Berita Suriah

Jeish al-Islam: Belum 24 Jam Pengganti Zahran Allouch Juga Tewas

Krisis kepemimipinan Jeish al-Islam, belum 24 jam, pengganti Zahran Allouch juga tewas di tangan pasukan Suriah. Tempat persembunyian komandan Jeish al-Islam yang baru, Essam al-Boudani, yang juga dikenal sebagai Abu Hamam, di Hajjariyeh, Douma diserbu oleh tentara Suriah sehingga menewaskan pengganti Zahran Allouch tersebut

 

 

Islam-Institute, DAMASKUS – Pasukan Suriah memburu dan menyerbu markas Jeish al-Islam, serta berhasil menewaskan sejumlah pasukan teroris di mana diperkirakan pemimpin terbaru kelompok teror itu juga termasuk di antara yang tewas.

FNA melaporkan pada Sabtu (27/12) kemarin bahwa Essam al-Boudani, pengganti Zahran Aallouch yang tewas tak sampai 24 jam setelah terpilih tersebut adalah termasuk mereka yang tewas di markas kelompok teror di Douma, selatan Damaskus, dalam serbuan pasukan Suriah.

“Tempat persembunyian komandan Jeish al-Islam yang baru, Essam al-Boudani, yang juga dikenal sebagai Abu Hamam, di Hajjariyeh, Douma diserbu oleh tentara Suriah,” ungkap seorang sumber militer pada Sabtu sore, “Pasukan Suriah itu mendapat informasi dari sumber-sumber intellijen mengenai tempat persembunyian al-Boudani pagi ini,” tambahnya.

“Sejumlah penjaga dari komandan baru tersebut juga tewas atau terluka dalam serangan itu, Kantor pusat kelompok teroris tersebut telah benar-benar hancur,” jelasnya lagi. Sumber tersebut mengatakan bahwa nasib al-Boudani sendiri hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi sepenuhnya.

Pada hari Jum’at kemarin, Komandan tertinggi Jeish al Islam, Zahran Allouch, seseorang yang terkenal karena kesadisannya dalam mengumumkan pembersihan etnis di Suriah, tewas dalam serangan udara pasukan Suriah di Ghouta Timur, Damaskus.

Sebelumnya beredar kabar bahwa Zahran Allouch tewas dalam serangan Udara Rusia, namun kemudian dikonfirmasi bahwa ternyata Pasukan Udara tentara Suriah adalah pihak yang telah melakukan penyerangan yang menewaskan Zahran Allouch dan beberapa komandan pasukan teroris lainnya tersebut.

Beberapa jam setelah kematian Zahran Allouch, para petinggi Jeish al-Islam menggelar rapat darurat untuk memilih pemimpin baru. Di antara 12 orang wakil komandan serta ajudan-ajudan Zahran Allouch, terpilihlah sebagai Pemimpin Jeish al-Islam adalah Essam al-Boudani. Namun tak sampai 24 jam setelah terpilihnya Essam al-Boudani, tampaknya dia pun harus menyerah kepada kematian di tangan pasukan Suriah.  (AL/ARN)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close