Kenapa Jazirah Arab dan Afrika Barat Gampang Dilanda Perang ?

Kenapa jazirah Arab dan Afrika Barat mudah sekali terjangkit peperangan seperti waktu ini? Dari buku-buku dan literatur yang saya baca, setidaknya, 3 judul buku ini dapat jadi modal pemahaman:

  • Clash Civilization, 1990an, Samuel Huntington.

  • Confession of Economic Hit Man, 2000an, Perkins.

  • Dunia Arab, 2010an, Halim Barakat.

Ketiga buku ini menceritakan bahwa negeri-negeri di Jazirah Arab telah sedemikian rupa didesain untuk sebuah proses PEMOZAIKAN, mozaik, dari jauh nampak jadi satu gambar, tetapi sebenarnya terkelompok secara tempat dengan amat kuat. Jadi, negeri-negeri itu terkelompok amat kuat jadi kubu antar suku, antar agama, antar kubu sosial masarakat. Kemudian dibuat aturan yang membatasi pergaulan antar kubu itu.

Pemimpin-pemimpin negara di Jazirah Arab dan Afrika Barat, rata-rata ialah pemimpin sokongan atau sokongan dari power imperialis peperangan Perang Dunia ke-2, tentunya dengan gambaran yang amat rumit dan intrik politik yang membikin muntah, kemudian para pemimpinnya itu didukung beberapa dekade, dengan imbal perjanjian kekayaan alamnya.

Sebagian besar masyarakatnya bertahan dalam pengkelompokkan, sehingga mereka dapat dimaklumi ndak memahami “hubbul wathon minal iman (cinta negara ialah bagian dari iman)”, sebab mereka kemudian sibuk dengan kesibukan pribadi dalam lingkup kelompoknya yang sudah termozaik.

Kemudian munculah era internet, jadi sebuah ladang luas masarakat dunia secara maya, dalam keterkucilan dari masing-masing kelompoknya, di mana mereka jarang terjadi komunikasi dan pembelaan negaranya, maka kemunculan dunia maya amat mudah memecah negeri itu dengan berita-berita hoax yang mengadu domba. Ada kawan saya yang mengumpulkan lebih dari 500 foto-foto berita hoax selama perang Arab Spring sampai dengan waktu ini, tatkala di Syuriah baru kemarin dikabarkan adanya manipulasi video korban perang yang akan dijadikan perangkat perang itu sendiri, jadi video HOAX dibuat senjata perang, alasan perang!

Fitnah adu domba antar kubu

Tatkala fitnah adu domba antar kubu yang ndak saling berkomunikasi, sementara ndak ada kubu masarakat yang cinta dan membela negaranya dengan melarang adanya peperangan antar kubu di negara itu, maka telah mudah ditebak. Hancurlah negara itu dengan cepat, bagai kayu bakar kering dilahap api di siang bolong!

Sementara kubu pemecah belah yang berlomba menjarah kekayaan negara, ternyata kubu tak sama di luar negara yang dimodali dengan senjata perang (dalam sebuah kontrak yang wajib mengembalikan berlipat) yang sudah menghancur-leburkan negara itu. Maka, jatuhlah negara-negara itu ke kehinaan waktu ini, tatkala rakyatnya dipaksa mengungsi dan ndak ada jaminan keselamatan jiwanya!

Konflik atau peperangan, bagi sebagian orang pengusaha besar pemburu kekayaan, hanyalah piranti untuk memperoleh kekayaan yang lebih beberapa. Mereka ciptakan perang, maka industri senjata perang akan tumbuh, tenaga kerja akan memperoleh pekerjaan. Perusahaan makanan dan minuman akan memperoleh pasar baru. Arsitek kelas internasional akan laku dengan kontrak rehabilitasi bangunan yang super wah, yang seluruh itu dibayar dengan penjualan perusahaan negara, kekayaan negara, kemungkinan besar sumber daya alam, dan pajak dari penduduk negaranya yang melarat!

Negara-negara yang kalah perang ini, yang mana rehabilitasi pembangunannya akan memerlukan beberapa ongkos ini, akan jatuh ke negara-negara berpredikat selaku negara “Satelit”, istilah Halim Barakat, yang mana negara ini untuk hidup dan menjaga eksistensi serta kredibilitas warganya, maka negara ini wajib menghutang dalam hitungan total besar, dipaksa mempunyai pemimpin boneka yang wajib menurut ke negara perwakilan penghutang, yang disebut oleh Halim Barakat selaku negara “Center”, dan dengannya pemimpin negara Satelit tersebut wajib menjalankan agenda-agenda negara Center. Gampang, ndak nurut, ganti!

Maka, Halim Barakat dalam satu pernyataannya menyampaikan, bahwa “peperangan peradaban ini akan membawa beberapa kerusakan, dan negara yang selamat dari peperangan ini ialah negara yang mempunyai penduduk negara yang cinta negaranya dengan tetap menjaga budaya bangsanya serta mempunyai kerukunan antar ummat beragama”.

Jadi, para penskenario atas berita kejahatan kepada tokoh agama Islam, tokoh agama Katholik, tokoh agama Budha pada beberapa minggu kemarin, sepertinya mereka ndak memahami bahwa mereka sudah mulai membakar rumahnya sendiri. Sampai mungkin dia baru sadar dengan terkencing-kencing tatkala senjata AK-47 menempel di belakang pantatnya!

Semoga negeri kita terselamatkan dari bencana perpecahan dan peperangan.

Salam kerukunan antar penduduk bangsa, antar pemeluk agama, antar manusia!

Salam Indonesia Mercusuar Dunia!

Hari Usmayadi Cak Usma

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :