Jurnalis Turki Bersumpah Beberkan Kejahatan Negara di Pengadilan

Jurnalis Turki bersumpah beberkan kejahatan negara di Pengadilan, sementara jurnalis tersebut berhadapan dengan hukuman bui seumur hidup atas tudingan “spionase”.

 

 

Can Dundar, the editor-in-chief of opposition.newspaper Cumhuriyet, right, and Erdem Gul, the paper’s Ankara representative, front-left, speak to the media outside Silivri prison near Istanbul, after their release early Friday, Feb. 26, 2016. Turkey’s highest court has ruled Thursday that authorities violated the rights of two prominent journalists who were jailed on terror and espionage charges, paving the way for their release. Constitutional Court justices ruled Thursday in favor of Dundar and the Gul who were arrested in November for their reports on alleged government arms smuggling to Syria. The court said the journalists personal and media rights were violated. (AP Photo/Can Erok)

 

Islam-institute, ANKARA  – Seorang awak media terkenal Turki, Jean Dundar yang juga kepala redaksi surat berita oposisi “Gmehoriet”, berhadapan dengan hukuman bui seumur hidup atas tudingan “spionase”. Dia berjanji akan “mengekspos kejahatan negara” di depan pengadilan, sementara keputusan hukuman atasnya dijadwalkan pada akhir bulan Maret ini.

Waktu konferensi perss, Rabu (02/03) di Istanbul, Dundar menjelaskan “sesi pertama yang diperuntukkan untuk mendengarkan pernyataan yang akan saya sampaikan waktu berlangsungnya persidangan pada 25 Maret nanti (di Istanbul) akan bongkar seluruh kejahatan negara dan pada kesempatan itu saya nggak akan membela diri, saya tetap akan mengungkap seluruh kejahatan negara”.

Ia menambahkan dengan nada sinis “kalau Anda sungguh-sungguh seorang jurnalis di Turki, maka masuk bui ialah bagian dari karir Anda!”.

Dia juga menekankan “kami ialah awak media dan kami nggak bertugas untuk melayani negara. Kewajiban kami ialah memberikan info ke publik mengenai hal tindakan tidak resmi pemerintah”, dia juga mencela “suasana ketakutan di kalangan awak media lahir di masa rezim Recep Tayyip Erdogan”. (Al/Sfa)


 

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :