jema’ah Haji Indonesia Ikuti Ceramah Firanda

jema’ah Haji Indonesia – Ribuan Jamaah Haji Indonesia mengikuti ceramah ajaran berfaham Wahabi yang disampaikan Ustadz Firanda Andirja di Masjid Nabawi. Firanda Andirja Mengajarkan Kitab Tauhid karya Muhammad At-Tamimi (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi Al Najdi [kitab tauhid Wahabi]).

Ribuan jemaah haji Indonesia terjebak mengikuti nasehat agama berfaham Wahabi. Yaitu ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Wahabi Firanda Andirja, MA di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Tiap-tiap harinya Ustadz Firanda menyampaikan nasehat agama berfaham Wahabi dengan bahasa Indonesia di dalam Masjid Nabawi. Tepatnya dekat pintu 19. Ceramah ini diinginkan dapat menambah pengetahuan agama para jemaah haji Indonesia. Seperti ini sebagaimana dilansir dari Koran Republika, Edisi Rabu, (31/08/2016).

 

Ribuan jema’ah Haji Indonesia sekarang terjebak mengikuti nasehat agama berfaham Wahabi

Pada zaman dahulu, sebelum keluarga Saud dan Wahabi menguasai Tanah Suci, putra Nusantara mempunyai peran besar dalam penyebaran Islam. Putra Nusantara pada waktu itu amat dihormati oleh ulama Internasional.

Menyebut saja misalnya para Ulama Aswaja masa itu. Yaitu Syekh Nawawi Al Bantani dan Abdurrahman Siddiq Al Banjari, Syaikh Mahfudz al-Tarmazi, Syaikh Yasin al-Fadani, dan ulama Aswaja lainnya. Mereka sungguh-sungguh ulama mumpuni yang pernah jadi pengajar tetap di Masjidil Haram sebelum keluarga Saud berkuasa bareng Wahabi. Para tokoh ulama Aswaja ini sudah diakui kapasitas keilmuannya dan mempunyai karya tulis yang ndak tidak banyak.

Saat ini ribuan jema’ah Haji Indonesia terjebak mengikuti nasehat agama berfaham Wahabi. Sebab Tanah Hijaz berubah jadi Arab Saudi semenjak 1930-an dan tidak Ahlusunnah lagi. Maka ustadz Nusantara yang mengisi kajian di masjid Nabawi ialah Ustadz wahabi semacam Firanda Andirja, dan lainnya. Para tokoh muda yang  pintar akan keilmuan wahabinya.

Betapa ndak, sesudah sekian lama ndak ada putra Nusantara yang jadi pengajar di tanah Suci sebab wahabisasi. Saat ini para ustadz Wahabi yang dapat mengisi kajian di sana. Tentunya orang terpilih yang dipercaya oleh ulama wahabi Haramain untuk jadi pengajar tetap di sana.

Firanda Andirja, sedemikian nama lengkapnya. Lahir di Surabaya tanggal 28 Oktober 1979. Dia mengenyam pendidikan TK sampai SMA di Papua. Lalu meneruskan ke UGM (Universitas Gadjah Mada) mengambil jurusan Teknik. Di UGM beliau cuma belajar dua semester, lantas banting stir belajar agama. Dan meneruskan kuliah di Universitas Islam Madinah Arab Saudi. Saat ini beliau sedang menempuh S3 jurusan Aqidah di universitas tersebut.

Para jema’ah Umroh dan jema’ah Haji Indonesia, waspadalah dan kenalilah

Mulai hari ini, Kamis (11/4), seperti dilansir firanda.com, dia akan jadi pengajar tetap dengan berbagai macam judul. Tiap-tiap hari Sabtu, Ahad dan Senin beliau mengajar kitab al-Fushul fi Siratirrasul Karya Ibnu Katsir. Hari Selasa dan Rabu membicarakan kitab Bulughul Maram Karya Ibnu Hajar al-‘Asqolani. Dan hari Kamis dan Jum’at membicarakan kitab Tauhid. Kitab ini karya Muhammad At Tamimi (Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi Al Najdi [kitab tauhid wahabi]).
Kajian diadakan ba’da sholat Maghrib sampai Isya’ dan disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Sebab memang tujuannya supaya jemaah umroh dan jemaah haji Indonesia saat menziarahi Masjid Nabawi dapat memperoleh siraman rohani ala Wahabisme. Begitu juga untuk WNI dan TKI yang tinggal di kota Madinah.

Telah diketahui bahwa saban pengajar di Masjid Nabawi bukanlah orang sembarangan. Sebab ia dipilih dengan seleksi ketat dan rekomendasi ulama Haramain terkini.

Berikut ialah jadwal kajian agama berfaham Wahabi oleh para ustadz Wahabi Indonesia dan juga nama pengisinya. Seperti yang tersebar di berbagai grup kajian di whatssap :

  1. Ustdaz Firanda Andirja, MA
  • Maha siswa S3, Jurusan Aqidah, Fakultas Da’wah Dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah
  • Asal : Sorong, Irian Jaya
  • Waktu Kajian: Tiap-tiap Hari, seusai Sholat Maghrib-Isya
  • Tempat Kajian: Pintu 19 (Badr), kisaran 20 meter ke depan sebelah kiri
  1. Ustadz Abdullah Roy, MA
  • Maha siswa S3, Jurusan Aqidah, Fakultas Da’wah Dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah
  • Asal : Yogyakarta
  • Waktu Kajian: Tiap-tiap Hari, seusai Sholat Shubuh
  • Tempat Kajian: Pintu 19 (Badr)

Seluruh mereka ialah ustadz berfahama Wahabi, waspadalah dan kenalilah. Semoga nasehat agama berfaham Wahabi ndak sampai merubah aqidah Aswaja. Aqidah yang terpatri semenjak dini dalam hati sanubari jema’ah Umroh dan Jamaah Haji Indonesia.

Simpan

Simpan

Simpan

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :