Kecerdasan Ali bin Abi Thalib yang Memukau

Kecerdasan Ali bin Abi Thalib yang Memukau

’Ali bin Abi Thalib ialah seorang sahabat yang terlalu jenius. Ia dibesarkan oleh Nabi Muhammad Saw. dan berkesempatan menemani Nabi selama 30 tahun. Ibnu Ishaq menceritakan dari Mujahid bin Jabir bahwa saat suku Quraisy didera krisis pangan, Abu Thalib mempunyai beberapa tanggungan anak. Nabi Saw. pun berinisiatif membantu mereka dengan mengajak pamannya yang kaya di antara Bani Hasyim, yaitu ’Abbas. Kata Nabi, ”Paman, Abu Thalib mempunyai beberapa Famili yang wajib ditanggungnya. Padahal, seperti engkau lihat sendiri, kita seluruh tengah mengalami kerepotan hidup. Bagaimana jikalau kita menjumpai Abu Thalib dan membantunya meringankan bebannya. Saya akan mengasuh bagian anaknya, dan engkau juga akan mengasuh 1 anaknya”.

’Abbas menerima ajakan Nabi tersebut. Mereka berdua pun berangkat ke rumah Abu Thalib. sesudah berjumpa Abu Thalib, mereka berdua berkata, ”Kami berdua ingin membantumu meringankan beban keluargamu dengan mengasuh anak-anakmu sampai kondisi yang sulit ini pulih kembali.” Abu Thalib menjawab, ”Tinggalkan ’Aqil bersamaku di sini. Masing-masing Anda semua boleh memilih selain dia”.

sesudah itu, Nabi membawa ’Ali sedangkan ’Abbas membawa Ja’far untuk dirawat dan dididik. Semenjak itu, ’Ali hidup berbarengan Nabi Muhammad sampai Allah mengangkat beliau jadi Nabi dan Rasul. ’Ali pun ikut beliau, beriman ke beliau dan membenarkan risalah beliau. Adapun Ja’far tinggal bersana ’Abbas sampai ia masuk Islam dan dapat hidup mandiri.

Ali ialah bagian intelektual terbesar di antara para sahabat Nabi. Sebagaimana Aristoteles, beliau juga dikenal selaku bapak ilmu pengetahuan Islam. Di dalam kitab Izalat Al-Khifa’, Shah Waliyullah memuji intelektualitas ’Ali yang tinggi selaku akibat didikan yang diberikan Nabi. Keadaan sebenarnya ini dikuatkan oleh pernyataan Nabi sendiri, ”Saya ialah gudang ilmu pengetahuan dan ’Ali ialah gerbangnya”. Ia juga dinilai selaku ahli tafsir. Selama 6 bulan ke-1 kekhalifahan Abu Bakar, ia mengatur bab-bab Al-Qur’an menurut urutan waktu turunnya wahyu.

Loading...
loading...

’Ali juga dikenal selaku seorang mujtahid dan ahli hukum pada zamannya. Ia sanggup menuntaskan hal-hal yang pelik dan yang paling musykil sekalipun. Bahkan ’Umar dan sayyidah ’Aisyah menyampaikan bermacam kerepotan yang mereka hadapi ke beliau. Dikisahkan, pada suatu waktu 2 wanita bertengkar memperebutkan seorang bayi laki-laki. Masing-masing mengumumkan bahwa bayi itu ialah anaknya. Ke-2 wanita itu lalu dibawa menghadap ’Ali. Sesudah mendengarkan penjelasan masing-masing dari ke-2 wanita tersebut, ia memerintahkan supaya bayi itu dipotong-potong. Menguping hal itu, seorang di antara wanita tadi langsung menangis dan dalam linangan air mata memohon ke khalifah untuk menyelamatkan si bayi dan dialah ibu si bayi yang sesungguhnya. ’Ali langsung memberikan bayi itu pada ibunya, dan menghukum wanita yang satunya lagi. ’Umar pernah mengomentari ’Ali selaku berikut, ”Semoga Allah menjaga; kita boleh saja berhadapan dengan isu yang kontroversial, tetapi ’Ali senantiasa dapat menyelesaikannya.”

Suatu hari, seorang perempuan jatuh cinta ke seorang pemuda dari sahabat Anshar. Sebab pemuda itu tidak mau memenuhi keinginannya, perempuan tersebut melaksanakan tipu muslihat kepada pemuda tadi. Dia mengambil telur, lantas kuning telurnya dia buang dan putih telurnya ia tumpahkan ke ke-2 paha dan pakaiannya.

Perempuan itu lantas Hadir ke khalifah Umar bin al-Khatthab seraya berteriak, “Laki-laki ini sudah memperkosa saya dan mempermalukan saya pada Famili saya. Ini ialah bekas perbuatannya.

Umar menanyakan ke beberapa perempuan, mereka menjawab, “Di badan dan pakaiannya ada bekas sperma.” Umar berniat akan menghukum pemuda itu, tetapi ia memohon pertolongan sambil berkata, “Wahai amirul mukminin, hendaknya Anda lihat dulu perkara saya. Untuk Allah, saya tidak melaksanakan zina dan tidak pernah berniat melakukannya. Dia merayu saya, lalu saya menjaga diri.”

Menguping penjelasan itu, Umar memanggil Ali dan menanyakan, “Wahai Abu al-Hasan, bagaimana pandangan Anda Soal perkara mereka berdua?.” Ali lantas menyaksikan cairan yang ada di baju di perempuan. Dia meminta diambilkan air panas yang mendidih. Waktu Ali menuangkan air ke baju perempuan tersebut, ternyata putih telur itu mengkristal. Ali lantas mengambilnya, menciumnya dan mencicipinya. Dengan sedemikian, Ali tahu bahwa yang ada di baju perempuan itu bukan sperma, tetapi putih telur yang sengaja ditumpahkan untuk menjebak pemuda yang dicintainya tadi. Ali kemudian mengancam perempuan tersebut sampai akhirnya mengakui perbuatannya.

Loading...

Source by Ahmad Naufal

loading...

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

KOLOM KOMENTAR ANDA :