Home / Inspirasional / kan ku pakai celana cingkrang agar kau senang

kan ku pakai celana cingkrang agar kau senang

kan ku pakai celana cingkrang agar kau senang

 

aku pergi tahlil, kau bilang itu amalan jahil

aku baca shalawat burdah, kau bilang itu bid’ah

lalu aku harus bagaimana…

 

aku bertawasul dengan baik, kau bilang aku musrik

aku ikut majlis zikir, kau bilang aku kafir

lalu aku harus bagaimana…

 

aku sholat pakai lafadz niat, kau bilang aku sesat

aku mengadakan maulid, kau bilang tak ada dalil yang valid

lalu aku harus bagaimana…

 

aku gemar berziarah, kau bilang aku alap-alap berkah

aku mengadakan selametan, kau bilang aku pemuja setan

lalu aku harus bagaimana…

 

aku pergi yasinan, kau bilang itu tak membwa kebaikan

aku ikuti tasawuf sufi, malah kau suruh aku menjauhi

 

ya sudahlah…  aku ikut kalian…

 

kan ku pakai celana cingkrang, agar kau senang

kan kupanjangkan jenggot, agar dikira berbobot

kan ku hitamkan jidad, agar dikira ahli ijtihad

aku kan sering menghujat, biar dikira hebat

aku kan sering mencela, biar dikira mulia

 

ya sudahlah… aku pasrah pada Tuhan yang ku sembah…

 

Oleh: kunarto bloko,

terinpirasi dari puisi Gus Mus:  ” Kau ini bagaimana atau ku harus bagaimana? ”

 

98 comments

  1. Semoga para penganut Wahabi mampu merenungkannya, sebab puisi di atas sebenarnya merupakan sindiran buat mereka. Dan semuanya sudah terbukti di blog ini bahwa semua amalan muslimin yg dihina Wahabi adalah amal sholih….

  2. Mantab nih mas @admin
    “lalu aku harus bagaimana…”
    “ya sudahlah… aku pasrah pada Tuhan yang ku sembah…”
    Mantab…….

  3. Tambahan : “Aku mau masuk neraka asalkan dingin…….”

  4. Aku ga mau dengerin wahabil, karena mereka jahil
    Aku ga mau ikutin wahabil, karena mustahil

    Ayaha ibuku, kakek nenekku, semua aswaja
    apakah aku harus beda sama mereka??

    oohhh wahabi, terima kasih karena kau sudah ada
    karena aku jadi lebih paham akan aswaja

  5. aku membaca tahlil tapi tidak tahlilan kau bilang wahabi
    aku membaca sholawat ibrahimiyyah tidak mau membaca sholawat bid’ah kau bilang aku wahabi

    aku bertawasul dg Asmaul Husna, dg amal baik kita, dg orang sholeh yg masing hidup, dll tapi tidak dg mayat kau bilang aku wahabi.
    aku berdzikir sesuai syariat kamu bilang aku wahabi

    aku niat sholat dlm hati sesaui contoh Rasulullah tidak di ucapkan, kau bilang aku wahabi.
    aku juga maulid dg puasa senin tidak dg perayaan bid’ah, kau bilang aku wahabi.

    aku gemar ziarah kubur sesaui syar’i tdk dg ziarah bid’ah , kau bilang aku wahabi.
    aku nggak mau selamatan krn bid’ah, sedang aku berdo’a u diri, keluarga, kaum muslimin sehabis sholat atau waktu lainya kau bilang aku wahabi.

    aku juga baca surat yasin tapi tidak di khusus-kan yasinan , kau bilang aku wahabi.
    aku tidak ikut sufi, tapi ittiba’ kpd Rasulullah , aku kau bilang wahabi.

    ya….sudah jika memang wahabi merupakan manhaj yg haq maka katakan aku sbg WAHABI.

    demikianlah umat ini, ketika sunnah-sunnah berupa celana nggak boleh isbal, memanjangkan jenggot, merapatkan shaf sholat, namun demikian masih enggan melakukan.

    • Dulu para Ulama Wali Songo dan da’i Nusantara mengislamkan orang-orang kafir, kini Wahabi justru datang mengkafir-kafirkan kaum muslimin.

      Hebat deh wahabi prestasinya dalam mengkafir-kafirkan kaum muslimin! Membid’ah-bid’ahkan amalan kaum muslimin, itulah prestasi kebanggaan Wahabi. Merasa sok sunnah, tapi malah malu-maluin ajaran Islam. Jenggot panjang berantakan makan lahap di warung Padang dg jidat hitam n celana cingkrangnya, sungguh aku malu melihatnya.

  6. selamat anda jadi wahabi tulen, sperti panah yg melesat tidak bisa kembali, kecuali dr diri anda sendiri, sungguh kasihan ortu anda, meski anda bs mendoakan mrk, tp anda pastinya ga mau membaca qur’an utk ortu anda spt pAman anda , sodar Anda, krn anda anggap bid’ah….nauzubillah…kasihan ortu anda nanti setelAh meninggal, anaknya jd anak dlm kesesatan wahabi…nauzubillah

  7. wahabi dikepalanya cuma bid’ah, mengkairkan muslim, padahal Nabi SAW telah melaknat org2 spt itu dg mudahnya mengkafirkan muslim yg lain….nauzubillah

  8. is: demikianlah umat ini, ketika sunnah-sunnah berupa celana nggak boleh isbal, memanjangkan jenggot, merapatkan shaf sholat, namun demikian masih enggan melakukan.

    Menurut Al Sunnah, Isbal yg dilarang itu yg untuk kesombongan, sama halnya pakai celana cingkrang kalau buat menyombongkan diri juga tak ada tuntunannya. Tapi ngomong-ngomong masak sih Nabi Saw pakai celana cingkrang?

  9. Nabi SAW menyukai memakai gamis…bukan celana cingkrang…

  10. assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. gimana pada sehat saudaraku semua. Mudah-2 Allah senantiasa memberikan saya dan kamu nikmat baik itu nikmat islam dg aqidah yg lurus juga nikmat kesehatan maupun nikmat-2 yg lain. aamiin.

    kamu adalah saudara-ku se-Islam…….wah……katanya wahabi suka mengkafirkan, ternyata nggak ya…..berarti….apa itu namanya…. itu fitnah.

    tidak boleh menuduh per personal dg tuduhan ahlu bid’ah atau kafir tanpa mengetahui pemahaman personal tsb

    ini kita share ilmu, mohon di koreksi bila nggak setuju.

    Penampilan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Celana Setengah Betis

    Perlu diketahui bahwasanya celana di atas mata kaki adalah sunnah dan ajaran Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini dikhususkan bagi laki-laki, sedangkan wanita diperintahkan untuk menutup telapak kakinya. Kita dapat melihat bahwa pakaian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berada di atas mata kaki sebagaimana dalam keseharian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Dari Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata :

    سَمِعْتُ عَمَّتِي ، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ : « اِرْفَعْ إِزَارَكَ ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ مَلْحَاءُ) قَالَ : « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ

    Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’ Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata,”Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai teladan?” Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua betisnya.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Muhammadiyyah, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih).

    saudaraku……saya yakin, saya dan kamu adalah pencari kebenaran.
    telah banyak- tuduhan dan bantahan mulai setelah Rasulullah wafat hingga kiamat nggak akan berhenti
    telah banyak dalil-2 di sampaikan dr masing-2.

    namun kalanya, kita pakai nurani dan nalar u mendukung pemahaman kita.

    misal :

    pertama : wahabi adalah di mana ulama-2 yg dg manhaj-nya telah mewarnai 2 kota suci umat islam, kota suci kamu pula. yaitu mekkah dan madinah. maka mungkin-kah Allah ridho dan membiarkan Ke 2 kota suci yg di dalamnya ada 2 masjid bila sholat dg keutamaan 100 ribu, dan 1000 kali lipat dari pada masjid lainya , di kuasai orang sesat dan kafir sebagaimana tuduhan musuh-2 tauhid…..?!!!

    ke-dua : banyak ulama yg kamu ikuti, dan kamu kagumi satu manhaj dg kamu , namun sekuler, berpendapat semua agama sama masuk surga asal berbuat baik. apa benar agama islam itu kayak gitu. apa kita nyaman berbaur dg manhaj tg demikian.

    wallahu a’lam

    • @is
      Alhamdulillah ane sehat wal afiat, gak kekurangan dari Iman, sandang dan pangan, Insya Allah ente juga begitu.
      @is ane kan gak isbal, ane malu buangets, nti orang2 bilang ane ahli agama lagi, kan jadi gak enak.
      @is Rasulullah kan punya istri 4, apa ane kudu punya istri 4 juga, nti ente bilang ane gak ikutin sunnah lagi!!. Ane kasian sama hareem ane sih.
      Dari 2 itu, menurut ente pengertian sunnah jadinya apa @is ?
      Ane sangat2 mencintai Nabi Muhammad saw, jadi ane shalawatan. Ane juga lihat ayat Al Qur’an : “(yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha luas ampunanNya dan dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu ; Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci, dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (An-Najm : 32)”.

      @is ente kan tau, kalau arab saudi itu punya hansip Yahudi (Amerika), kalau arab saudi diserang kan hansipnya yang maju dan kenapa mesti mereka ya, padahal arab saudi tau itu bid’ah dhalalah dan sesat, karena arab saudi sdh menentang Al Qur’an jelas buangets : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya” , (Ali Imran, 118).

      Ane tunggu jawabannya ya @is, kata ente ane saudara ente, jadi bisa dijawab dong!!!

    • is: Dari Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata :

      سَمِعْتُ عَمَّتِي ، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ : « اِرْفَعْ إِزَارَكَ ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ مَلْحَاءُ) قَالَ : « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ

      Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’ Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata,”Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai teladan?”

      Is, aya-aya wae Nte, jelas sarung gitu kok ditakwil jadi celana cingkrang? Tumben neh ada Wahabi doyan takwil, apa gak haram itu takwil menurut Wahabi? Kok gak konsisten ya? Dasar emang ilmu bathil gak ada konsistensinya…. alias plin plan hanya yg cocok dg hawa nafsunya aja.

      • @ Alvin Albani: “Is, aya-aya wae Nte, jelas sarung gitu kok ditakwil jadi celana cingkrang? ”

        Ibnu Hazm رحمه الله berkata,”Isbal ini adalah umum untuk celana, sarung, gamis dan seluruh pakaian.” [Al-Muhalla 4/100 Kitab Shalah].

        Imam ath-Thabrani رحمه الله berkata,”Disebutnya kata-kata izar (sarung) di dalam hadits-hadits tersebut adalah karena kebanyakan kaum muslimin di masa Rasulullah memakai sarung dan rida’, dan ketika orang-orang mulai memakai gamis (jubah) maka hukumnya adalah hukum yang terkena atas sarung. Ibnu Bathhal mengatakan bahwa ini adalah qiyas yang shahih walau belum datang keterangan yang mengkhususkan untuk baju karena ia (hukum atas izar) mencakup semua itu.” [Fathul Bari 10/262 Kitab al-Libas].

    • is: kamu adalah saudara-ku se-Islam…….wah……katanya wahabi suka mengkafirkan, ternyata nggak ya…..berarti….apa itu namanya…. itu fitnah.

      Wahabi kalau kepepet doang ngaku saudara pada yg beda paham, tapi kalau punya kesempatan buat Nte halal tuh darahnya orang2 yg beda paham dg Nte. Bukankah begitu ajaran Wahabi, itu taktik katanya ulama-ulama Nte. Itu strategi kan?

    • @is

      Kalau anda suka pakai celana cingkrang, silahkan is. Tapi saya tidak rela jika anda memfitnah Nabi Muhammad dg menuduhnya pakai celana cingkrang. Kenapa kalian tega memfitnah Nabi Saw seperti itu? Ketahuilah Nabi Muhammad itu gemar pakai imamah di kepalanya, sedangkan Wahabi tidak suka pakai imamah di kepala. Nabi Muhammad suka pakai gamis / jubah, sedangkan kalia Wahabi anti jubah.

      Oleh karena itu sobat is, kalau memang anda suka pakai celana cingkrang silahkan, tapi janganlah kau atas-namakan sunnah Nabi, sebab Nabi tidak ada ceritanya pakai celana cingkrang. Jangan fitnah Nabi pakai celana cingkrang.

  11. Dari Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata :

    سَمِعْتُ عَمَّتِي ، تُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهَا قَالَ : بَيْنَا أَنَا أَمْشِي بِالمَدِيْنَةِ ، إِذَا إِنْسَانٌ خَلْفِي يَقُوْلُ : « اِرْفَعْ إِزَارَكَ ، فَإِنَّهُ أَنْقَى» فَإِذَا هُوَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا هِيَ بُرْدَةٌ مَلْحَاءُ) قَالَ : « أَمَّا لَكَ فِيَّ أُسْوَةٌ ؟ » فَنَظَرْتُ فَإِذَا إِزَارَهُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ

    Saya pernah mendengar bibi saya menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, karena itu akan lebih bersih.’ Ternyata orang yang berbicara itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata,”Sesungguhnya yang kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan aku sebagai teladan?” Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya di pertengahan kedua betisnya.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Muhammadiyyah, hal. 69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih).

    owww Nabi SAW pake sarung yah??? kirain pake celana cingkrang, thanx wat infonya saudara IS…oh iya perihal sodara mensodara, jadi inget cerita temen ane di perumahannya, deket rumahnya ada mushola tp dia ga sholat disitu, dia sholat di mushola 1 nya lagi, ga jauh juga, naah ada tetangganya yg wahabi ini tau temen ane itu sholatnya di mushola yg 1 nya….eeehh waktu tuh wahabi lewat depan temen ane lg bicara ma tetangganya, tetangganya ditegor, temen ane ngga….inikah sodara yg harusnya kita panjangkan silaturahmi????

  12. Is@
    is, Nte dan orang2 Wahabi keterlaluan deh, masa menuduh Nabi Saw pakai Celana cingkrang? Ter laaa.. lu…! Nte ingin mempermalukan Nabi Saw di tengah Ummat Manusia? Terlalu deh Wahabi….

    Mana bunyi hadits yg Nte kutip itu yg menceritakan Nabi pakai celana cingkrang? Terlalu deh kalian Wahabi…

  13. Bismillaah,

    Sudahlah, pakaian di atas mata kaki itu jelas-jelas sunnah. Kalau kalian tidak mampu melaksanakan sunnah tersebut, janganlah memperolok-olok orang yang melaksanakannya. Saya khawatir kalian akan memperolok-olok Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena kain beliau di atas mata kaki.

    Wallaahu a’lam.

    • Ibnu Suradi bantuin Is@ dg modal ngotot ya? Soal celana Cingkrang itu Sudah jelas2 fitnah kepada Nabi Muhammad kok masih ngotot aja? Mana ada Nabi Saw pakai celana Cingkrang? Yang ada ceritanya itu Nabi pakai Jubah, gamis , imamah di kepala atau pakai sarung di atas mata kaki, bukan pakai celana cingkrang! Jika kalian suka pakai celana cingkrang, silahkan aja asalkan tidak usah ngotot mengatasnamakan sunnah Nabi.

      Nte mestinya pakai imamah, itu kan sunnah Nabi? Nte mestinya pakai jubah, itu kan sunnah Nabi? Lho kok malah Nte suka pakai celana cingkrang lalu kau atas-namakan sunnah Nabi? Itulah fitnah kalian kepada Nabi Saw. mBok sadar dikit lah biar tidak jadi fitnah atas Nama Nabi Saw.

      Jadi mestinya Nte lebih memilih pakai Jubah, Imamah di kepala seperti Habib Munzir atau sarung di atas mata kaki yg sudah jelas dalilnya. Katanya kalian Wahabi Ahlussunnah satu-satunya, eh kok malah memfitnah Nabi dg atas nama Sunnah? Keter lalu an… deh, katanya Alvin Albani di atas.

  14. Maaf kang, mas IS kan tampilkan hadist ttg Nabi SAW pakai sarung di atas mata kaki, kami pun spt itu, nah si IS kan bersikeras pake celana jauh di atas mata kaki, biasanya kami di majelis pakai sarung juga di atas mata kaki.
    Mungkin Mas IS harus cari Hadist ttg celana di atas mata kaki, setau ane wahabi kan kalo memahami hadist secara zahir/tekstual/literatur…anti takwil, di Hadist Mas IS tunjukkan bukannya celana tapi Nabi SAW pakai sarung, pengertian zahirnya yah sarung, beda sama celana…mohon penjelasannya.

  15. @mas is
    assalamualaikum . sekedar mengingatkan ja.. mohon di ajari sholawat ibrohimiyah yg mas is baca.. ane mau belajar nih.. mohon pake tulisan arab ya. thanks…

  16. Dengan hadist yang dicopas @is berasal dari Kitab Al Baihaqi judul Al Jamie Ash Shagir.
    Kita lihat lagi Hadist Muslim dalam kitab Al Libaas hadist No. 2080 : “Dari Abu Burdah dari ayahnya berkata : “Aisyah pernah memperlihatkan kepada kami sebuah kain bertambal yang tebal serta kain sarung yang tebal juga. Aisyah berkata : “Rasulullah saw meninggal dunia disaat mengenakan kedua helai kain ini”.
    Dari Ummu salamah rha, ia berkata : “Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah Gamis”. (Abu dawud, Muslim No. 4025).

    Wahabi merasa kalau sudah cingkrang, sudah merasa paling sunnah dan sudah bisa mengkafirkan selain golongannya. Padahal masih banyak sunnah2 yang lain, yang belum dikerjakan.
    Contohnya masalah Rambut. Dari Aisyah rha, berkata : “Aku pernah mandi bersama Rasulullah saw dalam satu bejana, beliau memiliki Rambut yang sedikit diatas bahu dan dibawah ujung telinga”. (HR Bukhari dan Muslim serta HR Ahmad bin Hanbal ra jil. VI hal 108).
    Dari rambut ini Muhammad ibn Abdul Wahab (pendiri wahabi) memerintahkan agar pengikutnya “memotong rambut sampai plontos (botak)”, bagaimana ini “sementara pengikutnya berteriak-teriak sunnah, tapi pendirinya menyuruh memangkas sunnah”. Nauzdubillah.

    Coba deh dipikirin saudara-saudaraku yang mengikuti wahabiyun, sebelum terlambat.

    • Nahh, itulah Mas Ucep, kan jadi jelas sekarang masalah celana cingkrang itu meleset dari Sunnah? Sudah meleset kaya gitu masih saja ngotot itu Om Ibnu suradi bantuin is@ yg sudah kerepotan mempertahankan sunnah palsunya.

      Beragama merasa sok sunnah kok modal ngotot, ampuuunnn deh?

  17. @admint
    mampir titip link
    http://www.benderaaswaja.com

    hhheeeee……heee…..

  18. walaupun temen-temen bawakan hadits riwayat bukhari dan penjelasan imam ibnu hajar pun, saya yakin rekan-rekan di ummati ga akan menerima….

    nasehat itu haknya diberikan pada orang yang memang butuh nasehat, ga perlu kita berikan pada orang yang suka mengolok-olok sunah..

    terlalu mulia sunah rasul untuk dijadikan bahan olok-olok,

    Ya Allah maafkan saudara-saudara muslimku ini, sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak tahu…

    semoga Allah masih memberikan uzur

  19. ananaja@
    Jika memang ada hadits Imam Bukhori yg menceritakan Nabi Pakai Celana Cingkrang tolong sebutin aja. Kalau tidak ada ya sudah semestinya tdk perlu ngotot. Kalian ini korban TIPU DAYA ajaran Wahabi sehingga menuduh ASWAJA tidak menerima hadits Imam Bukhori. Tetapi faktanya kami Aswaja menjadikan Imam Bukhori – Imam Muslim sebagai rujukan setelah Al-Qur’an.

    Jadi Nte itu ngawur akibat keracunan Virus Wahabi, sehingga mudah ngomong tanpa bukti.

  20. @ananaja
    “walaupun temen-temen bawakan hadits riwayat bukhari dan penjelasan imam ibnu hajar pun, saya yakin rekan-rekan di ummati ga akan menerima….”
    Begitu juga kalau diberikan/dijelaskan hadist atau ayat oleh aswaja dengan jelas, ane yakin saudara-saudara diSAWAH ga akan menerima …., karena ketahuan belangnya, gak mudeng atau merasa pinter atau kalau dah kepepet bicara :
    “nasehat itu haknya diberikan pada orang yang memang butuh nasehat, ga perlu kita berikan pada orang yang suka mengolok-olok sunah..
    terlalu mulia sunah rasul untuk dijadikan bahan olok-olok,”
    Karena semua SAWAH sudah pada pinter, sampai ayat dan hadist diPALSU, di obok-obok, bagaikan ciptaan manusia aja!!!

    Yah begitulah SAWAH!!!!!!

  21. Uih aku suka sekali dengan situs ini, juga koen-komen temen disini, mudah-mudahan tetap sehat wal’afiat, situs yang bagus untuk menjaga kondisi tubuh jiwa dan pemahaman agar tidak tertular virus perusak ideologi…

  22. aku memang sangat mengagumi manhaj salaf, dan aku akan berusaha istiqamah menjadi salaf.., dan aku pun tau semua salaf tidak memvonis sembararangan bahwa seseorang itu kafir, salaf yang sembarangan memvonis seseorang kafir adalah kaum khawariz…

    • yakin mas kalo wahabi ga mengkafir-2 kan??? kok MAW justru malah sebaliknya yah???

      • jelas itu kaum khawariz…saya sudah mempelajari salafy dan tidak ada ajaran seperti itu, yaitu mengkafirkan orang muslim yang mengerjakan kebidahan atau pemimpin muslim yang tidak menggunakan syariat islam..

        • ayooo baca lg kitab MAW, fatwa2 wahabi, kitab ulama wahabi yg lain mas…..

          • yang saya pelajari tentang salafy jelas tidak ada ajran tentang pengkafiran kepada sesama muslim meskipun di ahli bid’ah…yang mudah sekali mengkafirkan kepada sesama muslim padahal dia tidak keluar dari islam dalah khawarij…

            siapa MAW silakan buka http://almanhaj.or.id/content/827/slash/0

          • “aku pd wkt itu tdk mengerti makna la ilahaa illallah dan tdk mengerti agama Islam, sblm kebaikan yg dianugerahkan oleh Allah. demikian pula guru-guruku, tdk seorangpun di antara mrk yg mengetahui hal tsb. barangsiapa yg berasumsi di antara ulama Aridh (Riyadh) bhw ia mengetahui makna la ilahaa illallah atau mngetahui makna Islam sblm wkt ini, atau berasumsi bhw di antara guru-gurunya ada yg mengetahui hal tsb, berarti ia tlah berdusta, mereka-reka (kebohngan), menipu manusia dan memuji dirinya dg sesuatu yg tidak dimilikinya”. perkataan Syaikh MAW ini ditulis muridnya Syaikh Ibn Ghannam dlm Tarikh Najd hal. 310, berarti syaikh MAW telah mengkafirkan guru2nya, semua ulama dan mengkafirkan dirinya sblm menyebarkan faham wahabi.

            dlm al-Durar al-Sanniya fi al-Ajwibat al Najdiyah, kumpulan fatwa2 ulama wahabi yg di-tahqiq syaikh abdurrahman bin Muhammad bin qasim, ada pernytaan syaikh MAW bhw ilmu fiqih dan kitab2 fiqih mahzab empat yg diajarkan para ulama adalah ilmu syirik, sdgkan para ulama yg menyusunnya adalah syaitan2 manusia dan jin ( al-Durar al-Sanniyah, juz 3 hal 56)

            dlm kitAb Kaifa Nafhamu al-Tauhid, karangan Muhammad bin Ahmad Basyamil disebutkan : ” aneh dan ganjil, ternyata Abu Jahal dan Abu Lahab lbh banyak tauhidnya kpd Allah dan lbh murni imannya kpd-NYA daripada kaum Musliminyg bertawassul dg para wali dan org2 saleh dan memohon pertolongan dg perantara mrk kpd Allah. ternyata Abu jahal dan Abu Lahab lbh banyak tauhidnya dan lbh tulus imannya dari mrk kaum muslimin yg mengucapkan TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD RASUL ALLAH” (Muhammad bin ahmad basyamil, Kaifa Nafhamu al-Tauhid, hal. 16)

  23. @is, sudahlah jangan berdebat, biarkan mereka melakukan faham mereka sendiri, antum sudah memberi tau tentang apa yang antum ketahui…

  24. @dadan….memang yg is tahu sudah banyak?

    • saya tidak tahu, tanyakan saja sama dia, cuma saya bilang sudah agar tidak memperpanjang peredebatan ini, seperti keterangan berikut:

      Imam al-Harawi meriwayatkan dari ‘Aisyah bin Abdul Aziz, katanya, saya mendengar Imam Malaik berkata: “Hindarilah bid’ah”. Kemudian ada orang yang bertanya, “Apakah bid’ah itu, wahai Abu Abdillah?”. Imam Malik menjawab: “Penganut bid’ah itu adalah orang-orang yang membicarakan masalah nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, kalam Allah, ilmu Allah, dan qudrah Allah. Mereka tidak mau bersikap diam (tidak memperdebatkan) hal-hal yang justru para Sahabat dan Tabi’in tidak membicarakannya.”

  25. @Mas Dadan:

    Mas…ini mah punten ya?
    Kalau perkataan Imam al-Harawi itu maksudnya sekedar tidak membicarakan atau berdebat?
    Kalau berdebat memang akan mengeraskan hati…
    Tapi kalau mengkritisi tulisan ulama Wahabi krn meninmbulkan keresahan apakah itu termasuk bid’ah?
    Misalnya, ketika ulama2 Wahabi memfatwakan bahwa tasawuf adalah bid’ah (pengertian Wahabi semua bid’ah itu sesat), jd tasawuf adalah sesat. Kemudian muncul tulisan ulama Wahabi yg menjelek-jelekan Imam Ibnu Araby yg katanya berakidah “manunggaling kawulo gusti/ana al haq” dsb…yang ternyata setelah dikritisi justru Imam Ibnu Araby sendiri mengharamkan akidah “manunggaling kawulo gusti/ana al-haq” tsb dgn merujuk pd manuskrip beliau yg asli ( yg masih dlm bentuk tulisan tangan). Dari kritisasi ini dapat diketahui bahwa buku-buku yg beredar saat ini ttg pemikiran dan kisah Imam Ibnu Araby sudah dimanipulasi/dipalsukan…sehingga fitnah ttg Imam Ibnu Araby merajalela di mana-mana. Begitu pun fitnah terhadap syekh Abdul Kadir Jilani, yg ternyata pemikiran beliau sudah dimanipulasi di buku-buku yg beredar di pasaran saat ini…
    Jikalau kritik thdp suatu tulisan itu tidak dibolehkan, maka “sangat bahaya” (meminjam istilah ustadz Firanda), kita akan pasif dan sekedar menerima informasi…informasi yg salah akan kita telan bulat-bulat jk kita tidak boleh mengkritisi. Tentunya mengkritisi mau tidak mau kita harus membahas…jikalau timbul perdebatan maka itu efek samping dr hal yg dibahas atau dikritik tsb.
    Sekarang tinggal kita bijaksana saja dalam membahasnya…

    Punten lagi ini ya mas…apakah anda pun sudah menegur Web dan blog Wahabi yg menelurkan statement-statement yg dapat menuai kritikan? Jika tidak ingin mendapat kritikan ya jangan nyenggol duluan lah…kalau nyenggol duluan ya pastinya harus mau menjawab bila ditanya “mengapa anda nyenggol saya?”

    Punten ya mas Dadan…

  26. mangga atuh, kembalilah kepada Al Qur’an dan As Sunnah..tinggalkan bid’ah yang sesat..jangan mementingakan hawa nafsu,….trims

  27. “Dan barang siapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).” (Qs. Al-Isra [17]:72)

    • yup, buta karena tidak tau yang bid’ah dan mana yang tidak sehingga sesat…

      • @dadan
        Ente kan jelas surat itu bunyinya, kan ente gak boleh takwil, berarti ente udah takwil, bid’ah dong!!

        • “Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami yang tidak berasal darinya maka ia tertolak”.

          (HR.Bukhari dalam kitab shulh:2697, Muslim dalam kitab Al-Aqdhiyah:4589, Abu Dawud dalam as-sunnah: 4608, Ibnu Majah dalam muqaddimah: 14, Ahmad: 26786, dari hadits Aisyah radhiallahu anha).

          silakan anda berpendapat pa pun, saya sudah terlalu jauh berdebat di sini, semoga Allah mengampuni dosa kita semu Aamiin…mari beribadah sesuai dengan faham kita masing2, dari 73 golongan islam hanya satu yang benar dan hanya Allah yang tau,..trims…mari kita beribadah sesuai dengan tuntunan salafus shalih..

  28. Jadi kesimpulannya sebenarnya simple agar menjadi aswaja; yaitu mengerjakan bid’ah sebanyak banyaknya dan mengerjakan syirik sebanyak banyak dan wajib mencaci mereka yang dinamakan mereka sebaga Wahhabi. gitu aja kok repot iya toh

    • Tamu, ada2 aja Nte. Yg tukang caci itu kan Wahabi, kenapa Nte bolak-balik kenyataan. Coba deh periksa koment2 di blog ini, semua caci maki berasal dari Wahabi. Aswaja cuma kadang aja akibat terpancing kelkuan Wahabi…

  29. Kasihan dong Bin Baz mas @aswaja selalu. jangan gitu ah.

    • maaf kang ucep saya terlalu jujur….

    • kang ucep yg saya copas lg di bawah punya scan or tulisan arab aslinya ??? temen-2 pada minta, saya kehilangan :

      “aku pd wkt itu tdk mengerti makna la ilahaa illallah dan tdk mengerti agama Islam, sblm kebaikan yg dianugerahkan oleh Allah. demikian pula guru-guruku, tdk seorangpun di antara mrk yg mengetahui hal tsb. barangsiapa yg berasumsi di antara ulama Aridh (Riyadh) bhw ia mengetahui makna la ilahaa illallah atau mngetahui makna Islam sblm wkt ini, atau berasumsi bhw di antara guru-gurunya ada yg mengetahui hal tsb, berarti ia tlah berdusta, mereka-reka (kebohngan), menipu manusia dan memuji dirinya dg sesuatu yg tidak dimilikinya”. perkataan Syaikh MAW ini ditulis muridnya Syaikh Ibn Ghannam dlm Tarikh Najd hal. 310, berarti syaikh MAW telah mengkafirkan guru2nya, semua ulama dan mengkafirkan dirinya sblm menyebarkan faham wahabi.

      dlm al-Durar al-Sanniya fi al-Ajwibat al Najdiyah, kumpulan fatwa2 ulama wahabi yg di-tahqiq syaikh abdurrahman bin Muhammad bin qasim, ada pernytaan syaikh MAW bhw ilmu fiqih dan kitab2 fiqih mahzab empat yg diajarkan para ulama adalah ilmu syirik, sdgkan para ulama yg menyusunnya adalah syaitan2 manusia dan jin ( al-Durar al-Sanniyah, juz 3 hal 56)

      dlm kitAb Kaifa Nafhamu al-Tauhid, karangan Muhammad bin Ahmad Basyamil disebutkan : ” aneh dan ganjil, ternyata Abu Jahal dan Abu Lahab lbh banyak tauhidnya kpd Allah dan lbh murni imannya kpd-NYA daripada kaum Musliminyg bertawassul dg para wali dan org2 saleh dan memohon pertolongan dg perantara mrk kpd Allah. ternyata Abu jahal dan Abu Lahab lbh banyak tauhidnya dan lbh tulus imannya dari mrk kaum muslimin yg mengucapkan TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD RASUL ALLAH” (Muhammad bin ahmad basyamil, Kaifa Nafhamu al-Tauhid, hal. 16)

  30. dari 73 golongan muslim, hanya satu yang benar, dan hanya Allah yang tau, mari beribadah sesuai dengan faham kita masing2 trims

  31. Asalamualaikum admin dan teman2 aswaja sekalian, sy baru bikin blog yg di isi oleh tulisan2 oleh ustadz ala kulli hall, nah kl ada postingan yg admin mau dr blog sy silahkan copy aja di sini sebab kata ustadz ala kulli hall memang beliau sengaja menulis untuk membantu para pembela aswaja didumay, tp jg silahkan jika admin bersedia untuk kembali mengkoresi ejaan dr tulisan ustadz ala kulli hall, sebab dlm tulisan beliau banyak menggunakan singkatan kata dan kekurangan lainnya, karna jg beliau menulis hanya dr hp biasa…
    Nama blog ustadz ala kulli haal yg sy bikinkan dgn bersama tmn blogger lain diblogspot.com
    PECINTA RASULULLAH.COM

    Syukron

  32. Ralat : PECINTA RASULULLAH SAW.COM diblogspot.com…. 🙂

  33. @mas Dadan:

    Coba mas baca ini yah…sekedar referensi, semoga kita bs saling menghormati dlm perbedaan…

    Sebuah hadits yang diketengahkan oleh Imam Bukhori dalam shohihnya jilid 1 halaman 304 dari Siti ‘Aisyah ra., bahwasanya ia selalu sholat Dhuha, padahal Aisyah ra. sendiri berkata bahwa ia tidak pernah menyaksikan Rasulallah saw. sholat dhuha. Pada halaman 305 dibuku ini Imam Bukhori juga mengetengahkan sebuah riwayat yang berasal dari Mujahid yang mengatakan : “Saya bersama Úrwah bin Zubair masuk kedalam masjid Nabi saw.. Tiba-tiba kami melihat ‘Abdullah bin Zubair sedang duduk dekat kamar ‘Aisyah ra dan banyak orang lainnya sedang sholat dhuha. Ketika hal itu kami tanyakan kepada ‘Abudllah bin Zubair (mengenai sholat dhuha ini) ia menjawab : “Bidáh”.

    ‘Aisyah ra seorang isteri Nabi saw. yang terkenal cerdas, telah mengatakan sendiri bahwa dia sholat dhuha sedangkan Nabi saw. tidak mengamalkannya. 
    Begitu juga ‘Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) mengatakan sholat dhuha adalah bid’ah, tetapi tidak seorangpun yang mengatakan bahwa bid’ah itu bid’ah dholalah yang pelakunya akan dimasukkan keneraka!

    Dengan demikian masalah baru yang dinilai baik dan dapat diterima ini disebut bid’ah hasanah. Karena sesuatu yang diperbuat atau dikerjakan oleh isteri Nabi atau para sahabat yang tersebut diatas bukan atas perintah Allah dan Rasul-Nya itu bisa disebut bid’ah tapi sebagai bid’ah hasanah. Semuanya ini dalam pandangan hukum syari’at bukan bid’ah melainkan sunnah mustanbathah yakni sunnah yang ditetapkan berdasarkan istinbath atau hasil ijtihad.

    Diambil dari http://www.hal-bidah.blogspot.com

  34. Sebuah hadits yang diketengahkan oleh Imam Bukhori dalam shohihnya jilid 1 halaman 304 dari Siti ‘Aisyah ra., bahwasanya ia selalu sholat Dhuha, padahal Aisyah ra. sendiri berkata bahwa ia tidak pernah menyaksikan Rasulallah saw. sholat dhuha. Pada halaman 305 dibuku ini Imam Bukhori juga mengetengahkan sebuah riwayat yang berasal dari Mujahid yang mengatakan : “Saya bersama Úrwah bin Zubair masuk kedalam masjid Nabi saw.. Tiba-tiba kami melihat ‘Abdullah bin Zubair sedang duduk dekat kamar ‘Aisyah ra dan banyak orang lainnya sedang sholat dhuha. Ketika hal itu kami tanyakan kepada ‘Abudllah bin Zubair (mengenai sholat dhuha ini) ia menjawab : “Bidáh”.

    ‘Aisyah ra seorang isteri Nabi saw. yang terkenal cerdas, telah mengatakan sendiri bahwa dia sholat dhuha sedangkan Nabi saw. tidak mengamalkannya. 
    Begitu juga ‘Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) mengatakan sholat dhuha adalah bid’ah, tetapi tidak seorangpun yang mengatakan bahwa bid’ah itu bid’ah dholalah yang pelakunya akan dimasukkan keneraka!

    Dengan demikian masalah baru yang dinilai baik dan dapat diterima ini disebut bid’ah hasanah. Karena sesuatu yang diperbuat atau dikerjakan oleh isteri Nabi atau para sahabat yang tersebut diatas bukan atas perintah Allah dan Rasul-Nya itu bisa disebut bid’ah tapi sebagai bid’ah hasanah. Semuanya ini dalam pandangan hukum syari’at bukan bid’ah melainkan sunnah mustanbathah yakni sunnah yang ditetapkan berdasarkan istinbath atau hasil ijtihad.

    Diambil dr http://www.hal-bidah.blogspot.com

  35. Alhamdulillah dan trimakasih mas admin atas kesedian mas admin nyedian lapak dimari…
    Oya sementara diblog sy br update 28 tulisan dan insyaAllah yg lain kan menyusul mas…
    Monggo jika sudi Mas Admin keTKP pilih2 artikel yg Mas Admin mau tempel dimari…. 🙂

    Syukron

  36. @mas Dadan:
    Sebetulnya syaitan juga menjerumuskan manusia yg ghuluw thdp suatu ibadah…bukan hanya masalah shalat, bersuci, dan hal2 yg dikemukakan ulama Wahabi…tapi termasuk di dalam berlebihan menghukumi syirik.
    Jd kita perlu juga hati-hati Mas…

    Menurut mas Dadan…syekh Bin baaz berlebihan tidak ketika berencana memindahkan makam Rasulullah Saw dr masjid Nabawi?

    Bukan ngajak debat ini mah…ngajak sharing aja 🙂

  37. Wahabi paling senang kalau diajak debat, nanti Copanya muncul deh. Kalau sudah kehabisan Copas maka muncullah ngeyelnya…. saat ditanya apa yg dicopasnya tidak ngerti deh.

  38. @mas admin & rekan-2 aswaja,

    ane mau tanya ttg hukum memelihara jenggot, menurut wahabi kan wajib memanjangkan jenggot karena banyak perkataan dari imam 4 mahzab & ulama-2 mahzab bilang itu wajib, tidak boleh dipotong…jadinya yg saya lihat ulama wahabi itu jenggotnya panjaaaaang-2….kok beda sama para habib, jenggotnya pendek dan rapih.

    sebenarnya dalil-2 yg mewajibkan itu apa saja kalo memang wajib? dan dalil-2 yg membolehkan memotong & memelihara jenggot itu apa saja ?

    karena para wahabiyyun menghina jenggot para habibana yg pendek-2

    mohon penjelasannya….

  39. Lalu mengeluarkan ajian pamungkasnya…kaburrrr! hehe

  40. rekan-2 ummati ane mau tanya ttg hukum memelihara jenggot, menurut wahabi wajib dipanjangkan, tidak dipotong, jadinya yg saya lihat jenggot-2 ulama wahabi panjang-2 banget, kalo jenggot para habibana kok pendek dan rapih, apa memang sunnah Rasulullah saw jadi wajib? apa memang haram memotong jenggot?

    mohon penjelasannya

  41. tes aja, dr tadi ga bisa-2 komen

  42. assalamualaikum.

    salam kenal sahabat2 semua yang se-Iman.. izinkan saya menimba ilmu di blog ini. sungguh suatu pencerahan buat saya. trims

    wassalam

  43. @aswaja selalu
    ada koq aswaja yg jenggotnya panjang, contoh syekh2 dr tareqat Naqsyabandiyah dr luar negeri, tapi walaupun jenggotnya panjang tetap kelihatan rapih, mereka memakai imamah, dr wajah2 mrk pun bercahaya…..dilihat sedap, dipandang menentramkan hati, kata2nya pun lembut…

    • iya kang, tp hukum memendekkannya ada ga? soalnya menurut wahabi kan haram memotong jenggot, makanya mrk mencela spt ke Habib Munzir yg jenggotnya pendek….

      • Mas coba baca kitab “asy syamil” yang bisa didownload di blog ini, bahasa Indonesia.
        jenggot Rasulullah sekepal, jika lebih dipotong, download aja, kalau mau beli kitab Asy syamil karangan At Tharmidzi.

  44. @Kang Aswaja selalu
    Habib Munzir dicela, tapi wajahnya semakin bercahaya. Yang mencela malah wajahnya kelihatan semakin suram

    Coba perhatiin deh bedanya 🙂

  45. @kang Ucep
    Kang, kalau mau beli kitab-kitab klasik yang masih asli dimana ya? Saya ngeri mau beli buku sembarangan, soalnya udah banyak yang dipalsuin.

    Makasih ya kang Ucep

    • @kenji
      Ini alamat toko buku yang dijamin gak ada saduran wahabi :
      1.Dar El Fikri Indonesia, PT
      Jl Kalibata Tmr I 21,Kalibata,Pancoran
      JAKARTA 12740
      Phone : 021-7974245, 021-7974246, 021-7974247, 021-7995432 (+62)
      Fax : 021-7974247
      2. TOKO MA’RUF
      Menyediakan Kitab-kitab Lokal dan Impor
      Jalan Raya Condet No.30 C (Sebelah SD Global)
      Jakarta Timur
      Website: tokokitabmaaruf.wordpress.com
      Kontak:
      Telp. 021-80876159
      HP. 021-92402845
      Email: maaruf361[at]yahoo.com
      atau
      Toko Buku Sunan Kudus
      Jl. Kwitang Raya – senen jakarta Pusat.

      Kalau yang bahasa Indonesia, tanyakan dulu penerbitnya apa? juga penerjemahnya siapa? hati-hati banyak penerbit dan penerjamah yang melencengkan arti sebenarnya.
      Penerbit & Toko serambi juga bagus tuh, gak ada unsur wahabinya (bisa diantar lagi).

  46. @ucep

    Kang, terima kasih untuk informasi toko kitabnya. Kalau berkenan, mohon sebutkan juga pesantren-pesantren yang bagus.

  47. saya sudah mempelajari manhaj salafy, juga sejarah nya wahabi{muhammad bin abdulwahhab], meraka ada di jalan yang lurus, tapi mereka yang selalu di fitnah,
    saya yakin wahabi adadijalan yang bener.

  48. @abuisa
    Boleh tahu ga buku-buku yang Anda baca itu karangan siapa saja? penerbit mana? Adakah karangan ulama yang seangkatan dengan beliau? Adakah Anda membaca karya ulama-ulama yang menentang beliau seperti kakaknya yang bernama Syeh Sulaiman dan ulama-ulama 4 mazhab lain yang sezaman atau sesudahnya? Kalau Anda sudah membaca dari dua sisi tersebut, mungkin Anda akan lebih dapat menilai. Tentunya pilihan terakhir tetap pada Anda!

  49. Bismillaah,

    Akh Abuisa,

    Saya melihat orang-orang dilabeli sebagai “Wahabi” kebanyakan memang berpakaian di atas mata kaki untuk mengikuti perintah Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk menaikkan pakaian hingga di atas mata kaki. Mereka melaksanakan perintah itu tanpa mempedulikan apakah perintah itu wajib atau sunnah.

    Sedangkan, kebanyakan umat Islam di Indonesia meninggalkan perintah Rasulullaah tersebut karena perintah tersebut sunnah. Sikap seperti inilah yang menyebabkan mereka meninggalkan banyak sunnah seperti shalat berjamaah, merapatkan shaf shalat berjamaah, berjenggot, i’tikaf, menebarkan salam, dll.

    Wallaahu a’lam.

  50. Bismillaah,

    Saya jadi bingung: “Mana golongan yang masuk dalam Ahlussunnah wal Jamaah? Wahabi yang berusaha sekuat tenaga untuk menjalankan sunnah atau kebanyakan umat Islam di Indonesia yang meninggalkan banyak sunnah?

    Mana yang Ahlussunnah? Orang yang menjalankan sunnah atau orang yang meninggalkan sunnah?

    Wallaahu a’lam.

    • Kang Ibnu Suradi,
      Sunnah itu banyak lho kang ribuan jumlahnya dan macam2nya, bukan cuma jenggot panjang dan celana di bawah lutut.

      Jangan terlalu sempit lah melihat sunnah, kita tidak akan mampu mengikuti sunnah semuanya. Orang2 yang tidak mengikuti sunnah yg penjenengan sebutkan itu toh bisa ikuti sunnah2 yg lainnya? ribuan jumlah sunnah nabi, sholat aja sunnahnya ada 400 lebih sunnahnya, apakah kang Ibnu Suradi sudah melakukan sunnah sholat yg 400 lebih itu kang?

    • @ibnu suradi, wahabi berusaha sekuat tenaga menjalankan sunnah ???? hmm…itu pernyataan konyol dari anda, yang benar itu wahabi sekuat tenaga meninggalkan sunnah, jangan lagi mengelak sunnah2 mana yang ditinggalkan wahabi karena sangat banyak sekali jumlahnya, dan disaat sebagian besar umat islam lain berusaha menjalankan sunnah yang tidak dikerjakan oleh golongan wahabi, maka dengan lantang wahabi memvonis itu bi’ah.

      • Bismillah

        saya mau tanya emang antum sudah ngerjain sunah apa saja….kok suka mencela dan menuduh seperti itu, kalau yang antum tuduhkan itu tidak benar antum bagaimana antum bertanggung jawab di hadapan Allah dan Rosulullah???

  51. @ibnu suradi
    “Saya jadi bingung: “Mana golongan yang masuk dalam Ahlussunnah wal Jamaah?”
    Kalau ditilik katanya “Ahlussunnah wal Jamaah” itu diproklamirkan oleh Syeikh Abu Hasan al asy’ari kemudian diperkuat oleh Syeikh Maturidi (333H), jadi tentunya yang mengikuti kedua orang tersebut.
    Sedangkan dalam Hadist bukhari berbunyi ” Ikutilah Jama’ah”.
    Memang Wahabi selalu memakai Jargon ikuti sunnah…ikuti sunnah, tapi sunah ini banyak seperti kata mas @anwar su’udi, bab shalat aja sudah ratusan apalagi yang lain.
    Coba jalankan aja sunnah yang wajib dulu seperti :
    1. Shalat Tahajut, “Jika tidak memberatkan umatku, maka aku jadikan wajib shalat tahajut”.
    2. Shalat Witir, ” Lakukanlah witir jika kamu ingat”, artinya witir dapat dilakukan selepas isya atau pertengahan malam atau dekat dengan waktu subuh.
    3. Saum (puasa), coba lakukan saum senin kamis dan saum tengah bulan tgl 13,14 dan 15 tiap bulan, karena saum ini Rasulullah gak pernah lewat.

    kalau aja setiap muslim di Indonesia, saum senin kamis aja, berarti setiap hari senin dan kamis Indonesia bebas dari bohong. ditambah lagi saum tengah bulan, hebat kan!!!
    Apalagi kalau ditambah shalat Tahajut dan witir, berarti setiap hari muslim selalu koreksi diri disiang harinya….. mantab.

  52. Bismillaah,

    Kang Ucep,

    Mumpung ada topik tentang berpakaian di atas mata kaki, saya ingin bertanya kepada kawan-kawan semua. Bagaimana sikap Ahlussunnah wal Jamaah terhadap perintah Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam untuk berpakaian di atas mata kaki?

    Wallaahu a’lam.

    • @ibnu suradi
      Apakah Aswaja menyangkal hadist isbal, kan gak, mereka pakai sarung kan kalau kemasjid atau dalam pesantren. Hadist itu shahih, ane aja pakai gamis diatas mata kaki.
      Tentunya kalau mereka ke kantor atau pergi mereka kadang bisa pakai celana yah paling pas mata kaki. kenapa, karena yang punya kantor kan kebanyakan orang Nasrani dan yahudi, jadi nanti takut fitnah, kalau mereka berani ya pasti keluar, ane aja keluar dari perusahaan oil n gas.

      Sunnah isbal kan gak mesti wajib, contohnya di negara eropa yang dingin, pakai isbal yah gak bisa, dipaksa yah gak mungkin. Pengalaman ane di negara dingin, shalat aja pakai sepatu dan mantel yang tebal.
      Jadi lihat sunnah itu lihat hukum nya, ada sunnah yang wajib, ada sunnah yang haram, ada sunnah yang makruh seperti diterangkan oleh Madzhab Syafi’i.

      • setahu sy sunah itu perintah, kaidahnya semua perintah pada dasarnya adalah wajib, kecuali ada perintah turun setelah larangan maka hukumya mubah seperti ziarah kubur.

        tp coba sy ingin tau apa2 saja yg menurut kang ucep:
        1. sunnah yang wajib………….
        2. sunnah yang haram………….
        3. sunnah yang makruh………..
        seperti diterangkan oleh Madzhab Syafi’i
        mohon dijelaskan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! syukron

        Wallahu’alam.

  53. Bismillaah,

    Kang Anwar,

    Sengaja saya ambil contoh sunnah berpakaian di atas mata kaki (bukan di bawah lutut, sebab di bawah mata kaki juga berada di bawah lutut) karena topik diskusi ini adalah berpakaian di atas mata kaki. Dan, pelaksanaan sunnah ini dapat dilihat oleh mata.

    Bagaimana sikap Ahlussunnah terhadap perintah berpakaian di atas mata kaki?

    Wallaahu a’lam.

  54. @Ibnu Suradi
    Kalau nanti Anda berdakwah di Eropa pas musim dingin (bisa sampai minus 25 derajat C), terus Anda katakan kepada mereka, “kitu harus mengukuti sunnah Nabi kapan dan di mana pun, maka kita harus memakai celana di atas mata kaki, saat bekerja, saat sholat, dan seterusnya. Kira-kira komentar mereka bagaimana ya …?

  55. Bismillaah,

    Orang di daerah yang bercuaca dingin sering memakai kaos kaki untuk mencegah kedinginan. Apakah kaos kaki tersebut merupakan bagian dari kain yang menjulur ke bawah yang disebut isbal? Bagaimana kawan-kawan?

    Wallaahu a’lam.

    • @ibnu suradi
      he he he ente sudah mengakali hadist ya, memakai kaos kaki untuk mencegah dingin.
      begini aja, lakukan sunnah sesuai kemampuan aja gak usah ditambahi kata jika atau yang lain.
      Contohnya :
      1.Rasulullah mempunyai istri 4, apakah kita mampu?, kalau ane terus terang gak mampu, walaupun misalkan ane kelebihan materi. apakah ane gak mau ikut sunnah???
      2.Rasulullah dan para sahabat gak meninggalkan warisan, apakah kita mampu? kalau ane gak, karena ane masih mikirin dunia ketimbang akhirat seperti surat al Qiyamah : 20-21.

      Kalau masalah kaos kaki merupakan bagian dari kain isbal, mungkin ente tanya sama diri sendiri atau guru ente he he…. ane gak bisa jawab.

      • mf kang uceppp.. setau sy Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mempunyai 11 istri, yaitu:

        1.Khadijah binti Khuwailid Radhiallahu’anha.
        2.Saudah binti Zam’ah Radhiallahu’anha.
        3.‘Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu’anha.
        4.Hafshah binti Umar Radhiallahu’anha.
        5. Zainab binti Khuzaimah Radhiallahu’anha.
        6.Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah Al Makhzumiyyah Radhiallahu’anha.
        7.Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan Radhiallahu’anha.
        8.Juwairiyyah binti Al Harits Radhiallahu’anha, aslinya bernama Barrah, namun diganti oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjadi Juwairiyyah.
        9.Maimunah binti Al Harits Al Hilaliyyah Radhiallahu’anha.
        10.Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab Radhiallahu’anha.
        11.Zainab binti Jahsy Radhiallahu’anha.

        memahami sunah bukan seperti itu kang…
        masa Rosuullah mempunyai istri 11 kita harus beristri 11 juga…
        sempit sekali sunah menurut antum….

        Wallahu’alam.

    • Kang Ibnu Suradi,
      Sudahlah kang jangan ngeyel soal celana di bawah lutut, toh ummat islam tidak mengingkari hal itu, ya kan? Cuma karena yg memakai celana di bawah lutut itu mewajibkan, itulah yg diingkalri. Jelas lah celana di bawah lutut itu tidak wajib tapi sunnah yg tidak perlu dibesar2kan.

      Sunnah itu banyak lho kang ribuan jumlahnya dan macam2nya, bukan cuma jenggot panjang dan celana di bawah lutut.

      Jangan terlalu sempit lah melihat sunnah, kita tidak akan mampu mengikuti sunnah semuanya. Orang2 yang tidak mengikuti sunnah yg penjenengan sebutkan itu toh bisa ikuti sunnah2 yg lainnya? ribuan jumlah sunnah nabi, sholat aja sunnahnya ada 400 lebih sunnahnya, apakah kang Ibnu Suradi sudah melakukan sunnah sholat yg 400 lebih itu kang?

  56. Bima As-Syafi'i

    @Mas Anwar Su’udi
    Mungkin mereka lebih mengejar yang bisa jelas dilihat oleh manusia. Jenggot panjang, pakaian tidak isbal itu kan kelihatan. Supaya kelihatan paling “nyunah”. Emang sih tergantung niat di hati, apa untuk pamer dan sombong atau iklhas. Seperti Syaidina Abubakar isbal dengan tidak sombong. Sebaliknya kalau tidak isbal, tapi sombong pastinya tidak baik. Ada juga yang bangga pakai celana tidak isbal, tapi niat tasyabuh Michael Jackson. Jadi sekarang mari laksanakan sunnah sesuai kemampuan kita dengan tidak merasa paling “nyunah”.

  57. Bismillaah,

    Kang Bima menulis: “Jadi sekarang mari laksanakan sunnah sesuai kemampuan kita”

    Komentar:

    Jadi, bila kebanyakan umat Islam laki-laki di Indonesia berpakaian di bawah mata kaki, maka mereka bisa dikatakan belum mampu melaksanakan sunnah berpakaian di atas mata kaki. Semoga Allah segera mengkarunikan kemampuan kepada mereka untuk melaksanakan sunnah yang mulia tersebut.

    Wallaahu a’lam.

    • nasiruddin ex wahabi

      Memangnya orang yang pakai celana atau sarung dibawah mata kaki adalah orang tidak tahu sunnah dan awam masalah agama dan sebaliknya yang tidak Isbal adalah orang yang paling nyunnah dan paling ngerti masalah agama ? bagaimana pendapat Ibnu Suradi, pembesar2 Dinasti Saud yang gamisnya melewati mata kaki bahkan sampai menyapu tanah yang potonya banyak di unggah di Blog anti wahabi semacam Ummati dan lainya, apa mereka awam juga masalah agama seperti yg disangka kalian para pengikut Wahabi Sesat ? atau memang kalian lebih pintar masalah agama dari mereka Pembesar2 Dinasti Saud ?

  58. Izah itu pakaian, kaos kaki itu sebagaimana izzah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Para Penentang Pancasila Agar Tinggalkan Indonesia

KH Said Aqil Siradj minta para Penentang Pancasila agar tinggalkan Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar ...