Kenapa Ada Gejolak di Tubuh PKS?

Kenapa Ada Gejolak di Tubuh PKS?

Isu gejolak dalam internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah lama mengemuka. Paling jelas benderang ialah adu kuat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah versus PKS di pengadilan. Bahkan merambah ke pengurus daerah.

Adanya gejolak di internal PKS telah lama dinikmati oleh Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman. Ia bahkan dengan tegas menjelaskan, bagi kader yang tidak betah, ingin kabur dan tidak membikin gaduh.

“Tetapi tolong jikalau telah tidak betah jangan lalu membikin kegaduhan. Jika niatnya baik jangan gaduh, toh kita juga tidak memaksa,” kata Sohibul.

Kenapa ada gejolak di tubuh PKS? Berikut ulasannya:

1. Kader PKS Bali mengundurkan diri
Pengurus tingkat provinsi, kabupaten dan kota Bali mengambil keputusan untuk mundur. Info ini berawal dari kicauan pemain politik PKS Fahri Hamzah, Jumat (28/9). Dia mengunggah foto-foto para kader PKS melepas jaket kebanggaan PKS. Fahri juga menyindir kepemimpinan Presiden PKS Sohibul Iman. Dia mempersoalkan apa yang terjadi dengan kader-kader PKS di Bali tersebut.

“Tuan @msi_sohibuliman kenapa merusak partai kami? Saya baru terima foto-foto pengunduran diri massal pengurus di Provinsi bali, mereka buka baju dan jaket partai semuanya. Apa yang terjadi? Dusta apalagi ini? #SavePKS,” tulis Fahri dalam akun Twitternya.

Merdeka.com juga memperoleh surat keputusan soal pergantian semua pengurus DPW, DPD dan DPC PKS di Provinsi Bali. Dalam surat itu, PKS mengumumkan ingin merevitalisasi dan mengoptimalkan kepengurusan PKS di Bali.

Loading...
loading...

2. 80 Kader PKS mengundurkan diri
Tidak cuma di Bali, 80 kader PKS mengundurkan diri dari kepengurusan Kabupaten Banyumas. Alasannya sebab mereka diharuskan menyetujui pakta integritas loyalitas kepada partai.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menjelaskan pengunduran diri semacam itu bukanlah hal baru bagi PKS. Hidayat bahkan heran mengapa para kader itu tidak mau menyetujui pakta integritas loyalitas kepada partai. “Ke-1 secara prinsip pakta integritas itu ialah suatu yang terlalu biasa ditunaikan organisasi,” kata Hidayat.

3. Perombakan kepengurusan DPW
Internal PKS terus mengalami perombakan. sesudah Bali, giliran pengurus DPW PKS Sumatera Utara yang direstrukturisasi. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Tifatul Sembiring menjelaskan, perombakan susunan pengurus DPW Sumut tersebut berdasar surat keputusan yang ditanda tangani oleh Presiden PKS M Sohibul Iman dan sekretaris jendral Mustafa Kamal.

Dengan dirilis keputusan tersebut, kata dia, maka posisi Ketua DPW PKS Sumut M Hafez yang menjabat nyaris 2 periode diberikan ke Hariyanto sebelumnya ialah Ketua PKS Kabupaten Deliserdang. “Jadi saya tekankan bahwa perombakan ini ialah semacam ‘tour of duty’ biasa. Tidak ada hubungan dengan isu-isu yang beredar di media sosial bahwa PKS retak. PKS cuma 1, tidak ada PKS yang lain,” kata Tifatul.

4. Tidak bahagia di PKS silakan cari yang lain
Presiden PKS Mohammad Sohibul Iman angkat bicara terkait sikap pengurus dan kader PKS di sejumlah daerah yang memilih mundur dari partainya. Sohibul malas ambil pusing dengan sikap kadernya di beberapa daerah.

Menurut dia, untuk berkoalisi dalam berpartai biasanya didahului minat dan kesungguhan masing-masing kader. “Jadi jikalau sungguh mau berkoalisi dengan PKS ya kita terima, jikalau di PKS telah merasa tidak bahagia, mencari yang lain ya silakan juga,” katanya.

(merdeka/ suaraislam)

Loading...


Shared by Ahmad Zaini

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :