Kapitra Ampera Ancam Polisikan Amien Rais kalau Tidak Minta Maaf dalam 7 x 24 Jam

Kapitra Ampera Ancam Polisikan Amien Rais jika Tak Minta Maaf dalam 7 x 24 Jam
Loading...

Kapitra Ampera Ancam Polisikan Amien Rais kalau Tidak Minta Maaf dalam 7 x 24 Jam

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kapitra Ampera meminta Amien Rais minta maaf untuk Kapolri Jend. Tito Karnavian.Menurut Kapitra, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu wajib minta maaf sebab sudah meminta Presiden Joko Widodo mencopot Tito.

“Saya minta Amien Rais klarifikasi itu dan minta maaf untuk Jend. Tito dan kepolisian,” ucap Kapitra dalam konferensi pers di pos komando pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).

Kapitra memberi batas waktu untuk Amien selama 7 x 24 jam.

Kalau dalam waktu itu belum ada permintaan maaf, maka Kapitra yang juga berprofesi selaku pengacara ini akan menempuh langkah hukum.

“Jikalau tidak diindahkan, kami akan laporkan ke polisi. Mulai hari ini, jadi Kamis depan tidak melaksanakan itu, kami lapor ke polisi,” kata dia.

Kapitra menilai, permintaan Amien supaya Tito dicopot dari posisi Kapolri tidak berdasar. Harusnya, kata dia, Amien Rais fokus saja menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya tanpa wajib melempar tudingan untuk pimpinan Polri.

“Padahal dia diperlakukan terlalu baik (waktu diperiksa pihak kepolisian). Kekuatiran dia, kecemasan dia, kan tidak terbukti. Toh diperlakukan dengan baik. Tetapi kenapa wajib menyerbu Tito dan kepolisian,” ujar Kapitra.

Amien Rais sebelumnya meminta Presiden Republik Indonesia Jokowi atau Joko Widodo mencopot Kapolri Jend. Tito Karnavian.

Hal itu disampaikan Amien waktu Sampai di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018), untuk diperiksa selaku saksi atas Perkara penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.

“Saya tidak akan panjang-panjang, saya minta ke Pak Joko Widodo supaya Pak Kapolri Tito cepat dicopot. Alasannya, Anda cari sendiri,” ucap Amien.

walau sedemikian, ia tidak menerangkan secara terang mengapa ia melontarkan permintaan tersebut.

“Saya percaya stok pimpinan Polri yang jujur dan mengabdi bangsa negara masih beberapa untuk ganti Pak Tito. Kita cinta polisi selaku keamanan nasional tapi jika ada oknum yang tidak benar wajib diganti,” sebutnya.

Akan tetapi setelah menjalani pemeriksaan sikap Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais berubah drastis.

Amien merasa dimuliakan selama menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

“Saya dihormati, dimuliakan ya, oleh para penyidik. Dan betul-betul suasana akrab, full canda, tawa dan lain-lain,” kata Amien setelah diperiksa.

loading...

Amien masuk ke lobi Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro jaya kisaran pukul 10.00 WIB dan keluar kisaran jam 16.00 WIB.

Dia menjelaskan, kalau dilihat dari sisi waktu, pemeriksaan dirasa cukup lama. walau sedemikian, kata dia, separuh waktu dipakai untuk makan, shalat dan berbincang-bincang. “Jadi jika ingin tahu, siang tadi makan gudeg ayam kampung. Lantas ditantang jika mau, nasi jamblang ada. Eh, nasi timbel. Tetapi jika (makan) beberapa tidak cukup,” cerita Amien.

Sebanyak 30 pertanyaan yang disodorkan kepadanya juga langsung pada pokok Perkara. Amien merasa tidak ada Citra pemeriksaan yang berbelit-belit atau menjebak dirinya.

“Jadi sedemikian smooth dan baik. Dan pertanyaannya straight, tidak muter-muter apalagi menjebak. Tidak ada. Jadi saya terima kasih sekali,” kata dia.

Akan tetapi, Amien ogah menerangkan lebih rinci terkait materi pertanyaan yang diusulkan.

sebelum ini pada 2 Oktober 2018, Amien bersama-sama capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Wakil Ketum Partai Gerindra Fadli Zon sempat berjumpa Ratna Sarumpaet.

Waktu itu, Ratna mengklaim dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tidak dikenal, di kisaran Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Akan tetapi, pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya bohong belaka. Legitimasi Ratna ini sesudah ada penyelidikan kepolisian yang tidak menemukan bukti adanya penganiayaan Ratna.

sebelum ini, Yusril Ihza Mahendra, menghargai kesediaan Amien Rais datang dan jadi saksi untuk Perkara berita bohong yang menjerat Ratna Sarumpaet.

Akan tetapi, tindakan Amien Rais yang mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Kapolri Jend. Pol Tito Karnavian waktu Hadir ke Polda Metro Jaya, dianggap Yusril Adalah tindakan yang tidak Penting.

Menurut Yusril, tindakan kepolisian telah pas terkait pemanggilan Amien Rais yang berstatus saksi dalam Perkara Ratna Sarumpaet.

“Ini beda dengan desakan saya yang mempersoalkan keabsahan Hendarman Supandji selaku Jaksa Agung tahun 2010. Sebab saya anggap Jaksa Agung tidak sah, maka saya Tidak mau diperiksa, sebab kejaksaan itu Adalah 1 kesatuan,” tegasnya, untuk TribunJatim.com melalui aplikasi pesan singkat, Rabu (10/10/2018).

Kata Yusril, ungkapan dirinya terkait Jaksa agung tidak resmi itu bukan isapan jempol belaka.

“Saya membuktikannya di Mahkamah Konstitusi, sehingga akhirnya Hendarman Supandji diturunkan dari jabatan Jaksa Agung,” bebernya.

Yusril juga menyebut, bahwa ungkapan Amien Rais yang mendesak Kapolri Tito Karnavian dicopot tidak mempunyai landasan dan argumentasi, dan bisa dikategorikan selaku mengada-ada untuk pengalihan perhatian.

(tribunnews.com/beritaterheboh/suaraislam)


Suara Islam by Ahmad Zaini

Loading...

INFO ANEH TAPI NYATA

____________________________
loading...

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :