Home / Inspirasi Islam / Orang Tekun Ibadah Tapi Masuk Neraka, Kenapa ?

Orang Tekun Ibadah Tapi Masuk Neraka, Kenapa ?

Orang tekun ibadah tapi masuk neraka? Kisah aneh tapi nyata, bersumber dari hadits shahih: orang tekun ibadah tapi masuk neraka. Lho, kenapa bisa demikian anehnya…?

Syahdan, ada dua pria bersaudara dari kalangan Bani Israil. Saudara yang satu sering berbuat dosa, sementara yang satunya sangat tekun beribadah. Saudara yang disebut terakhir ini rupanya tak henti-hentinya menyaksikan saudaranya itu melakukan dosa hingga mulutnya tak betah untuk tidak menegurnya.

“Berhentilah!” sergahnya.

Teguran seolah hanya masuk melalui telinga kanan dan keluar lagi lewat telinga kiri. Perbuatan dosa berlanjut dan sekali lagi tak luput dari mata saudaranya yang rajin beribadah. “Berhentilah!” Sergahnya kembali.

Si pendosa lantas berucap, “Tinggalkan aku bersama Tuhanku. Apakah kau diutus untuk mengawasiku?”

Saudara yang ahli ibadah pun menimpali, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu. Allah tidak akan memasukkanmu ke surga.”

 

Orang tekun ibadah tapi masuk neraka, kisahnya ada dalam sebuah Hadits shahih

Cerita ini tertuang dalam sebuah Hadits shahih yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ahmad. Di ujung, Hadits tersebut melanjutkan, tatkala keduanya meninggal dunia, keduanya pun dikumpulkan di hadapan Allah subhanahu wata’ala.

Kepada yang sungguh-sungguh beribadah, Allah mengatakan, “Apakah kau telah mengetahui tentang-Ku? Apakah kau sudah memiliki kemampuan atas apa yang ada dalam genggaman-Ku?”

Drama keduanya pun berlanjut dengan akhir yang mengejutkan.

“Pergi dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku,” kata Allah kepada si pendosa. Sementara kepada ahli ibadah, Allah mengatakan, “(Wahai malaikat) giringlah ia menuju neraka.”

Kisah di atas menyiratkan pesan kepada kita untuk tidak merasa paling benar untuk hal-hal yang sesungguhnya menjadi hak prerogatif Allah. Tentu beribadah dan meyakini kebenaran adalah hal yang utama. Tapi menjadi keliru tatkala sikap tersebut dihinggapi takabur dengan menghakimi pihak lain, apakah ia bahagia atau celaka di akhirat kelak. Sebuah kata bijak menyebutkan, “Perbuatan dosa yang membuatmu menyesal jauh lebih baik ketimbang beribadah yang disertai rasa ujub.”

Tentang etika dakwah, Islam pun mengajarkan bahwa tugas seorang mubaligh sebatas menyampaikan, bukan mengislamkan apalagi menjanjikan kenikmatan surgawi.

Vonis terhadap orang ini-itu sebagai golongan kafir atau bukan, masuk neraka atau surga, sangat tidak dianjurkan. Karena melangkahi Rabb, penguasa seluruh ciptaan. Islam menekankan umatnya muhasabah atau koreksi diri sendiri daripada mencari kesalahan pribadi orang lain. Yang belum tentu lebih buruk dari kita di hadapan Tuhan.

Semoga kisah aneh tapi nyata tentang orang tekun ibadah tapi masuk neraka ini bisa menjadi pelajaran bagi kita. Oleh karena itu jangan sombong dengan ibadah kita. Sebab ternyata orang tekun ibadah tapi masuk neraka. Wallohu a’lam….   (AL/Mahbib/source: nu.or.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

86 Nasehat dari Para Ulama Sepuh yang Memilki Kekuatan dalam Renungan

NASEHAT, WEJANGAN DARI PARA SESEPUH, TELADAN DAN ULAMA-ULAMA SALAF. MARI KITA RENUNGKAN DAN SEBARKAN. Sekedar ...