Home / Opini Inspiratif / Jika Rakyat Zalim, Bisa Jadi Akhirnya Dipimpin Pemimpin Zalim

Jika Rakyat Zalim, Bisa Jadi Akhirnya Dipimpin Pemimpin Zalim

Muhasabah: Jika kalian (rakyat) suka berbuat zalim, maka terimalah jika nanti akhirnya kalian akan dipimpin pemimpin zalim, renungkanlah….

 

Jika kalian(Rakyat) Zalim, Maka terimalah Pemimpin yang Zalim, intropeksilah
Jika rakyat zalim maka akan mendapat pemimpin zalim….

 

Islam-Institute, jakarta –  Tidak diragukan lagi salah satu tanda akan datangnya hari kiamat adalah tersebarnya kebodohan dan diangkatnya ilmu di antara manusia. Salah satu sikap yang menjadi kebiasan sebagian masyarakat kita adalah lebih suka menumpahkan kesalahan dan hujatan kepada Pemerintah, seakan pemerintah adalah biang kesalahan, sementara masyarakat cenderung menganggap diri sendiri paling benar.

Pernahkah mereka bermuhasabah barang sebentar, boleh jadi justru kesalahan ada pada para penghujat, pada mereka yang hobi demo dan berkoar-koar, seolah mereka manusia yang paling berhak mengatur urusan rakyat dan paling ahli? Sedangkan di mata mereka, pemerintah itu tidak lebih dari sekedar pembuat kesalahan yang harus disingkirkan segera dari kursi kepemimpinan atas nama kedaulatan rakyat yang diagung-agungkan itu!

Tidak pernahkah mereka mendengar firman Allah:

“Demikianlah kami menjadikan sebagian orang yang zalim itu pemimpin atas sesamanya sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.” – (QS. Al-An’am:129)


Pada masa kepemimpinan Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib – radhiyallahu ‘anhu – ada seseorang yang bertanya kepada beliau, “Kenapa pada zaman pemerintahanmu ini banyak terjadi pertengkaran dan fitnah (musibah), sedangkan pada zaman Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidak?” Sayyidina ‘Ali menjawab, “Karena pada zaman Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang menjadi rakyatnya adalah aku dan sahabat lainnya. Sedangkan pada zamanku yang menjadi rakyatnya adalah kalian.”

Dari dialog di atas, bukankah bisa kita simpulkan dengan jelas bahwasanya pemimpin adalah cermin rakyatnya. Sebaik-baik kaum adalah sahabat Nabi -ridhwanallahu ‘alaihi ajma’in-, oleh sebab itu pemimpin mereka adalah sebaik-baik manusia, yaitu Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-. Sedangkan zaman-zaman setelahnya adalah kaum yang persaksiannya mendahului sumpahnya, dan
sumpahnya mendahului persaksiannya, kaum yang jauh dari sisi kualitas dibandingkan para sahabat Nabi. Lalu bagaimana dengan masyarakat zaman kita sekarang?

Hendaklah setiap diri menyadari bahwa kunci kemajuan negeri ini bukan pada pemimpin semata,
karena telah jelas bahwa Allah berfirman:


“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan
yang ada pada diri mereka sendiri.” – (QS. Ar Ra’du : 11)

Oleh karena itu, berhentilah dari banyak mencela pemerintah. Stop segala bentuk demonstrasi sia-sia yang tidak pernah ada hasilnya selain hanya kerusakan materi dan akhlak. Fokuslah pada apa yang ada di depan kalian masing-masing. Agenda kita membangun negeri ini terlalu banyak untuk diabaikan. Dan doakanlah hal yang baik bagi pemimpin kita, agar kita tidak jatuh di bawah pemimpin zalim. 

Bisa jadi karena ngeyelnya masyarakat yang zalim ingin berganti pemimpin, justru pemimpin penggantinya adalah pemimpin zalim. Na’udzubillan min dzaalik! (al/mm)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KAPOLRI Tito Karnavian Soal NU dan Muhammadiyah Benar

KAPOLRI Tito Karnavian Soal NU dan Muhammadiyah Benar Secara kontekstual

Pidato KAPOLRI Tito Karnavian Soal NU dan Muhammadiyah Benar Secara kontekstual Benar Jika Dipahami Secara ...