Kenapa Kebanyakan Rakyat Suriah Menyokong Bashar al Assad ?

Media Barat selama bertahun-tahun sudah menggambarkan kekejaman Bashar al-Assad…, tapi kenapa rakyat Suriah tetap menyokong Presiden Suriah Bashar al Assad ?

Beberapa orang tidak percaya, terlebih pembenci buta kepada Presiden Bashar al-Assad….

 

 

Islam-Institute, Damaskus – Hal ini mungkin mengejutkan bagi sebagian orang bahwa rakyat Suriah tetap menyokong Presiden Bashar al Assad. Media Barat sudah berusaha keras untuk menggambarkan Bashar al-Assad selaku seorang diktator jahat. Tapi, masyarakat Suriah tak terpengaruh oleh media Barat, dan mempunyai pandangan yang tak sama mengenai pemimpin mereka.

Rakyat Suriah menyaksikan Presiden Assad selaku seorang reformis. Mereka sudah menyaksikan beberapa undang-undang disahkan untuk keuntungan rakyat Suriah, dan fokus konstan pada langkah-langkah anti-korupsi. Mereka menyaksikan penghapusan aturan satu partai, dan sekarang lebih dari 30 partai politik yang terdaftar. Mereka menyaksikan seruan Bashar al-Assad untuk konstitusi baru yang akan disusun, dan itu diratifikasi pada tahun 2012. (Baca juga: Obama: Perang Suriah Tiada Berakhir Kecuali Presiden Assad Pergi)

Suriah mempunyai jutaan pegawai negeri, dan mereka menyaksikan gaji mereka berulang-ulang dan rutin meningkat atas perintah Presiden Assad dari tahun 2000 sampai sekarang. Dokter, profesor, guru, dan seluruh jutaan pegawai negeri sipil secara pribadi sudah memperoleh manfaat dari Presisiden Bashar al-Assad.

Selama beberapa tahun pertempuran terburuk di Homs, orang Suriah menyaksikan Presiden Assad terus menjaga Prajurit Suriah untuk perlahan maju, tanpa mesti kehilangan kehidupan yang tak perlu. Beberapa kritikus ingin respon gerak cepat angkatan bersenjata di Homs, dalam rangka untuk membebaskan Homs dan memungkinkan masyarakat untuk kembali ke rumah dan membangunnya kembali. Tapi, Pres. Assad menyukai metode lambat dan mantap mempergunakan gabungan power dan kesabaran untuk menyelamatkan para personil serdadu Suriah.

Suriah ialah satu-satunya negara sekuler di Timur Tengah. Negara ini didirikan beberapa dekade yang lalu, dan saat Presiden Assad datang ke kantor kepresidenan di musim panas tahun 2000 ia mempertahankan bentuk pemerintahan ini. Orang-orang Suriah sudah jadi amat terbiasa dengan sifat sekuler pemerintah Suriah, dan seperti ini juga kehidupan sosial. Ada 18 aliran agama yang tak sama di Suriah. Pemerintah dan lembaga seluruh sekuler dan menjaga hak-hak seluruh masyarakat Suriah. Di Suriah tak ada putusan sekte, seluruh sekte diwakili seluruh pemerintah, DPR dan angkatan bersenjata. (Baca Juga: Mengapa Bashar al-Assad Sangat Dibenci oleh Zionis Israel ?)

Suriah mempunyai sejarah panjang dari keputusan strategi perlawanan kepada pendudukan Palestina. Ini sudah berurat berakar dalam pemikiran kolektif dari populasi rakyat Suriah, terlepas dari afiliasi agama, atau status sosial. Kesengsaraan rakyat Palestina senantiasa dipikiran, dan selalau ada dalam hati rakyat Suriah. Presiden Assad dipandang selaku pahlawann dalam posisi resisten ini. Rakyat Suriah tak akan mengambil baik untuk tiap-tiap pelunakan sikap ini. padahal bagian dari lembaran moral masarakat Suriah ialah ideologi perlawanan.

Presiden Assad ialah merek terkenal. Dalam sejauh kerja di kantor ayahnya yang mana sudah memposisikan Presiden Bashar al Assad di depan dan tengah pusat perhatian politik. Rakyat Suriah menikmati keamanan yang kontinyu, selaku lawan perubahan radikal yang dapat membawa perubahan buruk.

Pada 3 Juni 2014 dalam pemilihan Presiden jutaan rakyat Suriah berpartisipasi di lebih dari 9.600 tempat pemungutan suara di seluruh negeri. Puluhan ribu membanjiri kedutaan Suriah di Lebanon untuk memilih dan ribuan lainnya datang dari seluruh dunia untuk memilih di Suriah sebab negara-negara tuan rumah mereka tidak mengakui hak mereka untuk memilih di misi diplomatik Suriah lokal. Rakyat Suriah di luar negeri selaku di 36 Kedutaan Suriah di seluruh dunia. Ini ialah pemilihan kompetitif pertama semenjak konstitusi baru disetujui pada 2012. Pemungutan suara oleh rakyat Suriah yang tinggal atau mengungsi di Lebanon secara massiv. (Baca juga: Presiden Assad: Turki dan Arab Saudi Hanyalah Budak Bagi Tuannya)

Voting di Beirut perlu diperpanjang selama satu hari full. Seperti ini pula, suara di dalam wilayah Suriah pada 3 Juni 2014 melebihi harapan dan jajak pandangan tetap terbuka sampai tengah malam untuk mengakomodasi hitungan total besar masyarakat Suriah menanti untuk memilih. Pemberontak meningkatkan aksi tembak mereka di daerah sipil di Damaskus dan Aleppo tetapi sebaliknya pemilu dilaksanakan secara damai dan tanpa serbuan di tempat pemungutan suara. Ada delegasi pengamat internasional berjumlah besar tersebar di seluruh negeri. The Higher Judicial Committee of the Constitutional Court memberitahukan hasilnya:

15.840, 575 yang berhak memilih, baik di dalam Suriah dan luar negeri.
442.108 surat suara didiskualifikasi, untuk penyimpangan. (3.8%)
11.634.412 dinyatakan sah (73,4%)

Hasil pemilu yang disajikan oleh Ketua Parlemen:
Dr. Bashar al Assad menerima: 10319723 orang, 88,7% suara.
Dr. Hassan al Nouri menerima: 500.272 orang, 4,3% suara
Mr Maher Hajjar menerima: 372.301 orang, 3,2% suara

Pendidikan ialah nilai berharga bagi rakyat Suriah. Gelar University ialah target dari beberapa masyarakat Suriah, dan sumber kebanggaan di antara keluarga. Mengingat fakta bahwa Presiden Assad ialah Presiden yang paling berpendidikan tinggi di dunia, dengan gelar medis bergengsi dari Inggris, rakyat Suriah secara kolektif bangga akan kecerdasannya. Mereka juga sudah menulis kepribadiannya yang seimbang. Mereka merasa Bashar al-Assad tak berlebihan halus, tak berlebihan keras. Mereka menyaksikan dia selaku adil dan seimbang. Presiden Assad sudah memperlihatkan kpd mereka beberapa kesabaran dan ketekunan selama hampir 5 tahun dari tekanan dan serbuan internasional di Suriah. (al/globalresearch/Steven Sahiounie*)

 

 

(Oleh Steven Sahiounie*

Steven Sahiounie*, mulai mecatat analisis politik dan beberpa komentar selama perang Suriah, yang diawali pada Maret 2011. Dia sudah merilis beberapa artikel, dan sudah berafiliasi dengan berbagai media. Dia sudah diwawancarai oleh beberpa media AS, Kanada dan Jerman.

Sumber asli dari artikel ini ialah Amerika Herald Tribune
Copyright © Steven Sahiounie, Amerika Herald Tribune, 2016)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :