Power pasukan Yaman Saat ini di Atas Power Arab Saudi

Website Islam Institute

Pejabat Ansharullah menjelaskan bahwa power pasukan Yaman Saat ini di atas power Arab Saudi. Teroris al-Qaeda yang nyaris kalah oleh Tentara Yaman di wilayah selatan, Saat ini sudah kembali melaksanakan aksi teror sebab agresi Arab Saudi kepada negara Yaman.

Islam-Institute, SANA’A – Seorang member senior gerakan Ansharullah Yaman menjelaskan bahwa keseimbangan power yang awalnya terjadi antara pasukan Yaman dan Saudi sesudah 10 bulan kampanye serbuan udara kerajaan, sudah bergeser. Saat ini power lebih besar serta menguntungkan ada di posisi Tentara Yaman.

“Musuh Saudi mengira bahwa tidak ada yang dapat bertahan kepada serbuan yang mereka lakukan di Yaman, dan bahwa pihak mereka aman dari pembalasan apapun. Tapi serangan-serangan kami Saat ini meneror Tentara Saudi. Keseimbangan power Saat ini berubah bergeser untuk Tentara Yaman dan komite rakyat,” ungkap Mohammad al-Bukhaiti, seorang member Dewan Politik Ansharullah dalam sebuah konferensi press pada hari Sabtu (26/12) kemarin.

“sebelum ini, Tentara Saudi cuma dihadapi dalam negara Yaman, tapi berkat Kemajuan terakhir dan pemanfaatan rudal balistik jarak pendek untuk melawan Arab Saudi, konfrontasi Saat ini menyebar ke semua Jazirah Arab. Ini ialah satu-satunya cara untuk menghentikan agresi Saudi dan intervensi mereka di Yaman, “tambah pejabat Houthi tersebut.

Loading...
loading...

Bukhaiti lebih detail menjelaskan bahwa teroris al-Qaeda yang nyaris dikalahkan oleh Tentara Yaman di selatan Saat ini sudah kembali melaksanakan aksi teror sebab agresi Arab Saudi kepada negara Yaman.

Menyalahkan Riyadh atas kegagalan dialog Yaman-Yaman yang bermaksud untuk menuntaskan konflik di negara miskin itu, pejabat Houthi tersebut mengkritik keras Resolusi 2216 PBB yang menurut dia ialah dokumen bias yang membenarkan perang Saudi atas Yaman.

Loading...

Petinggi Ansarullah itu menjelaskan bahwa ke-2 pihak baik Ansharullah maupun bangsa Yaman menentang resolusi tersebut sebab bertentangan dengan kedaulatan nasional Yaman.

Resolusi yang diadopsi pada bulan April tersebut menyeru para pejuang Ansharullah untuk menarik Tentara mereka dari wilayah-wilayah yang mereka kuasai dan memerintahkan Tentara perjuangan itu untuk menaruh senjata.

Para pejuang Ansarullah menguasai ibukota Yaman, Sana’a, pada bulan September 2014 dan waktu ini menguasai sebagian besar negara Arab tersebut. Kaum revolusioner dan rakyat Yaman menjelaskan pemerintahan eks presiden Yaman yang buron, Abd Rabbuh Mansour Hadi, tidak sanggup menjalankan urusan negara dan menyebabkan gelombang korupsi dan teror terus tumbuh di negara tersebut.

Arab Saudi memulai kampanyenya menyerbu Yaman pada 26 Maret lalu dalam usaha untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan membawa Hadi kembali berkuasa. Serbuan angkatan bersenjata Arab Saudi kepada Yaman sejauh ini merenggut nyawa lebih dari 7.500 orang dan melukai lebih dari 14.000 orang lain lainnya.  (AL/ARN)

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :