Kejahatan ISIS di Irak: Lebih dari 2.000 Masyarakat Irak Dibunuh ISIS

Website Islam Institute

Kemenhan Irak: ISIS Menghabisi Lebih dari 2.000 Masyarakat Irak

Mayat jurnalis, eks polisi Irak, atau prajurit yang dieksekusi dikirim ke kamar mayat. Para saksi menjelaskan, ISIS sudah mengantongi nama-nama dari korban tersebut.

Islam-Institute.com, BAGHDAD – Lebih dari 2.000 masyarakat Irak yang Ada di Provinsi Utara Nineveh sudah diekseskusi oleh milisi ISIS yang sudah mengendalikan wilayah itu sepenuhnya. Pernyataan itu dikeluarkan oleh Kemenhan Irak dalam sebuah pernyataan pada Jumat kemarin.

“ISIS dengan berdarah dingin sudah menghabisi 2.070 warga Nineveh yang tidak mau bekerjasama dengan mereka,” begitu bunyi pernyataan Menteri Kemanan Irak, Khaled al-Obeidi, dalam video yang diposting di situs kementerian tersebut seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (8/8/2015).

Loading...
loading...

 

Member kubu ISIS | (Securityaffairs)

 

walau begitu, Kemenhan Irak tidak bisa memastikan kapan dan bagaimana eksekusi dilaksanakan. Hal ini dikarenakan terbatasnya akses untuk masuk ke wilayah yang sebagian besar sudah dikendalikan oleh kubu miltitan itu semenjak pertengahan 2014.

Ketua Parlemen Irak, Saleem al-Jabouri mengutuk tindakan ISIS mengeksekusi masyarakat Nineveh dan menganggapnya selaku kejahatan genosida. Adapun Perdana Menteri Haider al-Abadi menilai, aksi kejam itu selaku tanggapan ISIS atas kekalahan mereka di Anbar dari Tentara pro-pemerintah dan sukses merebut kembali daerah Ramadi dan daerah lainnya.

Sementara itu, sejumlah saksi dan sumber-sumber di kamar mayat di Mosul, ibukota Nineveh, ke Reuters menjelaskan, sebagian besar eksekusi dilaksanakan selama enam bulan terakhir. Sebagian besar korban di bunuh sebab kejahatan umum, seperti pencurian.

Loading...

Adapun mayat jurnalis, eks polisi Irak, atau prajurit yang dieksekusi dikirim ke kamar mayat. Para saksi menjelaskan, ISIS sudah mengantongi nama-nama dari korban tersebut.
(al/esn)

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :