jema’ah Haji Indonesia yang Syahid dalam Tragedi Mina 41 Orang

Website Islam Institute

jema’ah Haji Indonesia yang Syahid dalam Tragedi Mina Bertambah 41 Orang, 82 Hilang

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah mengidentifikasi 41 jemaah haji Indonesia yang wafat sebab kejadian tragedi Mina.

Islam-institute.com, MAKKAH – Pada waktu berita ini diturunkan, hitungan total jemaah haji Indonesia yang jadi korban meninggal (mati syahid) dalam tragedi Mina bertambah jadi 41 orang dari sebelumnya 34 orang. Bahkan, 4 penduduk negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Arab Saudi juga ikut jadi korban pada musibah tersebut. Makin bertambahnya jemaah haji yang meninggal maka hitungan total total jemaah haji tragedi Mina juga bertambah beberapa.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah mengidentifikasi 41 jemaah haji Indonesia yang wafat sebab kejadian tragedi Mina. Hal ini sehubungan dengan sudah teridentifikasinya kembali tujuh jenazah jemaah haji Indonesia yang ada di pemulasaraan Mu’aishim sampai dengan  Senin (28/09) dini hari waktu Arab Saudi.

“hingga dengan waktu ini, kami sudah menginventarisasi jemaah haji korban kejadian Mina dengan info selaku berikut: jemaah meninggal dunia pada pernyataan sebelumnya sebanyak 34 orang, waktu ini teridentifikasi lagi sebanyak tujuh orang sehingga hitungan total total jadi sebanyak 41 orang,” sedemikian dijelaskan Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh Abdul Djamil dalam Peluang jumpa pers di Daker Makkah, Senin (28/09).

 

Adapun tujuh jemaah haji yang baru teridentifikasi ialah selaku berikut:

  1. Ruswati Karim Lawadang, Kelompok Terbang BPN 5 nomor paspor A8925437;
  2. Warnita Habib Basa, Kelompok Terbang BTH 4 nomor paspor B0822105;
  3. Rosidah Adjo Madusri, Kelompok Terbang JKS 61 nomor paspor B0745303;
  4. Sitti Lubabah Arsyad Ngolo, Kelompok Terbang UPG 10 nomor paspor B0693565;
  5. Yusriani Muhammad Qohar, Kelompok Terbang SUB 48 nomor paspor A6885226;
  6. Ardani Moch Ali Siradj, Kelompok Terbang SOC 29 nomor paspor B0802886;
  7. Junaedi Sjahrudin Marjun, Kelompok Terbang SUB 36 nomor paspor B1021715

Kecuali itu, Abdul Djamil menjelaskan bahwa jemaah haji Indonesia yang cedera yang dirawat di RS juga bertambah 4 orang  sehingga hitungan total total jadi 10 orang. Ke-4 jemaah teridentifikasi baru yang waktu ini dirawat ialah:

  1. Aam Amalia Rustama, Kelompok Terbang JKS 61 nomor paspor B0929863 dirawat di RS Arofah;
  2. Murtiningsih Neman Sunar Akun, Kelompok Terbang SUB 48 nomor paspor B1225295 dirawat di RS Security Force Awali;
  3. Sapuna Muntaha Hedan, Kelompok Terbang SUB 48 nomor paspor B1381244 dirawat di RS. King Abdullah dan lalu dipindahkan ke RS Jeddah;
  4. Maryam Pauli Kiming, Kelompok Terbang UPG 10 nomor paspor B0693505 dirawat di RS Security Force Awali.

Sehubungan dengan bertambahnya jemaah yang teridentifikasi wafat dan sakit, maka menurut Abdul Djamil, jemaah yang belum kembali ke pemondokan berkurang jadi 82 orang dari hitungan total sebelumnya sebanyak 90 orang, dengan rincian selaku berikut: 8 orang dari Kelompok Terbang BTH 14; 14 orang dari Kelompok Terbang SUB 48; 46 orang dari  Kelompok Terbang JKS 61; 5 orang dari Kelompok Terbang UPG 10; 7 orang dari  Kelompok Terbang SOC 62; dan 2 orang dari  Kelompok Terbang SUB 36.

“Tim sudah berusaha keras siang dan malam mencari jemaah yang masih belum diketahui keberadaannya dan mengidentifikasi jenazah yang sudah diketahui meninggal dunia,” jelas Abdul Djamil.

Tim PPIH juga sukses mengidentifikasi jemaah haji dari Penduduk Negara Indonesia (WNI) yang mukim di Arab Saudi, yang jadi korban meninggal dunia dalam musibah tersebut. WNI dimaksud ber nama Rumiati binti Nomo atau Aminah, dengan alamat Desa Kalipare RT 03/03 Kecamatan Kalipare Arjowilangun Malang – Jawa Timur. “Sehingga sampai dengan waktu ini, hitungan total WNI mukimin yang jadi korban kejadian Mina berjumlah 4 orang,” kata Djamil.

Diakui Djamil bahwa kejadian pada Kamis (24/09) pagi itu sungguh memakan korban yang cukup beberapa dari bermacam negara, sehingga  memerlukan beberapa waktu untuk bisa mengetahui secara terang dan akurat soal identitas jemaah haji yang bersangkutan. “Keadaan ini juga mengharuskan kami berlomba dengan waktu dikarenakan kian lama waktu identifikasi, kian sulit kami bisa mengenali jemaah haji yang wafat,” katanya. (AL/ARN/MM)

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.