Jejak Islam Nusantara pada Konferensi Ulama Suni di Chechnya

Forum International Summit of Moderate Islamic Leaders(Isomil) yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) awal Mei 2016 di Jakarta yang menyuarakan Islam Nusantara berpengaruh besar bagi perbincangan ulama internasional. Hal ini terbukti dengan pertemuan para ulama Suni di Chechnya akhir Agustus lalu yang antara lain menyuarakan Islam rahmatan lil alamin.

Kalau kita berangkat dari persoalan riil baik di tataran nasional maupun global, maka Nadlatul Ulama akan menjadi kiblat perubahan global dalam dunia Islam, kata Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang membuka forum bahtsul masail PBNU perihal kewarganegaraan ganda di Jakarta, Selasa (20/9) siang.

Islam moderat yang diusung NU

Menurutnya, NU tidak boleh berhenti mengkaji masalah-masalah substansial yang terjadi di tengah umat. Kontribusi pemikiran di dalam NU ini perlu mempertimbangkan aspek global di samping sisi lokal.

Perlu diketahui, konferensi ulama Suni di Chechnya itu diinspirasi oleh forum Isomil sebelumnya. Gagasan Islam moderat NU bergaung di dunia Islam. Jadi tanpa diminta, dunia Islam terpaksa meminta kontribusi NU, ujar Gus Yahya.

Mungkin Islam moderat yang diusung NU, kata Gus Yahya, bukan gagasan luar biasa di Indonesia. Tetapi gagasan itu menyentuh problem konkret yang dihadapi umat Islam di Timur Tengah saat ini.

Sebagaimana diketahui, konferensi ulama Suni di Chechnya akhir Agustus lalu melibatkan lebih dari 200 ulama dan para mufti di Timur Tengah. Forum ini membahas identitas Muslim yang mengikuti manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.

Jejak Islam Nusantara yang Diusung NU Tampak pada Konferensi Ulama Suni di Chechnya

(Alhafiz K/NU Online)

You might like

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.