Kekhilafan NUGL dalam Mengoreksi KH Said Aqil Sirodj

Gambar ilustrasi Website NUGL, sreenshot oleh Muslimoret.com

 

Islam-Institute, Jakarta – Di bawah ini ialah artikel menunujukkan kekhilafan NU Garis Lurus (NUGL) dalam mengoreksi ceramah KH Said Aqil Sirodj dalam Seminar Sidogiri. Kiyai Said Aqil telah benar, cuma sebab kebodohan NUGL semata-mata sehingga KH Said Aqil Sirodj jadi salah menurut dia.

Berikut ini koreksi kepada NUGL tersebut selengkapnya, selamat menyimak….

***

 

Saking bencinya NUGL kepada NU, senantiasa saja mereka mencari kekhilafan tokoh-tokoh NU tidak lain mencari kekhilafan ucap KH Said Aqil Sirodj waktu Seminar Sidogiri Kemarin. Akan tetapi apa yang ia dapatkan bahkan (maaf) kegoblokan mereka sendiri. Benar kata Gus Mus: ”Orang yang belum lengkap ilmunya itu gampang Kagetan” dan benar apa yang dikatakan Kang Said, “Kian panjang jenggot Kian Goblok”, kayaknya dua kata ini terlalu cocok untuk NUGL (NU Garis Lurus).

Berikut Koreksi kami (sumber dari Majlis Al Haramain) kepada kekhilafan koreksi NUGL atas Dawuh kang Said yang link aslalnya http://www.nugarislurus.com/2016/01/kesalahan-fatal-ceramah-sang-wali-said-agil-dalam-seminar-sidogiri.html:

 

Koreksi dari NUGL

1. Salah Menyebut Hafalan Syair. Bait syair Banat Su’ad;
إن الرسول لسيف يُستضاء به *** مُهندٌ من سيوف الله مسلولُ
Yang benar (versi NUGL) ialah;
إن الرسول لنورٌ يُستضاء به *** مُهندٌ من سيوف الله مسلولُ
Sejatinya jika Said Agil mau mempergunakan kepintarannya tidak banyak saja, pasti dapat memahami bahwa pedang itu tak dapat menerangi. Yang dapat menerangi itu cahaya.
Atau angan-jangan pak profesor cuma hafal sebagian bait syair Banat Su’ad, tetapi belum mengerti maknanya? Wallahu Alam

Respon kami :
Qosidahnya juga telah betul لسيف
Itu milik burdah kab bin zuhair
Ada yg nur dan di mesir saifun
Ini yg ngritik njaluk di Takzir �
51- إنَّ الرَّسُولَ لَسَيْفٌ يُسْتَضَاءُ بهِ مُهَنَّدٌ منْ سُيُوفِ اللَّهِ مَسْلُولُ
مُهَنَّدٌ: منسوبٌ إلى الهندِ، يُقَالُ: سيفٌ مُهَنَّدٌ، وَهَنْدُوَانِيٌّ كذلكَ، أيْ: هنديٌّ، وإنَّما جعَلَهُ سيفاً مُخْتَاراً منْ سُيُوفِ اللَّهِ تعالى استعارةً.

Koreksi NUGL

2. Salah menyebut nama nasab sahabat.
Sahabat Ka’ab bin Zuhair bin Abi Salma. Yang benar Ka’ab bin Zuhair bin Abi Sulma.

Respon kami :
Gobloke male mahos سلمى dengan fathah sin disalahkan padahan itu 3 muka dapat sulma dapat silma dapat salma yg penting tak silem �
سلمى من الأسماء العربية النسائية والرجالية، واسعة الإنتشار، وهي على ضربين:
بفتح السين (سَــلْـمـى)
وضم السين ( سُـــلْــمـــى ) .
وكلاهما من الجذر الثلاثي ( س ل م ) وهذه العائلة نطالع فيها:

Komentar NUGL

3. Salah menyebut Imam al-Bukhari bermadzhab Syafi’iy, sebab di sampul kitab Shahih al-Bukhari ada keterangan;
الشافعي.
Yang benar, di sampul Shahih al-Bukhari, tak ada keterangan seperti itu.
Sebagaimana dimaklumi, dalam cover kitab-kitab hadits standard yang enam, tak ada keterangan mazhab fiqih mereka. Sungguh ini kekhilafan yang aneh, Atau jangan -jangan Said Agil belum pernah baca cover kitab-kitab hadits? Wallahu Alam

Respon kami :
” Padahal imam bukhori bermadhab Syafii dlm kitabnya Seikh ali Jumah mesir
أن الأمام البخاري، كان شافعي المذهب.
Betul Kh Said Aqil

 Komentar NUGL

4. Salah menyebut nama Imam Syihabuddin Az-Zuhri. Yang benar Ibnu Syihab az-Zuhri, yang nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin Syihab bin ‘Abdullah bin al-Harith bin Zuhrah.
Seandainya Said Agil tak menyebut Syihabuddin, dengan langsung menyebut Imam az-Zuhri, telah pasti dibenarkan. Sepertinya Pak Said tak tahu, bahwa gelar-gelar seperti Syihabuddin, Syamsuddin, Badruddin dan semacamnya, belum dikenal pada masa Imam az-Zuhri, yang hidup pada masa ulama salaf. Mungkin bagi Profesor tak tahu?!

Respon kami :
Dalam dusiplin ilmu hadist juga ada SYIHABUDDIN AZZUHRI DAN ADA SYIHAB BIN ZUHRI
محمد بن مسلم بن عبيد الله بن عبد الله بن شهاب بن عبد الله بن الحارث بن زهرة بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤى بن غالب بن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة القرشي الزهري أبو بكر المدني، سكن الشام.[1] ولد سنة ثمان وخمسين بعد الهجرة، في آخر خلافة معاوية، وهى السنة التي ماتت فيها عائشة زوجة الرسول محمد. ذكره محمد بن سعد في الطبقة الرابعة من أهل المدينة، أسند الزهري أكثر من ألف حديث عن الثقات ومجموع أحاديث الزهري كلها

 Komentar NUGL

5. Salah pilih dalil Sunnah Fi’liyyah Rasulullah
وما أتاكم الرسول فخذوه وما نهاكم عنه فانتهوا
Yang lebih tepat semestinya ayat;
لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة.
Atau ayat
قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني.

Respon Kami ;
Yai Said Telah betul Sunnah fikliyyah dalilnya ini
والسنة حجة شرعية، ومعنى حجة شرعية: إذا أتاك الحديث وجب عليك العمل به،
السنة الفعلية هي: التي تنقل لنا من فعل النبي صلى الله عليه وسلم، مثال ذلك: أنه كان إذا صلى سنة الفجر اضطجع على يمينه
السنة
السنة حجة شرعية، وهذا ثابت بالكتاب والسنة والعقل.أما من الكتاب: فقد قال الله تعالى: وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ [الحشر:7]،

Komentar NUGL

6. Salah menyebut nama pengarang kitab. Kitab andalan mengenai hal cerita orang -orang bodoh untuk penguatan argumen jenggot panjang tambah goblok. Said Agil dengan bangga menyebutkan bahwa;
كتاب أخبار الحمقى والمغفلين
Karangan Imam Abu Abdirrahman Ibnul Jauzi.
Padahal yang benar; kitab tersebut ialah karangan Imam Abul Faraj Abdurrahman bin Ali al-Jauzi.

Kami jawab :

Itu telah betul beliau mashur dengan nama Ibnu al jauzi dan nama Aslinya ABDURROHMAN terlaluuu …..
Untuk kunyah abul faroj itu bukan nama…
Hal sepele di gedeiiinnnn…

Wallahu a’lam, semoga jadi i’tibar.

 

Judul Asli: Gobloknya NUGL dalam Mengoreksi Ceramah KH Said Aqil Sirodj

Oleh: muslimoderat.com  
Selengkapnya : http://www.muslimoderat.com/2016/01/gobloknya-nugl-dalam-mengoreksi-ceramah.html#ixzz3yXtqZQQI

 

You might like

About the Author: admin

2 Comments

  1. NUGL yang pertama-tama menyalakan api… dan sekarang warga NU juga sudah banyak yg mulai paham…. lama-lama NUGL pasti sepi peminat dan banjir hujatan, sebagai buah ketidak hormatannya kepada yg lebih sepuh….

  2. Astaghfirullah, sy sering buka situs ini, bahkan setiap sy ol mesti buka situs ini, tapi sekarang kok malah jadi saling menjelekkan sesama ummat. Saya sudah lihat video seminar tersebut, kalo mau obyektif KH Said Aqil memang ada kesalahan, salah satunya ketika menyebut syiah Ahlusunnah. Belia mengatakan bahwa Syiah Ahlusunnah bagi diri mereka sendiri yang sebelumnya tidak beliau dikatakan, sehingga menimbulkan multi tafsir. Kalau tujuannya ingin mengatakan syiah ahlusunnah menurut syiah sendiri, ya katakanlah dengan jelas tidak perlu menggunakan kata2 yang dapat menimbulkan multitafsir seperti yang dikatakan habib tersebut.
    Hentikannlah saling membenci atau mencaci maki, ini adalah penyakit hati saudaraku, tidak baik ditampakkan. Mereka sudah bertemu dan berdialog secara langsung, artinya sudah ada niatan baik dari keduanya untuk saling menjelaskan. Janganlah saling membenci yang dapat menimbulkan perpecahan Ummat. Menjaga Persatuan itu lebih Utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.