KEJAHATAN WAHABI, KESESATAN WAHABI DALAM BUKU IDAHRAM

KEJAHATAN WAHABI DAN KESESATAN WAHABI DALAM BUKU IDAHRAM. Sejatinya apakah sekte Muslim salafi itu? Kenapa mereka sering sekali melontarkan ujaran kebencian (hate speech) ke orang-orang di luar golongan mereka?

Dalam buku ini dijelaskan bahwa salafi ialah bentuk nisbat kepada kata as-salaf, yang bermakna ‘orang-orang yang hidup sebelum zaman kita’. Secara terminologis, as-salaf mengacu ke sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ”Sebaik-baik manusia ialah (yang hidup) di masaku. Lalu yang mengikuti mereka (tabi’in). Lalu yang mengikuti mereka (tabi’at-tabi’in).”

Oleh sebab itu, menurut penulis buku ini, seorang salafi artinya seorang yang mengikuti ajaran sahabat Rasulullah, tabi’in, dan tabi’at-tabi’in. Siapapun yang mengklaim muslim tidak banyak beberapa mempunyai kadar ‘kesalafian’ dalam dirinya walaupun dia nggak menggembar-gemborkan bahwa dirinya Salafi.

Sayangnya, akhir-akhir ini istilah salafi telah tercemar. Ada sebagian kubu (sekte) yang begitu giat melaksanakan propaganda dan pengakuan selaku satu-satunya kubu salaf. Sedangkan yang lain mereka tuding nggak mengikuti salaf. Yang lebih berbahaya, kubu ini cenderung melenceng dari ajaran Islam yang benar yang dianut oleh kebanyakan ummat Islam dari semenjak zaman Rasulullah sampai sekarang.

“Siapatah sejatinya kubu yang mengklaim selaku Salafi yang sekarang mulai marak tersebut? Ketahuilah saudaraku, kubu yang sekarang mengaku-aku selaku Salafi ini dahulu dikenal dengan nama Wahabi. Sewakti di Jazirah Arab mereka dikenal dengan Wahhabiyah Hanbaliyah. Tapi, waktu diekspor keluar Saudi, mereka menamakan dirinya dengan Salafi.” (hlm 35)

Prof Dr. Said Ramadhan Al Buthi ialah bagian ulama besar yang membongkar topeng mereka ini. Dalam bukunya As-salafiyah Marhalah Zamaniyah Mubarakah La Mazhab Islamy, beliau menjelaskan bahwa Wahabi berganti baju jadi Salafi atau terkadang Ahlussunnah. Seringnya tanpa diikuti waljamaah, sebab mereka merasa risih disebut Wahabi. Selain itu mereka juga mengalami kegagalan dalam propaganda mereka sebab imej buruk yang telah tersebar atas nama Wahabi. Seluruh orang yang mengetahui sejarah Arab pasti akan tahu bahwa sejarah kemunculan Wahabi dipenuhi dengan tumpahnya darah kaum muslimin.

Buku ini dengan rinci menerangkan seluk-beluk Salafi Wahabi, dalam 3 bagian:

  1. Penyimpangan 3 Tokoh Ulama Salafi Wahabi (Ibnu Taimiyah, Abdul Wahab, Nashiruddin Al Albani)
  2. Mewaspadai Para Tokoh Salafi Wahabi dan Propaganda Mereka (antara lain: Muhammad bin Abdul Wahab, Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, Albani, Ibnu Fauzan, Nashir As-Sa’di, Al Madkhali, dll)
  3. Bantahan dari Ulama Internasional

Di bagian ketiga ini, penulis membicarakan ratusan buku-buku para ulama Islam yang membantah Salafi Wahabi, fatwa ulama Al Azhar bahwa Salafi Wahabi ialah sesat, serta pernyataan Pusat Fatwa Mesir dan Al Azhar bahwa pembagian tauhid versi Salafi-Wahabi ialah sesat.

Ternyata pembagian tauhid rububiyah dan tauhid uluhiyyah (sebagaimana yang gencar disebarluaskan di mentoring/aktifitas keislaman di kampus-kampus) ialah pembagian tauhid versi Salafi Wahabi.

Dalam buku ini disebutkan:

“Pembagian tauhid jadi dua macam ini ialah ajaran baru yang digagas oleh Ibnu Taimiyyah (wafat 1328 M) dan lantas dipopulerkan oleh Muhammad bin Abdul Wahab (pendiri wahabi, wafat 1792 M).Faham ini mengumumkan bahwa tauhid (pengesaan) ke Allahtidak cukup selaku bentuk keimanan. Argumen mereka ialah: orang kafir zaman dulu juga sudah bertauhid (mengesakan Allah) dengan meyakini Dia selaku pencipta dunia, akan tetapi nggak meyakini Allah selaku Tuhan.” (hlm323-324)

Jadi, dalam doktrin Salafi Wahabi, ikrar syahadat nggak cukup; mereka menuduh, kebanyakan ummat Islam cuma beriman di mulut, nggak di hati. Akibatnya, mereka mempunyai justifikasi untuk mengafirkan orang lain, walaupun telah bersyahadat, dengan tudingan ‘’mereka cuma beriman di mulut”. Dan atas dasar teologi seperti inilah sekte Salafi Wahabi menghalalkan tindakan mematikan kepada sesama muslim, sebagaimana terjadi hari ini di Suriah. Korban para “mujahidin” beraliran Salafi Wahabi sekarang bukan saja orang-orang Syiah dan Kristen, tetapi juga orang-orang Sunni, bahkan termasuk Syekh Al Buthi dan beberapa ulama Sunni Suriah lainnya. Karenanya, buku terlalu penting dipelajari oleh kaum muslimin Indonesia supaya nggak terjebak dalam kesesatan pemikiran.  (Fatma/LiputanIslam.com)

Ulama Sejagat Menggugat Salafi Wahabi (Oleh : Dewi, March 26, 2014).

Judul: Ulama Sejagat Menggugat Salafi Wahabi

Penulis: Syaikh Idahram

Tahun Terbit: 2013 (cetakan ke-11, cet pertama:2011)

Penerbit: Pustaka Pesantren

Tebal: 338 halaman

SIKAP BERSAMA

seusai menyaksikan berbagai fakta Kejahatan Wahabi yang sedemikian itu, maka telah barang tentu kita mesti serentak berdiri berbarengan untuk menanggulangi kemungkinan besar bahaya yang mereka timbulkan. Ingat mereka merencakan menguasai masjid-masjid. Maka kesadaran perlawanan kita mesti kita mulai dari masjid-masjid yang ada di seluruh nusantara ini.

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

1 Comment

  1. Mau tanya: Siapa nama Asli Idahram? erasal darimana, berguru dipesantren mana dengan kyai siapa. bisa baca kitab kuning, dan bisa i’rob kah?

KOLOM KOMENTAR ANDA :