John Kerry ke Saudi untuk Buktikan AS Nggak Berpaling ke Iran

Seorang Analis untuk Executive Intelligence Review, William Jones, mengumumkan bahwa kunjungan John Kerry untuk meyakinkan Arab Saudi bahwa AS nggak berpaling ke Iran ….

 

 

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Kunjungan Menteri Luar Negeri AS John Kerry ke Arab Saudi punya tujuan untuk menemukan cara untuk “mengkonsolidasikan” aliansi AS-Saudi, berdasarkan perubahan positif di wilayah.

Selama 24 jam perjalanan ke ibukota Riyadh pada hari Minggu (24/01), Kerry meyakinkan sekutu setia AS dengan “hubungan yang solid” sesudah penghapusan sanksi kepada Iran.

Pada tanggal 16 Januari, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan Kepala Keputusan strategi Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengumumkan bahwa sanksi yang dikenakan pada Teheran atas program nuklirnya sudah terangkat sesudah kesepakatan nuklir Iran mulai berlaku.

Dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Minggu, William Jones, kepala biro Washington untuk Executive Intelligence Review, menjelaskan bahwa kunjungan Kerry sinyal keprihatinannya atas hubungan AS-Arab.

“Terang dia terlalu prihatin bahwa Saudi yang independen dalam beberapa hal, mungkin sudah keluar dari flip,” katanya.

“Jadi saya pikir dia ingin mengkonsolidasikan dan mencoba untuk mencari tahu apa yang terjadi selama perjalanan Presiden Xi di Timur Tengah,” kata Jones, mengacu pada kunjungan Presiden China Xi Jinping baru-baru ini ke negara-negara Arab.

Analis itu lalu mengungkapkan biaya rahasia Arab Saudi untuk operasi siluman AS di Timur Tengah.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh New York Times, Sabtu (23/01), misi rahasia Presiden Barack Obama untuk CIA pada 2013, ialah memulai pelatihan anggota milisi dan mempersenjatai mereka untuk memerangi Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang sebagian besar didanai oleh Riyadh.

Times mengutip pejabat pemerintah yang menjelaskan bahwa Saudi menyumbang senjata dan uang ke CIA untuk melatih anggota milisi Suriah.

“Ini akan jadi tekanan kepada pemerintahan Obama yang bermain dengan Saudi dalam hal ini”, kata Jones.

Dia lebih detail menulis bahwa status quo di Timur Tengah berubah jadi ” intrik ” sesudah kunjungan presiden China dan kesediaannya untuk membangun ” hubungan baik ” dengan power regional seperti Iran.

Jones menambahkan bahwa penyelenggaraan kesepakatan nuklir Iran sudah membuka jalan bagi Teheran untuk “memainkan peran dan memperkuat penawaran ekonomi serta juga untuk membangun hubungan”.

Jadi, mungkin kunjungan John Kerry untuk meyakinkan Saudi bahwa “Kami masih berbarengan Anda”, lanjutnya.  (ARN/AU/Alalam)

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :