Kelicikan Politik Erdogan untuk Bantai Bangsa Kurdi Dimana pun?

Ledakan Ankara di antara kelicikan pollitik Erdogan menciptakan alasan untuk membantai bangsa Kurdi di mana pun….

 

 

Islam-Institute, ANKARA – Selang beberapa jam sesudah pemboman mematikan di Ankara, Turki berjanji untuk “mengerahkan lebih beberapa usaha” untuk menghukum para pelaku. Dan seperti diduga, kecurigaan lantas diarahkan kpd orang-orang Kurdi. Bagaimanpun juga, para ahli menjelaskan bahwa menuduh PKK ialah langkah “politik nyaman” bagi Turki untuk mengintensifkan tindakan keras kepada warga Kurdi. Sedemikian ditulis dalam sebuah artikel yang diterbitkan Russia Today, Kamis (18/02).

Sebuah ledakan besar menghantam 3 kendaraan angkatan bersenjata dekat gedung parlemen di ibukota Turki, mematikan setidaknya 28 orang dan menyebabkan 61 cedera. Berbicara sesudah serbuan teroris, Presiden Tayyip Erdogan menjelaskan bahwa negaranya sekarang bertekad untuk “membela diri” lebih dari sebelumnya.

“Kami akan meneruskan perjuangan kami melawan pion-pion itu, yang sudah melaksanakan serbuan tanpa mempunyai batas-batas moral atau manusiawi. Juga kekuasaan penyokong mereka saban hari dengan cara yang lebih pasti,” katanya dalam keterangan resmi, menghindari tudingan langsung kepada pihak tertentu.

Erdogan bersumpah untuk “membalas dendam” enggak peduli dimanapun tempat penyerbu itu mungkin berada untuk membalas kematian mereka yang meninggal dunia pada serbuan hari Rabu dan dalam serbuan sebelumnya.

Beberapa jam sesudah pemboman, belum ada kubu yang mengklaim bertanggung jawab atas serbuan tersebut. Hal yang meninggalkan pintu terbuka bagi pemerintahan Erdogan untuk memunculkan beberapa spekulasi dan tudingan.

Seorang pejabat keamanan Turki yang tak disebutkan namanya menjelaskan kpd Reuters bahwa pemboman yang terjadi mempunyai “tanda-tanda awal” dari serbuan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Sumber lain mengumumkan bahwa anggota milisi ISIS lah yang harusnya disalahkan.

“Jangan lupa bahwa saban kali sesuatu seperti itu terjadi di Turki, yang pertama kali akan mereka tuding ialah PKK,” ungkap Daniel Wagner, CEO dari Country Risk Solutions kpd RT. Ia percaya bahwa lebih mungkin ISIS ialah “akar penyebabnya”.

“Kalau Anda menyaksikan beberapa serbuan sebelumnya, seberapa sukses mereka, hitungan total korban dalam beberapa bulan terakhir, terang hal itu mempunyai ciri khas ISIS,” ungkap sang CEO. Tetapi, ia menambahkan, pemerintah Turki malah dengan cepat menuding PKK. Hal ini biasa terjadi, sebab orang-orang Kurdi di mata Erdogan ialah para teroris.

“Tentu saja, itu ialah pilihan politik nyaman bagi mereka untuk ditunaikan sebab mereka waktu ini tengah melancarkan perang ofensif kepada PKK,” katanya.

Tahun lalu, kira-kira dua minggu sesudah serbuan bom bunuh diri kembar, yang diduga sesungguhnya ditunaikan oleh orang-orang ISIS dan mematikan 102 orang dalam aksi damai di Ankara pada 10 Oktober, angkatan bersenjata Turki malah menghabisi pejuang Kurdi di Suriah utara.

“Turki sudah melancarkan perang agresif kepada masyarakat sipil Kurdi, tak cuma personil angkatan bersenjata Kurdi, mereka sudah melakukannya selama lebih dari 20 tahun, sehingga ada sejarah berdarah yang buruk dan panjang antara Kurdi dan Turki,” ungkap eks petugas intelijen CIA, Larry Johnson, kpd RT, menekankan bahwa tudingan keterlibatan PKK dalam serbuan Rabu kemarin, bahkan kalau ternyata benar, tak akan mengejutkan.

“Dalam hal apapun, Turki pasti akan mempergunakan hal ini selaku pembenaran untuk aksi angkatan bersenjata yang lebih agresif di luar Turki,” terang Johnson.

Pemboman yang terjadi Rabu kemarin di Ankara ialah kejadian terbaru dalam siklus aksi anarkis yang sudah melanda Turki semenjak 7 Juli 2015, waktu serbuan ISIS mematikan 33 orang di kota Suruc. Pemboman terbaru enggak lebih dari sebulan semenjak serbuan di Istanbul, yang mematikan 11 wisatawan Jerman. Menurut kantor berita Anadolu, pada bulan Oktober lalu, aksi teror sudah merenggut 145 nyawa pasukan keamanan Turki dan 137 masyarakat sipil dalam 98 hari.

“sesudah empat bom yang terjadi dan diakui secara terbuka oleh ISIS, pemerintah waktu itu lagi-lagi sibuk menyalahkan Kurdi,” ungkap Firat Demir, seorang ahli politik internasional, kpd RT.

Turki waktu ini berhadapan dengan kecaman keras dari berbagai pihak internasional atas aksi tembak yang tetap ditunaikan kepada pasukan pemerintah Kurdi dan Suriah di kisaran Azaz. (ARN)

Source link

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :