Kembali Ke Sunnah dan Jauhi Bid’ah

Kembali Ke Sunnah dan Jauhi Bid’ah – Maraknya Slogan “Kembali Ke Sunnah dan Jauhi Bid’ah” menyeruak menyerukan ummat muslimin sejati ke yang Haq dan meninggalkan kebatilan. 100 % orang Islam Sepakat dan membenarkan suatu hal yang menyangkut keislaman seseorang itu. Sabda Rasulullah S.A.W. :

Engkau seluruh mesti konsisten pada sunnahku (sesudah Al-Quran) dan sunnah Khulafaurrasyidin yang memperoleh petunjuk Allah sesudahku, berpeganglah dengan sunnah itu, dan gigitlah dengan gigi geraham Anda semua sekuat kuatnya, serta jauhilah perbuatan baru (dalam agama), kerana tiap-tiap perbuatan baru itu ialah bidah, dan tiap-tiap bidah itu sesat (H.R. Abu Daud dan Tirmizi)

Bagi Muslimin sejati slogan kembali ke sunnah benar sekali dan tidak ada yang meragukannya. Bahkan kalau kita tidak ikut sunnah, kita dapat jadi orang yang sesat dan hilang pegangan bahkan tidak selamat didunia dan akhirat. Tetapi pertanyaannya sekarang ialah Apa itu Sunnah? dan Apa itu Bid’ah?. Ummat Islam yang baru belajar mengenai hal agama ialah yang paling cepat menerima makna slogan “Kembali ke sunnah” ini.Menyikapi himbauan kembali ke sunnah dan jauhi bid’ah ini Penting adanya pemahaman yeng lebih. Kata “Kembali”, seakan-akan mengumumkan bahwa ummat Islam khususnya di Indonesia ini sudah lama “Menjauh” dari Sunnah. Artinya Ummat Islam selama ini dari kurun ratusan tahun dalam mengerjakan amalan atau menjalankan syariat Islam lepas dari tuntunan Syari’at?.

Tidak ada satupun golongan dari kurun ke kurun waktu yang menyerukan slogan ini sesudah Hadir 1 golongan yang mengatas-namakan Ahlussunnah Wal jema’ah, akan tetapi dalam pedoman syariat jauh dari ulama ahlussunnah. ( Baca : Siapa Ahlussunnah Wal jema’ah ). Sayidina Ali bin Abi Thalib mengumumkan bahwasanya dia menguping Rasulullah saw bersabda:

Pada akhir zaman nanti akn muncul kaum berumur muda (ahdasul asnan) berpikiran pendek (sufahaul ahlam), mereka memperkatakan sebaik-baik ujaran kebaikan, mereka membaca Al-Quran tetapi bacaan mereka itu tidak melebihi (melampui) kerongkongan mereka, mereka memecah agama sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya maka dimanapun kau menjumpainya maka perangilah mereka karena dalam memerangi mereka Ada pahala disisi Allah pada hari kiamat kelak. (Sahih Bukhari/6930, Sahih Muslim/2462, Sunan Abu Daud/4767, Sunan Nasai/4107 Sunan Ibnu Majah/168, Sunan Ahmad/616 ).

Loading...
loading...

Menuntut Ilmu di Internet

Bolehkah menuntut ilmu di internet, seperti di Facebook, Youtube, Twitter atau blog?. Seorang penuntut ilmu baiknya mencari guru yang sanad keilmuannya sampai ke Rasulullah S.A.W. Ilmu dan kitabnya pun mesti bersanad. Sanad inilah kunci the best dalam menuntut ilmu, yang melepaskan diri dari keragu-raguan serta terhindar dari faham yang sesat.Lalu bagaimana menyikapi tulisan-tulisan Soal ilmu agama di internet seperti tulisan yang tengah anda baca waktu ini?. Bukankah menuntut ilmu itu amalan ibadah (Bid’ah Hasanah)? – Mintalah petunjuk Allah SWT. supaya diberi hidayah dalam memahami ilmu yang tengah dikaji. Lihatlah sumber tulisan dan pengarang, jikalau ada yang tidak dipahami alangkah baiknya menanyakan ke yang ahlinya.

Kembali Kepada Sunnah dan Jauhi Bid'ah

Berikut ini AQIDAH ISLAM merekomendasikan seorang ulama dan penceramah yang akhir-akhir ini populer. Beliau ialah seorang Ahli hadits, sesuai kajian judul artikel yang anda baca “Kembali Ke Sunnah dan Jauhi Bid’ah” ini.

Kalau anda akan mengkaji ilmu fiqih dengan dalil-dalil yang komprehensif, tidak sepotong-sepotong sebagaimana anda ingin kembali ke sunnah. Tontonlah video beliau di youtube, save / simpan sebanyak-banyaknya atau baca tulisan-tulisan di blog beliau. Beliau ialah USTAD ABDUL SOMAD Lc.MA seorang kalahiran Riau Sumatera.

Berikut Link Ust. Abdul Somad Lc.MA :

  • Blog Ust. Abdul Somad Lc.MA : http://somadmorocco.blogspot.co.id/
  • Facebook Ust. Abdul Somad Lc.MA : https://www.facebook.com/UstadzAbdulSomad/
  • Youtube -silahkan ketik kata kunci : Ceramah Ust. Abdul Somad Lc.MA.

Kenapa penulis menganjurkan Ustadz Abdul Somad Lc.MA., dikarenakan beliaulah yang mungkin paling cocok bagi penuntut ilmu dizaman seperti ini sesudah Alm. KH. Zainuddin MZ tiada. Menurut penulis, Beliau ialah ulama yang terlalu pintar, berwawasan, sanad keilmuan yang tidak diragukan lagi. Lulusan ilmu hadits kairo Mesir, berakhlak dan bersahaja. Dan yang terpenting ialah penyampaian ilmu yang berdasar dalil komprehensif beserta sanad-sanadnya yang tidak dijumpai oleh orang yang juga bergelar “Ustadz” lainnya. – Kembali Ke Sunnah dan Jauhi Bid’ah. Wallahu A’lam Bissowab.

SHARE THIS
Loading...

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :