Kami Sekeluarga dan Teman-teman Mungkin Jadi Korban Cuci Otak Ala Wahabi

Loading...

Sesekali waktu kita mesti melaksanakan muhasabah atau introspeksi diri mengenai hal agama yang kita ikuti. Yang terang di sini  kita telah beragama Islam, agama yang asalnya diajarkan oleh Rasul Muhammad Saw. Akan tetapi, beberapa orang awam seringkali tak tahu bahwa Islam itu telah terpecah-pecah pemahamannya menurut firqah-firqah/golongan-golongan atau kelompok-kelompok. Ini ialah fakta yang terjadi di tengah kaum muslimin, sebagaimana Nabi Saw telah memberi warning akan keterpecahan Pemeluk Agama Islam.

Dan bahkan Nabi Saw yang mulia juga memberikan tuntunannya apabila terjadi perpecahan Ummat Islam, maka ikutilah yang paling beberapa pengikutnya. Dan yang paling beberapa pengikutnya secara global (internasional) ialah golongan Aswaja. Golongan Aswaja ini terdiri dari para pengikut 4 madzhab fikih dan aqidahnya mengikuti aqidah Asy’ariyyah Maturidiyyah. Mereka inilah golongan Kebanyakan Ummat Islam yang ada di seluruh dunia.

Ada satu golongan Ummat Islam yang jumlahnya kecil secara global/internasional, tapi walaupun kecil mereka mempunyai suara keras seakan mereka berjumlah besar. Padahal hitungan total mereka tak sampai 10% dari keseluruhan hitungan total Ummat Islam. Kaum Minoritas yang dakwahnya jadi karena tersebarnya Fitnah di tengah Muslimin ini kita kenal dengan sebutan: “Kaum Wahabi”. Dan Kaum Wahabi akhir-akhir ini menyebut diri meraka sendiri selaku Salafi.

Mereka sedang gigih-gigihnya berjuang dalam rangka menambah hitungan total pengikutnya, dengan sokongan biaya besar-besaran dari Bos mereka yaitu Arab Saudi. Para Pemuda kaum muslimin dididik secara gratis di negeri Nejd (Arab Saudi) asal-muasal munculnya Wahabi. Lalu para lulusannya ditugaskan untuk menyebarkan Faham Wahabi di negeri asalnya, enggak terkecuali Indonesia.

Nah, untuk muhasabah diri maka anda perlu menanyakan ke diri-sendiri: “Apakah Mungkin Kami Sekeluarga dan Teman-teman Telah Jadi Korban Cuci Otak Ala Wahabi?” Pertanyaan seperti ini penting supaya kita tak menyesal di akhir hayat nanti di saat-saat kita tak ada lagi kesempatan melaksanakan taubat. Kpd anda seluruh, untuk sekedar memberi jalan bagaimana introspeksi diri sanggup dikerjakan, mari kita ikuti presentasi oleh Dean Sasmita seorang pengamat Wahabi/Wahabisme berikut ini….

CC BY by Jangra Works

PROSESI ‘ CUCI OTAK ’ ALA WAHABI – WARNING !!!

oleh Dean Sasmita

MEKANISME ‘BRAINWASH’ WAHABI

Siapa yang akan direkrut ?

Ada beberapa macam karakteristik dalam figur seorang muslim yang jadi target implementasi ‘silabus’ yang akan diterapkan wahabi. Beberapa macam karakteristik ini sanggup saja sekaligus ada dalam satu figure seorang muslim, walaupun tak semuanya seperti itu, karena kalau kita berbicara mengenai karakter atau sifat manusia, tentu saja berbeda-beda satu sama lainnya. Figur dengan karakreristik-karakteristik ini akan  mudah dibina dan dirubah dalam ‘sekejap’ mulai dari perilaku, prinsip, gaya hidup dan idealisme sampai jadi sosok muslim yang ‘kaffah’ menurut mereka serta beberapa manfaat yang dapat diambil darinya.

Macam-macam karakteristik itu antara lain ialah : seorang muslim yang awwam dalam problem agama (terang sosok muslim seperti ini akan mudah sekali menerima ilmu darimanapun datangnya tanpa mencermati adanya manipulasi info dari pihak tertentu). Ia seorang yang masih muda dengan ghirah atau ghirah dalam pencarian jatidiri, ghirah dalam minat untuk membaca, belajar agama, ghirah juang mereka yang tinggi kepada membela agama tapi dibekali ilmu yang tidak banyak, bahkan lebih spesifik lagi ia tak mempunyai basic atau pengalaman belajar melalui pesantren. Ada pula seseorang yang mempunyai temperamental tinggi dan seseorang yang mempunyai back-ground finansial yang kuat sampai pada seorang jenius sekalipun tapi ia mempunyai orientasi yang tinggi kepada harta. Inilah beberapa macam karakteristik seseorang yang akan amat mudah dijerat dan jadi target implementasi misi dan visi mereka nantinya.

Figure seseorang dengan beberapa macam karakteristik diatas ini, biasanya amat mudah untuk diajak ‘berjalan’ bareng mereka dalam meniti ‘jalan Islam’ untuk masuk ke sebuah pintu aqidah yang mereka menyebut ‘al-muwahhidun’, aqidah tauhid yang murni sebab sudah mengikuti ‘pemahaman salafush shalih’ dan memegang teguh pada ‘qur’an dan sunnah’ menurut sudut pandang mereka pula tentunya. Dengan mudah sekali ia akan menerima ilmu dan info yang tanpa disadari ternyata sejatinya cuma bentuk intimidasi dan doktrinisasi, yang seterusnya akan menyeret keterlibatannya kepada ‘penyebaran paham dan perilaku ekstrim’ golongan ini.

Lalu apa maksud dari ‘penyebaran paham dan perilaku akstrim’ yang disebut di atas ?

Berbicara mengenai ‘penyebaran paham’ tentu kita sudah mengerti maksudnya. Bahwa wahabi mempunyai paham tajsim dan tasybih dalam aqidahnya yang secara ‘paksa’ ingin menggantikan aqidah ahlussunnah waljama’ah yang dipegang teguh seluruh ummat muslim. Sedangkan maksud dari ‘perilaku ekstrim’ itu ialah fundamentalisme agama yang dicirikan selaku sikap memaksakan (bahkan dengan aksi anarkis) agama dan kepercayaannya ke seluruh ummat manusia. Kitab suci Al-Qur’an dijadikan motor penggerak sebab ditafsir atau lebih tepatnya diterapkan secara harfiah (tekstual) tanpa mempertimbangkan arti ‘hermeneustis’-nya berupa aktualisasi pesan untuk masa Saat ini. Maka manifestasi dari kejumudan itu – sebab meninggalkan konteksual kitab suci ini (literer sambil menolak metafoar/majâz), akhirnya – Islam dinilai mempunyai aksi anarkis struktural seperti terorisme, radikalisme dan fanatisme ditangan mereka.

Apa saja metode yang diterapkan ?

Kembali pada maksud dari judul catatan ini mengenai mekanisme ‘brainwash’ atau ritual cuci otak ala wahabi ke para pengikutnya. Maksud pengikut disini ialah mereka yang kebanyakan mempunyai karakreristik yang sudah disebutkan diatas. Pada awalnya ia akan diajak kesebuah kajian agama supaya memahami Islam secara ‘kaffah’. Pada proses awal ini memang berbeda-beda cara mereka memperoleh pemahaman agama yang salah. Ada yang sebab sengaja dipinjami buku-buku paham wahabi dan ada pula yang memang tak secara disengaja menemukannya melalui media internet sampai begitu ‘tega’ menyerahkan bimbingan aqidahnya melalui sebuah website.

Lalu mereka dibimbing belajar mengenai hal cara baca Al-Qur’an dan tatacara shalat yang benar. Tetapi biasanya itu tak berlangsung lama (..mungkin dinikmati tindakan ini akan memakan waktu berlebihan lama dalam membuahkan hasil; minimal target menjadikannya ‘simpatisan’ sanggup ga’ kelar nantinya..). Perjalanan ‘pencarian ilmu’ akan disingkat untuk melangkah pada kajian qur’an melalui kitab maupun buku-buku tafsir mereka (wahabi) dan dilanjutkan pada kajian takhrij hadits yang kesemuanya itu – baik qur’an maupun hadits, akan membicarakan mengenai aqidah (tauhid versi golongan mereka yang sesungguhnya) dan pengamalan ibadah ‘sebagaimana yang dicontohkan Nabi’; padahal menurut mereka yang wahabi sebab diajari oleh buku albani.

Pengajaran dalam aqidah ialah mengenal aqidah ‘trinitas’ rububiyyah-uluhiyyah-asma was shifat, yang dilanjutkan pada pembahasan ayat mutasyabihat. Lalu dalam kajian hadits membicarakan status power hukum beberapa hadits dan membandingkannya dengan hadits-hadits yang dinilai ‘salah’, yang selama ini dipakai atau diamalkan oleh orangtua mereka (peserta kajian agama yang masih awwam itu-pen) secara turun temurun sampai lahirlah asumsi; “..oh, artinya selama ini saya beribadah dengan menyalahi tuntunan Islam dan Rasul.., selama ini saya dan orang tuaku ialah pelaku bid’ah dan penyembah kuburan.. ..selama ini saya bermaulid ternyata cuma mengikuti cara kaum kuffar..”. (..alangkah bodohnya kalau kalian berpikir sempit seperti ini, wahai pengikut wahabi yang tertipu..).

Gerakan wahabi ini dimotori oleh para juru dakwah terlatih dalam ‘metode’ dakwahnya yang memukau dengan mengeluarkan dalil-dalil hujjah, tapi sejatinya akan terdengar ‘lucu’ bagi yang sudah memahaminya. Konsep paling mendasar dalam dakwah mereka ialah; ..kebanyakan ujung-ujungnya membikin keragu-raguan mengenai hal amal ibadah dan lalu menebarkan kebencian dan permusuhan. Mereka suka menuduh golongan Islam yang enggak sejalan dengan dengan tudingan kafir, syirik dan ahli bid’ah tanpa kajian lebih detail dan objektiv, tiada yang lain dinilai benar selain dari pemahaman sepihak saja dari golongan mereka. Itulah ucapan yang senantiasa didengungkan di saban kesempatan kajian agama, daurah dan semacamnya didepan para pengikutnya.

Walaupun dalam jargon-jargon mereka menjelaskan ‘pengikut salafush shaleh’, mereka sejatinya tak menjadikan seluruh ajaran ulama salaf atau pendapat-pendapat ulama salaf selaku pedoman dalam menjalani kehidupan beragama, tetapi yang mereka lakukan sejatinya ialah memilih-milih (mensortir/menyeleksi) pandangan para ulama salaf yang sejalan dengan mereka.

loading...

Beberapa contoh ‘kemasan’ pembelajaran yang sukses menipu beberapa pengikutnya, padahal fatwa-fatwa atau sikap beragama mereka beberapa yang bertentangan dengan para ulama salaf.

Contohnya:

a. Mengklaim beribadah senantiasa berdasarkan sunnah Nabi Saw seperti tak suka menggunakan ‘imamah (sorban yang dililit di kepala), padahal itu ialah sunnah Nabi yang dikerjakan oleh para ulama salaf, seperti Imam Malik bin Anas (Ad-Dibaj al-Madzhab, Ibrahim al-Ya’muri, juz 1, hal. 19), dan lainnya; yang intinya tak ada contoh dari Rasulullah !

b. Menganggap bahwa membaca al-Qur’an di kuburan ialah bid’ah dan haram hukumnya, sementara Imam Syafi’I & Imam Ahmad mengumumkan boleh dan berguna bagi si mayit (Fiqh as-Sunnah, Sayyid Sabiq, juz 1, hal. 472). Bahkan Ibnul-Qayyim (rujukan wahabi) mengumumkan bahwa sejumlah ulama salaf berwasiat untuk dibacakan al-Qur’an di kuburan mereka (Ar-Ruh, Ibnul Qayyim al-Jauziyah, hal. 33).

c. Berpendapat bahwa bertawassul dengan orang yang telah meninggal seperti Nabi Saw atau para wali ialah bid’ah yang tentunya diharamkan, padahal para ulama salaf (seperti: Sufyan bin ‘Uyainah, Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Syafi’I, Imam Ahmad, Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Thabrani, dan lain-lainnya) bukan cuma membolehkannya, bahkan mereka melakukannya dan menganjurkannya (Membongkar Kebohongan Buku “Eks Kyai NU Menggugat Shalawat & Zikir Syirik”, Tim PCNU Jember, hal. 37-54).

d. Mereka tak mau menerima pembagian bid’ah jadi dua (sayyi’ah/madzmumah & hasanah/mahmudah) sebab menurut mereka saban bid’ah ialah kesesatan. Padahal Imam Syafi’I (ulama salaf) sudah mengumumkan pembagian itu dengan terang, dan pendapatnya ini disetujui oleh kebanyakan ulama sesudah beliau.

e. Mereka amat alergi dengan hadis-hadis dha’if (lemah), apalagi yang dijadikan dasar untuk mengamalkan suatu amalan yang mereka anggap bid’ah, padahal ulama salaf seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Mahdi menganggap hadis-hadis dha’if selaku hujjah dalam hukum. Sedangkan para ulama hadis sudah menyetujui penggunaan hadis-hadis dha’if untuk kepentingan fadha’il a’mal (keutamaan amal). (al-Ba’its al-Hatsis, Ahmad Muhammad Syakir, Dar al-Kutub al-’Ilmiyah, Beirut, hal. 85-86).

f. Para ulama salaf tak pernah mengharamkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau yang lainnya sebagaimana yang difatwakan kaum Wahabi selaku bid’ah tanpa dalil terperinci.

g. Para ulama salaf tak pernah melihat sinis orang yang tak sependapat dengan mereka, dan mereka juga tak mudah menjatuhkan hukuman orang lain selaku ahli bid’ah, apalagi cuma sebab perbedaan pandangan di dalam problem furu’ (cabang). Imam Ahmad yang tak membaca do’a qunut pada shalat shubuh tak pernah menuding Imam Syafi’I yang melakukannya saban shubuh selaku pelaku bid’ah.

Masih beberapa hal-hal lain, yang bila ditelusuri maka akan tampak terang bahwa antara pemahaman wahabi dengan para ulama salaf mengenai hal dalil-dalil agama sungguh jauh tak sama.

Mereka tak pernah mengakui jasa para ulama Islam manapun kecuali dari kubu mereka sendiri. Mereka tak akan pernah tahu dan memberi tahu, siapa itu ‘wali songo’, siapa itu ulama-ulama ahlussunnah dari generasi salaf sampai khalaf, sampai ulama-ulama yang mengikuti ahlussunnah waljama’ah di negeri ini; Indonesia – dimana sekarang mereka berada. Di negeri kita ini, mereka menafikan keberadaan para Kya’i (ulama) di sekitarnya, mereka tampak sekali seperti menaruh dendam dan kebencian mendalam ke para Habaib, dan kepada Wali Songo yang menyebarkan dan meng-Islam-kan warga negeri ini bahkan diantaranya termasuk keluarga mereka sendiri ! Menyedihkan, sekaligus teramat prihatin ke para pengikut wahabi ini.

Dalam ritual ‘cuci otak’ itu, para peserta kajian agama akan terbawa arus untuk mengikuti teks mutasyabihat dengan pemahaman yang formalistis dan tekstual, mengikuti hawa nafsu, menghujat generasi salaf, tak mengetahui posisi sunnah sampai mereka patuh pada ‘ritual’ pembid’ahan, penyesatan, pengkafiran sampai berkurangnya rasa ukhuwwah sesama muslim sebab sudah jadi individu-individu yang eksklusive sebab merasa benar sendiri.  Baik secara langsung maupun tak, maka tertanamlah dihati para peserta kajian agama itu ‘perintah-perintah suci nan terpuji’ untuk tak berkasih sayang, tak berteman, tak semajelis dan shalat di belakang golongan sesat dan ahlul bidah, dan jangan ungkapkan kebaikannya dan senantiasa ungkapkan keburukan golongan sesat dan bidah’, inilah propaganda golongan wahabi yang menipu kaum awwam saudara-saudara kita.

Kalimat-kalimat propaganda wahabi dalam memecah belah ummat muslim ini sanggup kita temukan di tulisan Abu Abdillah Jamal binFarihan Al-Haritsi: “Menepis Penyimpangan Manhaj Dakwah”, dan literatur kitab-kitab wahabi lainnya.

Berikutnya, mereka biasanya membagi-bagikan selebaran dan buku-buku.., sanggup gratis, dan ada juga yang mesti dibeli. Dapat ‘ngeteng’, sanggup juga beli secara paket. Tak berselang lama, mereka telah biasa dipanggil ‘ustadz’. Waktu melenggangkan kaki dengan gelar ‘al-Ustadz’-nya itu, mereka lupa akan perlunya sanad ilmu. Mereka lupa bahwa paulus sudah mengakui ini dan itu. Tetapi, apakah klaimnya itu keluar dari lisan yang bersambung ke lisan Nabi Isa? Tak ada ilmu yang benar tanpa sanad yang bersambung ke para pembawa berita dari Allah SWT.

Manifestasi atau hasil produksi ‘Brainwashed’

Apa hasil yang didapat dari ritual ‘brainwashed’ (cuci otak) dari wahabi ini ? Saya tak akan menghitungnya dengan angka, tapi akan menyebutnya secara random supaya tak diasumsi bahwa ini ialah sebuah urutan atau tingkatan dari kronisnya sebuah penyakit yang akut dari para pengikut wahabi.

Mereka, simpatisan dan pengikut wahabi ini akan hilang keperduliannya kepada cinta tanah air dan bangsa. Mereka cuma akan mencintai kepada internal lingkungan dan golongannya sendiri, walaupun disaat ‘kecerdasan’ mereka meningkat, tak menutup kemungkinan mereka akan tidak suka ‘bekas’ temannya waktu ia memisahkan diri dari golongan tersebut sebab ia merasa sudah menemukan ijtihad baru mengenai hal kebenaran berdasarkan qur’an dan sunnah, tentunya berdasarkan pemikirannya sendiri (imbas dari konsep kebebasan berijtihad) ditambah dengan menganggap sesat bekas temannya tadi (timbulnya sekte-sekte wahabi).

Mereka tak mau tahu bahwa selaku penduduk negara mesti mengikuti dan menghargai tradisi, budaya, dan etika berbangsa dan bernegara, dibedakan dari ritual beragama. Ikatan ’emosiona’l ke ustaz, senior, dan kelompoknya lebih kuat daripada ikatan keluarga dan dan saudara semuslim lainnya (erat kaitannya dengan ta’ashub alias fanatisme). Ada beberapa di antara mereka yang mengenakan pakaian secara khas yang katanya sesuai ajaran Islam, serta bersikap sinis kepada yang lain. Menganggap ummat Islam di luar kelompoknya dinilai fasik dan kafir sebelum melaksanakan hijrah; berkoalisi dengan mereka.

Mereka malas dan menolak mendengarkan ceramah keagamaan di luar kelompoknya. Walaupun pengetahuan mereka mengenai hal Alquran masih dangkal, tapi mereka merasa mempunyai keyakinan agama paling benar, sehingga meremehkan, bahkan tidak suka ustaz dan ulama di luar kelompoknya. Dan yang paling populer; mereka jadi biang kerok perpecahan ummat. Senantiasa meributkan khilafiyyah dan furu serta berkoar-koar meneriakkan tabdi’ dan takfir.

Tidaklah mengherankan disana-sini kita menyaksikan dan menguping teriakan-teriakan sampai terjadinya huru-hara dan bentrokan phisik; ‘BID’AH ! SESAT ! KAFIR ! dan BOOM !!!

Lahirnya produk-produk zionis dalam Islam ?

Dibagian ini, saya serahkan pada pemikiran masing-masing pembaca. Entah kebetulan ada persamaan dalam misi menjauhkan ummat Islam dengan Baginda Nabi dan ajaran yang dibawa beliau – atau memang dibalik kampanye pengikut Wahabi, terselubung agenda Yahudi yang ingin menghancur-leburkan agama Islam melalui tangan-tangan pemeluknya sendiri. Persis dengan fitnah yang dilancarkan Abdullah bin Saba pada masa Sayidina Usman dan Ali.

Isu Radikalisme Islam ataupun bentuk gerakan Islamo Phobia yang terus menerus dilancarkan oleh Barat yang salibis dan zionis itu mesti kita waspadai secara seksama dengan membimbing ummat mempelajari agama Islam dengan sungguh-sungguh dan benar dari sumber yang tsiqah, karena arus info dan teknologi sedang dikontrol oleh mereka.

Pesan kami ke para simpatisan, pengikut, bahkan pendakwah salafi/wahabi; mohon luangkan waktu sebentar, renungkan barang sejenak. Bahwa hati yang paling Allah kasihi ialah hati yang paling halus kepada saudaranya, paling suci dalam keyakinannya dan paling baik dalam agamanya. InsyaAllah, kalau hati enggak sekeras batu, dada akan terasa lapang, pikiran pun tak beku dan buntu. Semoga kita seluruh memperoleh hidayah serta inayah dari Allah Subhanahu Wata’ala.

 

Sumber

Loading...

You might like

About the Author: admin

76 Comments

  1. Mohon infonya bagaimana cara menyadarkan adik saya yang kalau melihat tindakan dan perbuatannya
    adalah pengikut pengajian aliran wahabi atau salfi

  2. tris numpang copas, bt teman2 aswaja trims atas ilmunya, kita jadi tambah wawasan untuk membentengi dari pengaruh wahabi.. yang kian merajalela..

    1. Wah…..kalo api dibalesnya sama api seluruh dunia bisa kebakaran tuh mas. :O

      Saya pernah tuh di mesjid kompleks perumahan terus sekelompok pria berjubah2 putih gitu masuk ngetok pintu pas maghrib, dari rumah ke rumah, buat mengundang pengajian ba’da Isya. Sampe mama saya takut banget….tapi untungnya ditolak mereka nggak reaksi gimanaaaa gitu. Kebetulan rumah saya emang deket mesjid. Jadi apa aja yang diceramahin di mesjid dari segala macam pengajian, pasti kedengaran oleh saya di rumah.

      Nah pas “pengajian” itu dimulai, ya ampuuuuuuuuun topiknya itu gatau apa tapi tiap berapa detik sekali pasti terlontar “golongan ini kafir”, “golongan itu kafir” pake nada yang agak berapi-api pula.Jadi panas kuping saya kok kata “kafir” gampang sekali terlontar dari lidah mereka.

      Baru nyadar sekarang ternyata mereka Wahabiyyun

  3. Penyakit salafy itu tidak ada obatnya. kalau kita layani maka kita akan diseret kedalam neraka. contohnya : “solusinya kita jangan lagi naik haji ke arab saudi”. padahal naik haji itu perintah tuhan. jadi kesimpulannya penyakit salafy itu penyakit canggih buatan iblis.

  4. Mas Nasrulloh…mohon tanyakan poin 3 dr hadist di atas kpd Wahabiyyun, “…yaitu yg berada pd apa2 yg aku dan sahabatku berada di atasnya (jalani).”
    Apakah Wahabi sudah sesuai dg jalan Rasulullah Saw dan para sahabat? Kalau menghancurkan makam para sahabat contoh hendak menghancurkan makam Anas bin Malik Ra dg mencangkul dan men-dinamit (untungnya tidak berhasil jg) apakah ada tuntunannya dr Rasulullah Saw dan para sahabat yg lain?
    Tuntunan siapakah itu menghancurkan makam2 para ahli surga?
    Krn Rasulullah Saw dan para sahabat tidak ada yg mencontohkan untuk menghancurkan makam2 ahli surga…

  5. كنت نهيتكم عن زيارة القبور, فزوروها فقد اذن لمحمد فى زيارة قبر امه.

    Hadits riwayat imam Muslim dan imam Tirmidzi.

    mohon bisa dibantu Hadist di atas dg arti dg terjemahan bhasa Indonesia, krena saya tidak bisa bahasa Arab…..

  6. mohon penjelasannya dari :
    “Dan bahkan Nabi Saw yang mulia juga memberikan tuntunannya apabila terjadi perpecahan Ummat Islam, maka ikutilah yang paling banyak pengikutnya. Dan yang paling banyak pengikutnya secara global (internasional) adalah golongan Aswaja”

    temen ane yg wahabi membantah dg bilang : ” apa benar Rosululloh berkata demikian ? hati-2 mengatasnamakan Rosululloh SAW, dia bilang dalam Hadist Ahmad : “Barang siapa yg berdusta atas namaku maka bersiap-siaplah ia masuk neraka”. adapun tuntunan yg benar yg diperintahkan oleh Rosululloh SAW ketika terjadi perselisihan ialah pada hadist berikut :
    1. Saya sungguh telah meninggalkan sesuatu kepadmu yg apabila hal itu kau pegang teguh, kamu tidak akan tersesat selamanya yaitu Kitabullah & sunnah RosulNya (HR. Hakim)
    2. Berpeganglah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaurasyidin yg mendapat petunjuk (HR Ahmad)
    3. …….umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu. Maka kamipun bertanya siapakah yg satu itu Ya Rosululloh? Beliau menjawab yaitu barang siapa yg berada pda apa-2 yg aku dan para sahabatku berada diatasnya (jalani) (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)

    Mohon rekan-2 ummati bisa menjelaskan, supaya saya bisa teruskan ke teman saya itu….afwan kalo merepotkan.

  7. aloha ummatipress.com blogger found your website via Google but it was hard to find and I see you could have more visitors because there are not so many comments yet. I have discovered site which offer to dramtically increase traffic to your site http://xrumerservice.org they claim they managed to get close to 1000 visitors/day using their services you could also get lot more targeted traffic from search engines as you have now. I used their services and got significantly more visitors to my blog. Hope this helps 🙂 They offer keyword service seo sem backlink service automatic backlinks Take care. steve

  8. Bismillaah,

    Pesan buat penulis artikel. Pelajarilah shalat yang benar sesuai yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullaah. Sebab, Rasulullaah pernah bersabda bahwa shalat itu amal ibadah yang pertama kali dihisab pada hari kiamat. Bila shalatnya baik, maka baik pula amal ibadah yang lainnya. Bila shalatnya rusak, maka rusak pula amal ibadah yang lainnya.

    Wallaahu a’lam.

  9. @mas Wahid
    insya Allah, mas Ahmad Syahid amanah dan tidak pendengki, krn ini bakal dicatat sampai hari kiamat, nggak seperti ustad2nya Wahhabi, sudah berani fitnah eh di hapus lagi, ternyata semua berisi kebohongan, peganggan kami adalah pendapat 4 imam Mazhab, yg bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rosul,,,,dan bukan pendapat Imam2 Mazhab Wahhabi Salafi….IT, albani, bin baz, dll..

  10. mas Admin , artikel bantahan untuk ustadz Firanda sudah selesai saya tulis , tinggal di edit , hanya jumlah halamannya 60 hal. lebih , kira-kira kepanjangan enggak…………..?

    1. Ya silahkan, asal tidak pakai hadits dhoif, apalagi hadits palsu dan israiliyat, dan tidak memakai dalil yang diada-adakan/plintiran, dan tidak mengaku-ngaku mengikuti mazhab Imam Syafi’i kalau yang dilakukan bertentangan dengan fatwa beliau.

      1. @admin
        Mohon copas lagi berita lanjutan tentang Mekkah dari Republika :

        Raja Saudi tak Peka Mekkah Dicap Bak Las Vegas

        Kamis, 29 September 2011 17:23 WIB
        REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Raja Arab Saudi, Abdullah membantah transformasi yang dialami Mekkah hanya dikhususkan untuk orang kaya seperti halnya pengunjung kota Las Vegas, AS. Menurutnya, perluasan itu merupakan kewajiban guna meningkatkan fasilitas yang akan digunakan umat Islam saat beribadah di Mekkah.

        “Allah SWT telah memberikan anugerah kepada Arab Saudi dengan keberadaan kota suci Mekkah dan Madinah, merupakan kewajiban, kebanggaan, dan kehormatan bagi negara ini dan kepemimpinannya,” paparnya seperti dikutip Guardian.co.uk, Kamis (29/9).

        Raja Abdullah akhirnya merespon sejumlah kritik yang diutarakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media massa atas kehancuran situs bersejarah untuk memberikan kesempatan kepada hotel, pencakar langit dan pusat perbelanjaan. Namun, respon itu tidak menandakan keprihatinan Raja terhadap pembangunan ambisius senilai $ 21 triliun.

        “Kami melanjutkan tanggung jawab kerajaan, kemudian, kami telah meletakkan batu pondasi untuk memperluas Masjidil Haram dan meresmikan sejumlah proyek-proyek perbaikan dua Masjid suci,” katanya.

        Bulan lalu, raja menghadiri upacara peletakan batu untuk proyek konstruksi seluas 400.000 meter persegi dan akan menampung sekitar 1,2 juta jamaah tambahan. Sebelumnya, harian The Independent turut menyoroti transformasi Kota Suci yang dianggap tidak normal.

        “Meski Nabi Muhammad datang untuk menekankan kesetaraan, Makkah berubah menjadi taman bermain bagi kaum kaya dimana kapitalisme secara kasat mata mengaburkan nilai spiritualitas kota,” tulis mereka.

        Harian ini juga menyoroti, betapa demi membangun kota yang kini ‘serupa Las Vegas’, banyak bangunan bersejarah yang dikorbankan. Direktur eksekutif The Islamic Heritage Research Foundation, Dr Irfan al-Alawi mengungkapkan keprihatinannya soal aksi vandalisme budaya kota suci Mekkah.

        “Kami sudah kehilangan 400-500 situs bersejarah. Saya harap belum terlambat untuk menyelamatkan yang tersisa,” katanya.

        Sami Angawi, pakar arsitektur Islam Arab saudi, juga mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyatakan adalah kontradiksi mutlak untuk sifat Makkah dan kesucian rumah Allah. “Kedua kota [Mekkah dan Madinah] secara historis hampir punah. Anda tidak menemukan apa-apa kecuali gedung pencakar langit,” pungkasnya.

  11. Hayat Pernah Ajak Warga Pengajian (“Siapapun yang tak sesuai pahamnya dianggap kafir,” )

    CIREBON, KOMPAS.com- Warga Jalan Pandesan, Kota Cirebon, pernah menolak ajakan pengajian oleh kelompok Hayat (31), buron kasus bom Cirebon yang juga diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Solo, Jawa Tengah.

    Sejak tahun 2001, Hayat cenderung bersikap ekstrem. “Rumah warga di sini didatangi satu per satu untuk diajak pengajian kelompoknya. Tetapi warga banyak menolak, karena perilaku dan cara penyampaian Hayat yang meragukan,” kata Riska (28), salah satu warga Pandesan.

    Dalam berpakaian, Hayat tampak biasa. Namun, untuk urusan beribadah, bapak satu anak itu dikenal tidak toleran.

    Menurut Uni Sahroni (61), salah satu warga, ia sempat berdebat dengan Hayat mengenai ritual tahlil dan ajaran agama. “Siapapun yang tak sesuai pahamnya dianggap kafir,” kata Uni.

    Orangtuanya pun sudah tidak lagi menghiraukan Hayat, karena berbeda pandangan. “Orangtuanya kelihatan stres sejak dia jadi buron,” kata Uni.

    HASIL DARI DOKTRIN SALAFIWAHABI

  12. @ mas AI
    ana izin copasnya ttg jaminan Rosullullah terhadap Ahlussunah, untuk ana tempel di papan pengumuman tempat ana studi,,krn sdh banyak yg tercemar virus wahabi,,,
    @ Abah Asra
    ana izin copasnya juga yg dr Republika., dan udh ana tempel papan pengumuman tempat ana studi,,, tlg do’anya utk yg sy jalani ini dan smg diridhoi oleh Allah SWT, biar intelektual2 kita tdk terjerumus dlm kesesatan virus Wahabi,,,Aamin ya robbal ‘alamin…

  13. iseng2 ane ngeronda ke blognye orang2 SaWah, eh nemuin komeng lucu…

    si komentator yg pake nickname Adam menulis :

    “website memang Bid’ah,tapi bid’ah dunia/bid’ah Hasanah,tapi kalau dalam agama semua bid’ah sesat,yang bilang sesat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam didalam hadis Muslim,

    أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
    وَفِي رِوَايَةٍ : وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ
    وَفِي رِوَايَةِ النَّسَائِيِّ : وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
    “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah kesesatan”. (HSR. Muslim dari Jabir radhiallahu ‘anhuma)

    Urusan dunia kita disuruh buat bid’ah sebanyak-banyaknya,tapi urusan agama tidak ada satu hadispun kita disuruh buat bid’ah.

    😀 …hwua..kakak…nih orang kliatannye masing baru bener belajar Bab Bid’ah….Katanye kagak ade Bid’ah hasanah…???

    >Afwan, sekedar selingan…(sekedar joke di siang hari…)

    1. @bang nur, ade lagi jenis bid’ah dong yaitu bid’ah dunia, berarti wahabi bedain lagi tuh jenis bid’ah wk wk wk…..
      Ane jawab tulisan itu, cuma bertahan 1/2 hari dan pertanyaan ane di artikel Habib munzir, setelah itu blas delete sama artikel tentang habib Munzir.

      1. Apa pun alasannya, yg jelas…
        Alhamdulillah ya
        sesuatu

        coba kalo saya jadi bikin artikel bantahan
        kan jatohnya malah saya dianggap fitnah
        wong artikel yg dibantah wis raib

        1. Betul Ustadz AI, tadinya kami jg berharap Ustadz Ai segera bikin bantahannya. Untunglah belum bikin bantahannya. Yang aneh bin ganjil dari Firanda adalah kenapa dia tidak bikin pernyataan minta maaf atas fitnah yg dibuatnya? Tapi memang yg demikian sdh jadi karakter Para Pengikut Wahabisme. Hit and run!

  14. pengemban tugas masonic seperti itu tak pantas digelari penuntut ilmu atau gelar mulya lainnya.
    Hanya gelar hina seperti al-kadzdzab yg pantas mereka sandang, karena telah banyak mendustakan hadits.

    1. setujuh akhi AI semakin hari semakin gila wahabi seluruh dunia saat ini. gerakan mereka masif sekali, sedikit jumlah namun mampu membuat perang wacana dan pemikiran ala masonic.

      seyogyanya kita semua harus melindungi keluarga kita dari pengaruh golongan mereka.

  15. jika paham yg mengatakan bahwa ‘tidak sah shalat di Masjid yg ada quburnya’ diterima masyarakat, kiranya apa yg terjadi dg kubur Nabi Muhammad dan kubur Nabi Isma’il? Apakah quburnya yg akan digusur, ataukah Masjidnya yang akan dirubuhkan?
    Muhammad bin Abdul Wahhab takut diserang jika menjalankan tugas utk merubuhkan Ka’bah. Tetapi penerusnya telah melancarkan berbagai trik utk mensukseskan missi tersebut.

  16. dollar terus mengalir untuk mengkeroposkan nilai spirtual 2 kota suci tersebut
    bukan hanya fisik kota tetapi juga pemahaman dan spiritual penduduknya
    yahudi dan nazarean begitu takut dg Nabi Muhammad yg heraclius sudi mencuci kakinya.
    Bahkan sesudah wafat pun, Muslimin diusahakan utk dijauhkan dari Nabi Muhammad.
    Yahudi telah melihat bagaimana bertawassul dg Nabi yg dijanjikan ini telah membuat mereka menang dalam peperangan.
    Maka agenda mereka adalah menjauhkan ummat dari mencintai Nabi. Caranya dg melarag tawassul, tabarruk, merayakan maulid Nabi, pembacaan rawi mawlid, dsb dg dalih bid’ah dholalah dan syirik.

  17. Sekarang ini pergi haji, tiada lagi kesyakralan dan kenikmatan dihati, yang ada sekarang pergi haji seperti piknik. Bisa-bisa pagi kita pergi kemudian sampai puter-puter ka’bah, sore kita bisa pulang lagi.

  18. @ admin
    mohon copas berita tentang Mekkah dari harian Republika :

    REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Dalam 10 tahun ini, Makkah mengalami transformasi yang luar biasa; lokasi Masjidil Haram ditata ulang, dan bermunculan gedung-gedung pencakar langit dan hotel berbintang berkelas internasional.

    Dalam sebuah tulisan feature, harian The Independent mengupas sisi dalam Kota Suci. “Meski Nabi Muhammad datang untuk menekankan kesetaraan, Makkah berubah menjadi taman bermain bagi kaum kaya dimana kapitalisme secara kasat mata mengaburkan nilai spiritualitas kota,” tulis mereka, mengutip kata-kata seorang kritikus.

    Harian ini menyoroti, betapa demi membangun kota yang kini ‘serupa Las Vegas’, banyak bangunan bersejarah yang dikorbankan. “Tak ada yang memperjuangkan aksi vandalisme budaya ini,” kata Dr Irfan al-Alawi, direktur eksekutif The Islamic Heritage Research Foundation. “Kami sudah kehilangan 400-500 situs bersejarah. Saya harap belum terlambat untuk menyelamatkan yang tersisa.”

    Sami Angawi, pakar arsitektur Islam Arab saudi, sama-sama prihatin. “Ini adalah kontradiksi mutlak untuk sifat Makkah dan kesucian rumah Allah,” katanya kepada kantor berita Reuters awal tahun ini. “Kedua kota [Makkah dan Madinah] secara historis hampir punah. Anda tidak menemukan apa-apa kecuali gedung pencakar langit.”

    Kekhawatiran dr Alawi yang paling mendesak adalah ekspansi yang direncanakan senilai miliaran dolar AS dari Masjidil Haram, situs paling suci dalam Islam dimana Kabah berada. Konstruksi resmi dimulai awal bulan ini. Menteri Kehakiman, Mohammed al-Eissa, berseru bahwa proyek ini akan menghormati “kesucian dan kemuliaan dari Masjid Suci, dan demi kepentingan jamaah.”

    Area perluasan sekitar 400 ribu meter persegi tengah dibangun untuk mampu meningkatkan daya tampung 1,2 juta jamaah lagi tiap Musim Haji tiba. Pembangunan ini, menurut The Islamic Heritage Research Foundation, bukan tanpa risiko. Lembaga ini menyusun daftar situs sejarah yang terancam diratakan dengan tanah akibat pembangunan ini, termasuk bangunan sisa-sisa peninggalan era Usmaniyah dan Abbasiyah. Termasuk dalam bangunan yang terancam dihancurkan adalah rumah di mana Nabi Muhammad dilahirkan dan rumah pamannya, Hamzah, tumbuh.

    Argumen yang selalu dikemukakan, tulis The Independent, adalah bahwa Makkah dan Madinah sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Dua belas juta peziarah mengunjungi kedua kota ini setiap tahun dengan jumlah yang diperkirakan meningkat menjadi 17 juta pada tahun 2025.

    Tetapi para kritikus khawatir bahwa keinginan untuk memperluas situs ziarah telah memungkinkan pihak berwenang untuk menginjak-injak warisan budaya di daerah itu. Lembaga yang dipimpin Alawi mencatat setidaknya 95 persen bangunan bersejarah yang berusia ratusan tahun telah dibongkar dalam dua dekade terakhir saja.

    Kehancuran telah disokong oleh paham Wahabisme.Dengan alasan takut menjadi ajang sirik, bangunan bersejarah diratakan.

    Sedikit catatan dari The Independent: Untuk membangun kota pencakar langit di Makkah, sebuah gunung didinamit dan diratakan, menghancurkan Benteng Ajyad di era usmaniyah yang berdiri di atasnya. Lalu, rumah Khadijah istri pertama Nabi telah berubah menjadi blok toilet masjidil Haram, sedang rumah tempat lahirnya bahkan diratakan begitu saja.

    Alawi berharap masyarakat internasional ‘terbangun dari tidurnya’ dan melihat apa yang terjadi terhadap warisan sejarah Islam di Makkah. “Kami tidak akan mengizinkan seseorang pun untuk menghancurkan Piramida, jadi mengapa kita membiarkan sejarah Islam lenyap?” katanya.

  19. Muhammad bin Abdul Wahhab tak berani menjalankan 1 tugas dari Hempher, yaitu merubuhkan Ka’bah.
    Tetapi penerus Muhammad bin Abdul Wahhab telah berhasil dg suatu trik.

  20. @Mas Mamo
    Trims atas infonya. Sedih sekali Habibuna Munzir dituduh berdusta. Semoga penuduh tersebut mendapatkan hidayah Allah.
    Mohon juga kepada Rekan-rekan Aswaja, khususnya Ustadz AI untuk membantah tuduhan keji tersebut di blok ini maupun di blok AI. Trims.

  21. Mas diant
    ana coba masuk ke bloqnya firanda, nggak masuk2, ya gitulah mas diant, nggak gentle, nggak kayak bloq yg kita sayangi ini,,,

  22. Biasalah mereka kan seperti penjahit, tukang potong untuk kepentingannya, alasan mereka kan “ilmiah” atau “tidak ilmiyah”, padahal kalau dilhat Al Qur’an sendiri sudah sangat ilmiah dan itu sudah dibuktikan oleh pada ahli Ilmu dunia (pengetahuan) maupun ilmu agama.

  23. alaykum salam mas Super Nova ………baik alhamdulillah ….ana cuma copas dari fb mas biar ada manfaatnya ana sebarin …….kasian umat awam spt saya kadang dibikin bingung siapa pendusta siapa berdusta ……….salam semuanya

  24. @mamo cemani gombong
    assalamualaikum mas mamo apa kabar?

    sangat mencerahkan, good post skak mat, keliatan wahabi tukang potong naskah demi hawa nafsunya.

    syukron

  25. ada dari teman …..SETELAH SY KROSCEK APA YG ADA DI KITAB ASLINYA DARI WEB YG HEBOH TSB. ,

    MAKA INILAH KALIMAT YG TERTULIS DALAM KITAB AL-UMM (ABU ABDULLOH MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI’I)

    باب ما يكون بعد الدفن

    وأحب أن لا يزاد في القبر تراب من غيره وليس بأن يكون فيه تراب من غيره بأس إذا زيد فيه تراب من غيره ارتفع جدا وإنما أحب أن يشخص على وجه الأرض شبرا أو نحوه وأحب أن لا يبنى ولا يجصص فإن ذلك يشبه الزينة والخيلاء وليس الموت موضع واحد منهما ولم أر قبول المهاجرين والأنصار مجصصة

    MA’AF, KENAPA KALIMAT DIATAS TDK DILANJUTKAN DENGAN KALIMAT BERIKUTNYA, ADA MAKSUD APA NIH ?
    INI LANJUTAN KALIMATNYA SBB:

    قال الراوي عن طاوس إن رسول الله نهى أن تبنى القبول أو تجصص قال الشافعي وقد رأيت من الولاة من يهدم بمكة ما يبنى فيها فلم أر الفقهاء يعيبون ذلك فإن كانت القبور في الأرض يملكها الموتى في حياتهم أو ورثتهم بعدهم لم يهدم شيء أن يبنى منها وإنما يهدم أن هدم ما لا يملكه أحد فهدمه لئلا يحجر على الناس موضع القبر فلا يدفن فيه أحد

    Aku suka jika kuburan tidak ditambah dengan pasir dari selain (galian) kuburan itu sendiri. Dan tidak mengapa jika ditambah pasir dari selain (galian) kuburan jika ditambah tanah dari yang lain akan sangat tinggi. Akan tetapi aku suka jika kuburan dinaikan di atas tanah seukuran sejengkal atau yang semisalnya. Dan aku suka jika kuburan tidak dibangun dan tidak dikapur (disemen-pen) karena hal itu menyerupai perhiasan dan kesombongan, dan kematian bukanlah tempat salah satu dari keduanya (hiasan dan kesombongan), dan aku tidak melihat kuburan kaum muhajirin dan kaum anshoor dikapuri.

    INILAH LANJUTAN KALIMAT YG DITIADAKAN OLEH PENULIS YG TDK BERTANGGUNGJAWAB

    Berkata seorang rawi Thawus, ‘Sesungguhnya Rasulullah melarang membangun tempat penerimaan (kubur) atau dikapur (di cat).” Imam Syafi’i berkata, ‘Aku telah melihat dari gubernur yg menghancurkan (membongkar) kuburan yg dibangun di Makkah dan tidak melihat para ulama mereka mencela (mengkritik) hal itu. Dan apabila adanya kuburan-kuburan itu di tanah yg dimiliki oleh almarhum semasa hidup mereka atau ahli warisnya setelah kematian mereka, maka tdk ada suatu bangunan pun yg dihancurkan. Dan sesungguhnya penghancuran (pembongkaran makam) itu apabila (tanah pemakaman) tidak ada seorang pun yg memilikinya. Penghancuran (pembongkaran) itu dilakukan agar supaya tak seorang pun dikuburkan di dalamnya karena bkn tempat penguburan (umum).’ (Al-Umm Imam Syafi’i bab. Apa yg ada setelah pemakaman).

    KITA SEMUA HARUS CERMAT DAN HARUS MENGKROSCEK KRITIKAN DARI SIAPA PUN, DGN KITAB ASLINYA DAN JGN TERJEBAK DGN PROPAGANDA YG INGIN MEMECAHBELAH DAN MEMBENARKAN ARGUMENNYA SENDIRI WAHAI SOBAT FILLAH. Wallohu A’lam bish-Showab

  26. Aduh! Sekarang ada sedikit kegawatan. Di tempat ane sudah ada berapa markaz Wahhabi. Mereka menarik anak2 muda dengan model meringkaskan dalam ibadah contohnya tak perlu qunut, tiada wirid dan tak perlu berdoa
    dan lain2. Ramai yang terjebak kerana seorang anak tempatan yang mempunyai Ijazah PHD (pengajian Al Quran) menjadi penyebar tegar fahaman ini. Tiada tahlilan dikalangan mereka bila berlaku kematian dan perkara ini berlaku pada teman ane yang meninggal 2 bulan lalu. Mereka untung dari segi tenaga dan kewangan kerana tidak perlu bersusah payah menjemput jemaah dan menyediakan jamuan ringan tapi mereka sebenarnya rugi dari jalan akhirat. Sedangkan pelepah Tamar yang dipacak dikuburan( Rasulullah lakukan)memberi manafaat sedekah kepada mayat selagi belum kering inikan pula kita manusia. Kadang terlintas juga difikiran seolah2 seperti se ekor kucing yang mati, di tanam dan tinggalkan.
    Dibimbangkan pengaruh mereka akan lebih meluas dan merosakan aqidah anak cucu. Penguasa di Malaysia walaupun mewartakan Wahhabi sebagai sesat tetapi berlembut kerana kerjasama dengan Saudi Arabia. Malah Kerajaan Malaysia telah membenarkan sebua Universiti Kolej Arab Saudi (MEDIU) ditubuhkan di Kuala Lumpur. Kolej ini pastinya mengajar doctrin Wahhabi. Kumpulan Wahhabi semakin galak mencerca ulama’ lain. Di Malaysia ada sebuah negeri dibawah pengaruh Wahhabi iaitu negeri Perlis. Muftinya pemegang Ijazah PHD keluarga Islam. Perlantikannya bertentangan dengan syarat2 menjadi seorang mufti tapi itulah Wahhabi mengikut selera hawa nafsu mereka.
    Pohon juga kepada saudara di Indonesia yang berilmu untuk melayari blog2 Wahhabi di Malaysia dan memberikan input ASWAJA semoga memberi manafaat kepada para pelayar blog mereka.

    1. Krongthip Mahalakorn@

      Wah, sepertinya malaysia juga sudah parah terkena virus Wahabi nih? Tapi tenang, Bro… di sana ada Abu Syafiq kan? Satu orang itu saja pun sudah mampu mengalahkan 100 ustadz Wahabi. Percayalah!!!

  27. Setuju @bang nur, mereka selalu memakai jargon “Kembali ke Al Qur’an dan Sunnah” dan “Ikuti Salafusoleh”, ketika ditanya salafussoleh yang mane? kelimpungan jawabannye, kalau ditanya kembali ke Al Qur’an dan Sunnah ayat berapa? mereka cuma ambil satu surat aja, padahal kalau kita pelajari ayat-ayat Al Qur’an kan saling terpaut satu dengan yang lainnya, sehingga al Qur’an enak dibaca, enak di pelajarin.
    Jadi mereka mengambil satu ayat aja buat ngakali orang yang awam, makanya kite aswaja kudu hati-hati.

        1. Sahabat Rasulillah , salafus shalih yang diberi petunjuk oleh Allah dan Rasulnya, yang menjaga islam ini dari penyimpangan penyimpangan serta kesesatan kesesatan yang tidak berdasar pada Alquran dan as sunnah yang shahih. emng sahabat yang mana lagi….????

          1. @Irfan
            Maksud ane salafusaleh kan Orang-orang terdahulu yang soleh (sebelum ane hidup), kalau kita bicarakan sahabat Rasulullah dari 0 – 1 H, apa ente sudah tau cara hidup dan gaya hidup mereka?

  28. Jikalau…mereka (terserah mo disebut Wahabi ato Salafi) tidak mengganggu ritual2 ibadah sodara Muslim lainnya, It’s OK… kalo kyk gini sih kagak masalah. Nah repotnye pan ketika kite biasa ngelakuin ibadah yg tidak sepaham sm mereka lantas kite diberi cap “ahlul bid’ah” bahkan ada yg ekstrem smp bilang Kafir dg alasan kagak ade dalilnye. Trus, pas kite kasih dalilnye, dibantah lagi dg dalil versi mereka, kite kasih dalil yg laen lagi, trus dibantah lagi, akhirnye muter2 kagak jelas…?

    Mereka sangat cermat dalam membungkus sebuah kemasan Dakwah yg “menarik” terutama untuk orang awam. Slogan-slogan spt “Mengikuti Salafuna Sholeh” seolah-olah Ummat Islam diluar mereka bukan pengikut Salafuna Sholeh. belum lagi slogan “Kembali kepada Al-Quran dan Sunnah” yg jg mencitrakan seolah-olah Ummat Islam diluar mereka telah banyak yg tidak sesuai dg tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Hal-tersebut diperparah lagi dengan paham anti Tasawuf yg menyebabkan “kebekuan” hati mereka dalam beragama dan berfikir dengan kejernihan hati.

    Alhamdulillah, kite para pemegang teguh Aqidah Aswaja mempelajari dan mengamalkan ilmu Tasawuf, sehingga hati ini bisa diredam dari nafsu dan amarah. Coba kalo kite kagak belajar Tasawuf, mungkin ntu Pesantren2 dan Majelis2 Wahabi/Salafi ude diamuk massa Aswaja. Tapi sejauh ini tidak terjadi hal yg demikian karena Ulama2 Aswaja terus menebarkan ilmu Tasawuf untuk : …Jagalah hati…jangan kau kotori…jagalah hati….menghadapi Wahabi…. 😀

    Komeng2 ane di atas bukan hasil sebuah karangan fiktif apalagi karena kebencian. Tapi sebuah realita yg memang ada disekitar ane dan antum sekalian. Semoga menjadi sebuah renungan untuk sodara2ku yg telah “terjerembab” di lingkungan SaWah. Wallahu a’lam…

  29. Terimakasih tuntunan muhasabahnya, mas Admin.

    Ada satu keluarga kerabat dan 2 teman saya yg jadi korban doktrin/cuci otak ala Wahabi. kasihan bener mereka. Jadi sok bener sendiri. Sinis dan menghina amal ibadah orang lain jadi sebab masuk neraka. Saya sih senyum aja nanggapinya, kasihan….

  30. Wah, berarti yg ada di benak ane selama ini tentang hubungan wahhabi dan masonic bukan cuma prasangka ane doang ya

    ternyata sejalan dg pengamat wahhabi yg kompeten

    @admin
    mas mamo mungkin OL, tapi diem2 aje, kg komeng :mrgreen:

KOLOM KOMENTAR ANDA :