Berita Irak

Kalah Perang, ISIS Akan Jadi Organisasi Teroris Bawah Tanah

Islam-Institute, BAGHDADISIS diprediksi akan berubah jadi organisasi teroris bawah tanah. Pejabat militer Irak memperingatkan, bahwa ISIS dalam proses mengubah taktik mereka untuk melakukan serangan teror balasan di Irak setelah sejumlah kota berhasil direbut dari mereka.

ISIS tengah mengubah dirinya menjadi sebuah kekuatan paramiliter atau organisasi teroris bawah tanah dengan sel-sel melakukan serangan terhadap sasaran sipil dan militer.

“ISIS tidak akan memiliki kemampuan yang sama untuk mempertahankan kontrol atas kota seperti biasa, tapi akan pergi ke bawah tanah dan melaksanakan berbagai serangan tanpa basis utama atau pusat operasi,” kata Kolonel Ahmad Abdel Salam al-Dulaimi dikutip dari al Araby, Jumat (24/6/2016).

“Seminggu yang lalu ketika kita ingin tahu di mana ISIS kita menunjuk Fallujah. Sebulan yang lalu kami menunjuk Fallujah dan Rutba dan enam bulan yang lalu menjadi Fallujah, Rutba, dan Ramadi. Kemudian kita bisa memilih posisi ISIS untuk menjadi target. Di mana kita akan menunjuk sekarang? Intelijen kami menunjukkan hal yang mengerikan dan pasukan kami sedang diserang dari segala penjuru,” tuturnya.

Sementara seorang perwira tinggi militer Irak mengungkapkan kekhawatirannya jika ISIS mengubah dirinya menjadi gerakan gerilya. “Sebuah laporan intelijen terbaru dari Kementerian Pertahanan mengatakan ISIS telah bergeser dari kehadiran fisik berubah menjadi sel-sel dan kantong di seluruh negeri, mendestabilisasi kota,” katanya dalam diri anonimitas.

Sebelumnya, para pejabat AS telah memperingatkan bahwa perjuangan melawan ISIS bisa menjadi bumerang meskipun pihak militer mendapatkan keuntungan. Kerugian yang diderita kelompok itu akibat peperangan dengan pasukan internaional, terutama yang terdiri dari kelompok Syiah dan pejuang Kurdi, bisa memberikan legitimasi bagi kelompok itu di mata Muslim Sunni. (al/sn)

 

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close