Jerman, Qatar Janji Dukung Turki Ditengah Tekanan AS

Jerman, Qatar Janji Dukung Turki Ditengah Tekanan AS

Jerman, Qatar Janji Dukung Turki Ditengah Tekanan AS

ANKARA – Kanselir Jerman Angela Merkel dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani sudah mengumumkan sokongan untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di tengah ketegangan meningkat antara Ankara dan Washington.

Anadolu Agency Turki dengan mengutip sumber presiden menjelaskan bahwa dalam percakapan telepon hari Rabu dengan Erdogan, kanselir Jerman mengumumkan komitmen negaranya untuk memperkuat kerja sama dengan Turki melalui kunjungan timbal-balik di tingkat tertinggi.

Baca: Erdogan: Anjloknya Lira Plot Politik Lawan Ankara

Kedua belah pihak membicarakan kunjungan yang akan datang Erdogan ke Berlin yang dijadwalkan akhir September, dan perjumpaan antara Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak dan Menteri Perekonomian Jerman Peter Altmaier, yang akan diselenggarakan dalam beberapa hari yang akan datang.

Menurut sumber yang berbicara dengan syarat anonim, Merkel juga menggarisbawahi keprihatinan negaranya untuk ekonomi Turki yang kuat, mengulangi komentarnya pada hari Senin bahwa kemakmuran ekonomi Turki “melayani kepentingan Jerman”.

Pernyataannya datang ditengah tindakan hukuman Presiden AS Donald Trump kepada Turki yang sudah memotivasi lira terjun bebas.

Qatar Janjikan Investasi 15 miliar dolar di Turki

Emir Qatar juga tiba di Turki pada hari Rabu dalam sebuah kunjungan “kerja” yang punya tujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral.

Dalam perjumpaan “pribadi”, Erdogan dan Syekh Tamim membicarakan hubungan bilateral dan cara-cara untuk memperluas hubungan strategis yang ada antara kedua belah pihak di berbagai bidang.

“Selama perjumpaan, Qatar menjanjikan 15 miliar dolar dalam investasi langsung di “pasar keuangan dan bank Turki”, kata seorang pejabat Turki.

Baca: Erdogan Menyebut Turki akan Boikot Produk Elektronik AS

Pada 10 Agustus, Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya menggandakan tarif baja dan aluminium di Turki. Langkah itu datang selaku bagian dari reaksi AS kepada penahanan dua tahun Turki kepada seorang pendeta Amerika atas tudingan terorisme.

Selaku pembalasan, Erdogan menaikkan tarif untuk beberapa komoditas Amerika, dan meminta orang-orang Turki untuk memboikot barang elektronik buatan AS, termasuk iPhone Apple. (ARN)


Source by Ahmad Zaini

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :