Kesehatannya Memburuk di Bui Saudi, Shaikh Safar Al-Hawali Dilarikan ke RS

Kesehatannya Memburuk di Penjara Saudi, Shaikh Safar Al-Hawali Dilarikan ke RS

Kesehatannya Memburuk di Bui Saudi, Shaikh Safar Al-Hawali Dilarikan ke RS

RIYADH – Pihak berwenang Saudi sudah memindahkan ulama yang dipenjarakan rezim Riyadh, Shaikh Safar Al-Hawali, ke RS sesudah keadaan kesehatannya memburuk di dalam sel hotel prodeo.

Akun Twitter dari Prisoners of Conscience yang memberitahukan hal ini menyebut bahwa nyawa Al-Hawali waktu ini dalam bahaya sesudah keadaan kesehatannya terus meluncur turun di dalam sel hotel prodeo.

Laporan MEMO pada Selasa (25/09) menyebut bahwa berita ini sudah dikonfirmasi dan benar Shaikh Dr Safar Al-Hawali dibawa ke RS sesudah kesehatannya memburuk selama beberapa jam terakhir.

Ulama Saudi ini sebelumnya ditangkap dan dibawa ke hotel prodeo oleh ambulans, sebab ia menderita stroke, patah tulang panggul, dan gagal ginjal.

Pada pertengahan Agustus, akun Twitter yang sama memberitahukan bahwa keadaan kesehatan Shaikh sudah memburuk dalam sebulan sesudah penangkapannya.

Baca: Aktivis Jelaskan Kronologi Penangkapan Ulama Saudi “Al-Hawali”

Pada 12 Juli, penguasa Saudi menangkap Ulama Islam Safar Al-Hawali di rumahnya dan memindahkannya dengan ambulans ke sel penjaranya.

Pada waktu yang sama, Tentara angkatan bersenjata bertopeng lain menyerbu rumah saudaranya Shaikh Saadallah dan menangkapnya sebelum menangkap 2 putra ulama Islam itu, Abdullah dan Abdul Rahman.

Para pengamat menjelaskan bahwa penangkapan itu terjadi dengan back-ground sebuah buku yang diterbitkan oleh Shaikh Al-Hawali, yang berjudul Muslim dan Peradaban Barat.

Baca: Dinilai Membangkang, Ulama Saudi Sheikh Safar al-Hawali Ditangkap

Beberapa bagian dari buku ini, yang dipublikasikan oleh para aktivis di situs-situs media sosial, berisi kritik keras kepada keputusan strategi rezim Saudi waktu ini, khususnya, kedekatannya dengan Amerika Serikat, UEA, dan pemerintah Mesir, serta kritik kepada partisipasi Saudi. dalam embargo kepada Qatar. (ARN)


Source by Muhammad Najib

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.