Kenapa Serbuan Israel Kian Mengganas di Gaza ?

jet tempur Israel

Kenapa Serbuan Israel Kian Mengganas di Gaza ?

Rezim Zionis Israel Israel dalam banyak pekan terakhir, melancarkan sejumlah serbuan menuju Jalur Gaza akan tetapi pada hari Selasa (29/5/2018) memperoleh balasan tegas dari kubu perlawanan.

Hari Selasa (29/5/2018) pagi pertempuran antara angkatan bersenjata Israel dan kubu perlawanan Palestina, pecah. Jet-jet perang Israel meraung di atas langit Gaza dan membombardir lebih dari 10 pangkalan kubu perlawanan Palestina di banyak tempat, pun pemukiman warga kota itu.

Kubu perlawanan Palestina sehari sebelumnya, melesakkan berkisar 130 rudal dan mortir menuju wilayah pendudukan. Balasan tegas kubu perlawanan Palestina mendukung Mesir melaksanakan mediasi, dan Israel menyetujui pemberlakuan gencatan senjata yang diawali Rabu (30/5/2018) dini hari.

Pertanyaan penting yang muncul ialah, apa faktor yang menyebabkan serbuan dan tempur Israel kepada Jalur Gaza mengalami peningkatan dalam seminggu terakhir ini ?

Ndak diragukan, alasan terpenting meningkatnya serbuan angkatan bersenjata Israel menuju Jalur Gaza ialah keputusan strategi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pelanggaran berulang yang ditunaikan Trump kepada aturan internasional masuk didalamnya resolusi Dewan Keamanan PBB ialah bentuk supporting total kepada Israel.

Pemindahan kedutaan besar Amerika dari Tel Aviv menuju Al Quds ialah puncak perilaku tak bertanggung jawab dan menabrak hukum Trump yang memicu peningkatan aksi aksi anarkis dan agresi Israel. Salah seorang pengamat politik Arab, Abdel Bari Atwan menjelaskan, berkuasanya Trump di Amerika dan kehadiran para penyokong ekstrem Israel bagai Michael Bolton, Mike Pompeo dan James Mattis, membikin nafsu tempur Israel kian membara.

Jalur Gaza

Asbab tahu bahwa Trump bakal tetap mendukungnya dalam situasi apapun, Israel memulai gelombang tempur baru kepada Jalur Gaza sehingga dengan cara aksi anarkis dan menebarkan rasa takut, memaksa masyarakat Palestina menghentikan pawai Hak Kembali.

Di sisi lain, perubahan keputusan strategi politik banyak negara Arab terkait konflik Palestina-Israel dari sekedar reaksioner menyikapi kejahatan-kejahatan Israel, sebagai sejalan dengan kejahatan tersebut, menyebabkan Israel memanfaatkan perubahan penjuru keputusan strategi negara Arab itu selaku kesempatan guna meningkatkan aksi kekerasannya kepada Palestina terutama masyarakat Gaza.

Lebih dari itu, nafsu haus tempur Israel ini meningkat menjelang tibanya Hari Quds Sedunia. Israel berusaha mempertunjukkan kemarahannya kepada substansi dan pesan Hari Quds Sedunia dengan meningkatkan aksi anarkis dan serangannya menuju Jalur Gaza.

Eskalasi serbuan angkatan bersenjata Israel kepada Jalur Gaza terjadi di tengah kebisuan dan lumpuhnya kinerja lembaga-lembaga internasional berpengaruh. Sehubungan dengan ini, Handicap International, sebuah organisasi non-pemerintah yang memberikan dukungan kamp pengungsian di Kamboja dan Thailand mengumumkan, semenjak 30 Maret 2018 sampai sekarang, berkisar 12 ribu masyarakat Palestina cedera dalam demonstrasi, masuk didalamnya 3.500 orang dengan luka tembak.

melansir estimasi resmi badan kesehatan dunia, WHO, Handicap International mengabarkan, berkisar 11 % korban luka dalam demonstrasi Palestina, 1000 di antaranya terancam mengalami kelumpuhan dan cacat permanen.

Komisaris Tinggi Hak Asasi Insan PBB dalam sidang spesial Dewan HAM PBB yang diadakan tanggal 18 Mei 2018 menganggap Israel wajib membantu masyarakat Gaza berdasarkan aturan internasional dan mendesak supaya problem ini dilimpahkan menuju komite pencari fakta.

respon kelompok-kelompok perlawanan Palestina atas serbuan Israel banyak hari terakhir memaksa rezim ini menyetujui gencatan senjata yang diusulkan Mesir. Problem ini sebagai bukti bahwa mundur dalam berhadapan dengan Israel bakal memicu peningkatan serbuan rezim itu dan balasan atas kejahatan Israel malah meningkatkan ketakutan Tel Aviv dan pada akhirnya mengurangi intensitas serbuan. (HS)

You might like

About the Author: Hakim Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.