan tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali karena beliau”. Contohnya dia
    mengakui qosidah-qosidah yang dia nukil dari kitab Ad Dzakho’ir yang
    berisi istighotsah dan meminta perlindungan kepada nabi, sebab beliau
    adalah tempat berlindung ketika terjadi musibah. Karena kemana lagi
    berlindung kalau bukan kepadanya, dan masih banyak lagi…Dan sungguh
    menggelisahkan saya munculnya kemungkaran yang jelek ini, bahkan
    sebagiannya jelas-jelas bentuk kekufuran nyata dari Muhammad Alwi Al
    Maliki.
    Sebagaimana banyak ulama merasa sesak dengan banyaknya kesesatan dan
    kesyirikan yang dia tulis dibukunya, terutama Lembaga Ulama-Ulama Besar.
    Oleh karena itu Lembaga tersebut menerbitkan keputusan no. 86 tgl
    11/11/1401 H, berupa pengingkaran kepada dakwah Al Maliki yang mengajak
    kepada syirik, bid’ah, kemungkaran, kesesatan dan menjauhkan dari
    petunjuk salaf umat ini berupa akidah yang selamat dan peribadatan yang
    benar kepada allah dalam uluhiyyah dan rububiyyah-Nya”.(lihat Muqoddimah
    kitab Syaikh Abdullah bin Mani’ ini).
    Al Maliki juga menulis juga menulis kitab lain yaitu Mafahim Labudda An
    Tushohhah (Namun patut disayangkan kitab ini telah telah diterjemahkan
    oleh penerbit berinisial PZZ,dengan judul yang kami singkat PYHD, Namun
    Al Alhamdulillah Majalah Al Furqon edisi 8/tahun III/Rabiul Awwal 1425
    hal 19 telah memberikan bantahan singkatnya yang diterjemahkan dari
    kitab Syaikh Shalih bin Abdul Azis Alu Syaikh ). Kitab ini tidak jauh
    beda dengan kitab yang pertama tadi. Oleh karena itu dibantah oleh
    Syaikh Shalih bin Abdul Azis alu Syaikh ( MenAg Saudi Arabia sekarang )
    dalam kitab Hadzihi Mafahimuna. Dalam kitab tersebut Syaikh Shalih
    membongkar kedok Al Maliki yang katanya ahli hadits itu. Ternyata dia
    bukan ahli hadits. Dengan indikasi ini, kami yakin kitab yang disarankan
    untuk dibaca isinya kurang lebih sama. Maka silahkan membaca dua kitab
    tersebut agar memahami kebenaran yang sesungguhnya. Semoga Allah
    menunjuki kita semua ke jalan kebenaran. (Majalah Al Furqon Gresik,
    Edisi 5 Thn. III hal. 2, dengan judul asli “Tuduhan tak Berdasar” )
    ::: KESIMPULAN :::
    Kitab penuh penyimpangan aqidah karya Muhammad alwi al maliki :
    1. Ad Dzakho’ir Al Muhammadiyyah
    2. Mafahim Labudda An Tushohhah
    Kitab bantahan atas kesesatan Muhammad alwi al maliki
    1. Hiwar ma’a Maliki fi Raddi Mungkaraatihi wa Dholalatihi
    ( Membantah kitab Ad Dzakho’ir…)
    Karya Syaikh Abdullah al mani’
    Anggota Kibar Ulama Saudi
    2. Hadzihi Mafahimuna
    (Membantah kitab Mafahim Labudda …)
    Karya Syaikh Shalih bin Abdul Azis Alu Syaikh
    MenAg Arab Saudi sekarang

KOLOM KOMENTAR ANDA :