Keputusan Saudi Serang Yaman Akibat Banyak Berkhayal


Mohammed bin Salman dan Raja Salman

TEHERAN – Iran menjelaskan bahwa keputusan Arab Saudi untuk menyerbu Yaman ialah hasil dari “delusi” rezim Riyadh soal power angkatan bersenjata mereka dan “kekhilafan strategis” yang mereka buat dengan merongrong kesanggupan orang-orang Yaman untuk membela diri.

Jubir Departemen Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, menjelaskan pada hari Senin bahwa fakta pihak Saudi sudah setuju untuk duduk dengan gerakan Houthi untuk perbincangan damai berbicara beberapa soal proses berpikir yang menyebabkan Arab Saudi dan sekutunya untuk mengambil langkah tersebut.

Baca: Ali Khamenei: AS Terlibat Kejahatan Bertahun-tahun Saudi di Yaman

“Saya pikir gabungan yang dipimpin Saudi disibukkan dengan delusi bahwa mereka bisa memenuhi target mereka di Yaman dalam waktu singkat,” ucap Qassemi untuk jaringan Al Alam dalam Tanya Jawab yang diterbitkan Hari Senin (17/12).

“Mereka membikin kekhilafan strategis dan memulai operasi mereka tanpa mempunyai pemahaman yang benar soal pendudukan, invasi, dan sejarah Yaman”.

Baca: Arab Saudi Masih Gunakan Senjata Terlarang untuk Serang Yaman

Diplomat itu mengkritik keras Riyadh dan sekutu regionalnya, termasuk Uni Emirat Arab, yang tetap melakukan planning mereka walaupun ada anjuran dari orang-orang yang mengenal wilayah itu dengan baik dan tahu apa yang menanti mereka kalau tetap dalam planning pendudukan dan invasi.

Baca: Apa yang Dipikirkan Masarakat Dunia soal Perang Yaman?

Ia menjelaskan bahwa telah terlalu terang bahwa Yaman akan bertahan dan akan melaksanakan seluruh yang diperlukan untuk mempertahankan diri kepada agresi. (ARN)

Source link

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.