Kegagalan Media Arab dalam Perkara Jamal Khashoggi

Perkara hilangnya Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Arab Saudi

Kegagalan Media Arab dalam Perkara Jamal Khashoggi

Media massa Timur Tengah dan internasional waktu ini dihebohkan oleh Perkara hilangnya Jamal Khashoggi, seorang jurnalis Arab Saudi yang selama ini gencar mengkritik rezim Al Saud di konsulat negaranya di Turki.

Semenjak masuk konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu, Jamal Khashoggi tidak pernah keluar dari gedung diplomatik itu. Sontak problem ini memicu rumor Soal tewasnya jurnalis oposan rezim Al Saud tersebut di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Para pemimpin negara-negara dunia menyerukan investigasi kepada problem ini dan transparansi dari pihak Arab Saudi.

Media dan investor Amerika Serikat memboikot Konferensi Riyadh selaku reaksi atas hilangnya Jamal Khashoggi, awak media dan kritikus pemerintah Arab Saudi.

Website The Hill mengabarkan, sejumlah besar media Amerika Serikat termasuk New York Times, The Economist, Los Angeles Times, bersama-sama jurnalis dan investor raksasa negara ini memboikot Konferensi Investasi Riyadh menyusul hilangnya Jamal Khashoggi.

Direncanakan, konferensi ini akan dihelat pada 23 sampai 25 Oktober di Arab Saudi. Kebanyakan lembaga dan negara serta senator Amerika menuntut kejelasan nasib Khashoggi.

Richard Branson, milyalder Inggris diadukan menghentikan perundingannya dengan Biaya Investasi Publik Arab Saudi. Ernest Moniz, menteri energi AS di era pemerintahan Barack Obama juga mengumumkan mundur dari proyek senilai 500 miliar dolar, dan ia menyebutkan bahwa kerjasama dirinya di masa yang akan datang tergantung pada kebenaran akan hilangnya Khashoggi.

Perusahaan Google memprotes rezim Al Saud atas Sangkaan tindakan mematikan kepada awak media pengkritik pemerintah Arab Saudi, Jamal Khashoggi dan membatalkan kehadirannya dalam konferensi soal investasi di kota Riyadh.

Kantor berita Reuters mengabarkan, Google, Senin (15/10/2018) merilis, bagian direktur perusahaan ini, Diane Greene mengklaim tidak akan ikut hadir konferensi “Terobosan untuk Investasi Yang akan datang” tersebut.

Perjumpaan yang dikenal selaku Davos Sahara ini juga diboikot oleh Arianna Huffington selaku pendiri media terkemuka AS, Huffington Post. Salah seorang presenter terkemuka CNBC, Andrew Ross Sorkin yang Direncanakan akan memoderasi 3 sesi dalam perjumpaan Davos Sahara dalam cuitannya di Twitter mecatat, “Hilangnya Khashoggi membikin kecewa, dan saya tidak akan ikut hadir perjumpaan tersebut”.

Jubir koran Los Angeles Times merilis bahwa pemiliki saham koran terkemuka AS ini, Patrick Soon-Shiong yang Direncanakan akan berbicara dalam perjumpaan Davos Sahara mengumumkan tidak akan datang. Beberapa hari sebelumnya, CNN juga tengah mempertimbangkan untuk tidak meliput acara besar di Riyadh itu.

Pemimpin redaksi majalah Economist mengumumkan tidak akan ikut hadir perjumpaan investasi Riyadh. Tidak cuma itu, direktur eksekutif perusahaan jasa transportasi online Uber juga mengumumkan tidak akan ikut hadir Davos Sahara yang diinisiasi oleh Putera Mahkota Mohammad bin Salman itu.

Gelombang protes ini cuma sebagian kecil dari reaksi pelaku media dan bisnis internasional kepada hilangnya seorang jurnalis terkemuka Arab Saudi mempertunjukkan sensitifnya problem tersebut bagi publik internasional.

Fakta ini juga mempertunjukkan rentannya keputusan strategi Arab Saudi yang selama ini bertumpu pada media massanya selaku corong propaganda Riyadh. Rezim Al Saud memegang kendali semua media massa nasional yang dipakai untuk menjaga dan mempertahankan kepentingan kuasanya.

Selama 3 dekade terakhir, rezim Al Saud menggelontorkan biaya besar-besaran untuk menopang keberlanjutan media massanya sehingga dapat memberikan pengaruh di wilayah.

Kisaran tahun 1990, para pangeran Arab Saudi mengusulkan supaya medianya dapat berkiprah di arena internasional. Langkah awal yang mereka lakukan dengan mendirikan MBC setahun lantas oleh seorang Pebisnis terkemuka Arab Saudi, Walid bin Ibrahim Al Ibrahim. Salah seorang saudari dari Walid ialah bagian dari Istri raja Fahd, sehingga media internasional ini memperoleh sokongan langsung dari pucuk kekuasaan rezim Al Saud.
Walid Ibrahim dan Mohammad bin Salman

MBC jadi televisi parabola nonpemerintah yang ke-1 di dunia Arab dan berkantor pusat di London, tapi di tahun 2002 dipindahkan ke Dubai. Dalam waktu singkat berdiri 10 jaringan media parabola dan 2 radio dengan siaran kebanyakan hiburan dan serial, khususnya film Hollywood, Bollywood dan Turki.

Loading...
loading...

Pada tahun 2003 berdiri televisi parabola dan situs Al-Arabiya yang diluncurkan untuk berhadapan dengan arus Pan-Arab. Investasi ke-1 dikucurkan sebesar 300 juta dolar yang dikendalikan oleh tim dari London. Pada tahun 2012 berdiri media Al-Hadas yang lebih beberapa memusatkan berita politik.

Seiring beroperasinya jaringan televisi IRT, pangeran Saudi dan rezim Al Saud memulai pembelian perusahaan telekomunikasi Arbit dan membantu ongkos operasional BBC Arab, serta pembelian perusahaan media dunia Arab terbesar, Rotana. Tidak cuma itu, sejumlah media seperti koran Al-Nahar, Al-Diyar dan juga media non Arab seperti Fox News, dan jaringan perusahaan media Rupert Murdoch.

Berhubungan dengan aktivitas media Saudi muncul 2 pandangan Inti. Ke-1 Soal sokongan rezim Al Saud kepada media penyebaran ajaran Wahabisme yang memperoleh sokongan biaya nyaris tanpa batas dari rezim Al Saud. Gelombang ke-2 Soal para penulis dan jurnalis yang kritis kepada rezim Al Saud dan kebijakannya di arena internasional.

Di tubuh Arab Saudi sendiri, orang-orang kritis seperti mereka dilabeli selaku kalangan liberal. Tidak sedikit dari mereka yang ditangkap dan dijebloskan ke hotel prodeo. Nasib Jamal Khashoggi yang hilang di konsulat AS tidak lain dari buah tindakannya yang selama ini dinilai selaku oposisi keputusan strategi rezim Al Saud.

Bocoran kawat diplomatik yang dipublikasikan Wikileaks mempertunjukkan bahwa kedutaan Arab Saudi berperan selaku alat untuk membungkam jurnalis yang kritis kepada keputusan strategi rezim Al Saud.

Kedutaan besar Arab Saudi mengucurkan biaya besar ke media dan figur publik tertentu untuk mewujudkan kepentingannya, khususnya mempengaruhi opini publik yang ditunaikan melalui media-media bayaran tersebut.

Kegagalan Media Arab dalam Perkara Jamal Khashoggi

Rezim Al Saud juga mengucurkan biaya ke media

Dokumen lain mempertunjukkan usaha agresif kedutaan Arab Saudi di Australia untuk mempengaruhi media dan masarakat Muslim di di negara ini. Bagian dokumen membocorkan langkah kementerian budaya Arab Saudi memberikan biaya besar ke koran dan media massa berbahasa Arab di Australia, dan juga sejumlah koran Kanada, dan perkumpulan muslim di negara ini.

Kecuali itu, ada dokumen yang menerangkan 4 koran berbahasa Arab yaitu: Al Risalah, Al-Muhajir, Al-Diplomasi dan Al-Akhbar di Kanada menerima sejumlah uang ribuan dolar dengan imbalan kementerian budaya dan info Arab Saudi saban hari diberi slot untuk menyampaikan pandangan yang sejalan dengan kepentingan rezim Al Saud.

Tidak cuma itu, rezim Al Saud juga mengucurkan biaya ke media dan figur publik terkemuka di Jerman, Mesir, Afghanistan, Afrika Selatan, Mauritania, Yordania, Kuwait dan negara lainnya. Misalnya, Saudi membayar jurnalis Jerman saban bulannya kisaran 7.500 dolar untuk berhadapan dengan saban serbuan media kepada rezim Al Saud di negara ini. Televisi Lebanon, MTV pernah mengusulkan biaya sebesar ke kedutaan Arab Saudi sebesar 20 juta dolar, tapi rezim Al Saud cuma menyepakati 5 juta dolar saja.

Rezim Al Saud juga mengoperasi media-media berbahasa Farsi. Kecuali situs seperti Al-Sharq Alawsat dan Al-Arabiya yang juga mempunyai bagian bahasa Farsi, rezim Al Saud mempunyai media propaganda seperti Al Wesal, Nur dan Kalimah yang bermaksud untuk menyebarkan ideologi Wahabisme di kalangan orang-orang Sunni Iran, sekaligus corong media pembela keputusan strategi Riyadh.

Tetapi seluruh media yang sudah menghabiskan biaya besar ini tidak berdaya berhadapan dengan Perkara hilangnya Khashoggi dan sampai sekarang masih kebingungan apa yang mesti mereka lakukan untuk membela rezim Al Saud yang kehilangan muda di mata publik dunia.(PH)

Loading...

http://parstoday.com/id/radio/middle_east-i63126-isu_khashoggi_dan_kegagalan_media_arab

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :