Joko Santoso: Prabowo Akan Mundur dari Calon Presiden, Kalau Hal ini Terjadi!

Islam Institute, Malang—Calon Presiden (Calon Presiden) nomor urut 02, Prabowo Subianto Direncanakan akan menyampaikan pidato kebangsaan, Senin (14/1) besok. Kata-kata kunci selaku penegas sikapnya dalam Pemilihan presiden akan disampaikan dalam penutupan pidato tersebut.

Djoko Santoso, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memberikan bocoran yang akan disampaikan eks Danjen Kopassus itu. Prabowo dapat saja akan menjelaskan soal kemungkinan mundur kalau terjadi kecurangan.

Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kebangsaan. Sungguh supaya tidak terkejut barangkali, jika tetap nanti akan disampaikan Prabowo Subianto. Pernyataan terakhir Prabowo Subianto ialah, jika sungguh kemungkinan kecurangan itu tidak dapat dihindarkan maka Prabowo Subianto akan mengundurkan diri. Sebab sungguh ini telah luar biasa,” kata Djoko di acara Bincang Asik dan Penting (Bising) Gerakan Milineal Indonesia Malang Raya, Minggu (13/1).

“Mosok orang gila disuruh nyoblos. Tuhan saja tidak memberi tanggung jawab pada orang gila. Mosok kita memberi tanggung jawab, bagaimana? 1 hal yang luar biasa,” kata Djoko heran.

Waktu diwawancarai bakda memberikan sambutan, Djoko menjelaskan bahwa kecurangan dipastikan terjadi. Dia lagi-lagi menyebut contoh orang gila yang boleh ikut memilih.

“Pasti ada (kecurangan), orang gila suruh milih. Tuhan saja tidak memberi tanggung jawab pada orang gila. Awak media saksi sejarah, lebih pintar dari kami,” tegasnya waktu didesak mengenai hal pelaku kecurangan.

Djoko pun mengatakan dengan tegas soal pernyataan kemungkinan Prabowo mundur kalau ditemukan adanya kecurangan yang tidak dapat dihindarkan. Dirinya menyokong langkah tegas tersebut.

“Itu pernyataan kemarin yang jadi viral. Saya sokong dong, sebab dia pimpinan saya. Sebab kita lulus SMA, 18 tahun itu telah teken kontrak. Bahwa prajurit itu akan bertugas menegakkan keadilan dan kebenaran,” terangnya.

Sementara dalam sambutannya, Djoko menyampaikan bahwa sesungguhnya demokrasi bagian dari peradaban bangsa. Kalau sebuah negara menggelar Pemilihan Umum, maka sesungguhnya bangsa tersebut bernyali mempertontonkan peradabannya.

“Anda semua, kaum pemuda ialah pewaris bangsa ini, pewaris peradaban di Indonesia. Maka saudara wajib mempersiapkan diri,” tegasnya.

Tahun 2050, total generasi yang sekarang ini akan mengawaki negara dan bangsa 30 tahun yang akan Hadir. Secara alamiah yang tua akan berganti dengan yang muda.

“Saudara yang bertanggung jawab atas bangsa ini, saudara wajib memahami anatomi dan bentuk bangsa. Wajib mempersiapkan menjawab tantangan masa depan. Jika generasi lumpuh, maka bangsa ini akan punah,” tegasnya.

Djoko mengambil contoh mengenai hal narkoba yang masuk Indonesia yang jumlahnya yang tidak sedikit. Angkatan kerja dari bonus demografi, akan lumpuh bila narkoba tidak diperangi.

(mdk/bal)

Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.