Jangan Jadikan TV Nasional Corong bagi Ustad Pendukung Teroris !!

Jangan Jadikan TV Nasional Corong bagi Ustad Pendukung Teroris !!

Mari kita buat list, siapa-siapa saja penceramah agama yang suka mengisi acara di TV dan dia aktif menyebarkan paham radikal.

Kenapa ini penting?

Pertanyaan ini mampu kita balik, mengapa ajaran agama yang intoleran dan radikal sebagaimana pandangan supporting masarakat? Aku menyaksikan salah satunya ialah akibat peranan statisun TV. Mereka memberi tempat orang-orang ini berkoar-koar berceramah agama dan jutaan masarakat menyaksikan acaranya.

Ok, katakanlah ketika sebagai penceramah di TV, para pendukung intoleransi dan radikal itu tak langsung membicarakan thema-thema sensitif di acaranya.

Tetapi dengan memperoleh tempat di sebuah acara TV, seakan mereka telah punya legitimasi publik selaku pengajar Islam. Orang awam bakal menganggapnya selaku penceramah kondang. Ada semacam peningkatan bobot pengaruh dari omongan mereka terhadap masarakat.

Kalau dalam acara TV mereka bicara biasa-biasa saja, bisa jadi pada kesempatan lain gak seperti itu. Lihat saja status Ustad yang baru saja melecehkan Polisi. Merespon aksi teroris di Mako Brimob kemarin, dia menyebut polisi dengan sebutan ‘Monyet berseragam bencong’. Walaupun status itu telah dihapus, untung saja tidak sedikit orang yang sempat screenshot. dia khabarnya bakal sebagai bagian pengisi acara Ramadhan di slah satu TV Swasta

Bayangkan kalau pendukung teroris sebagaimana dia diberi panggung ceramah di TV. Apa tak makin rusak bangsa ini?

Kita punya BNPT. Program deradikalisasi menghabiskan biaya besar, tetapi proses radikalisasi malah muncul dari TV-TV kita. Kalau program deradikalisasi berjalan pelan dan terseok-seok, malah proses radikalisasi berjalan amat masif. Disokong oleh stasiun TV masuk menuju kamar bermalam rakyat. pantas kita menginginkan negeri ini terbebas dari teroris? Mimpi!

Loading...
loading...

Pengelola stasiun TV seharusnya ialah orang yang pertama ditatar oleh BNPT supaya mereka tak sebagai kaki-tangan radikalisme. seusai itu para agency pemasang iklan supaya mereka jangan lagi memasang iklan di acara yang di dalamnya ada tokoh pendukung ajaran radikal.

Pun terhadap produk-produk yang biasanya memasang iklan di acara kajian agama sebagaimana itu, sebaiknya hati-hati pilih program. Jangan cuma memeintingkan keuntungan buat diri sendiri. Pikirkan pun masa depan masarakat.

Ok, Anda seluruh sekarang mampu jualan. TV mampu terus siaran dan bisa untung. Agency dan produsen produk laku dengan iklan yang gencar. Tetapi saat kubu barbar dan intoleran itu menguasai Indonesia, apakah Anda masih mampu eksis? Apakah tontonan Anda bakal laku? Apakah agency Anda mampu terus beroperasi? Apakah masarakat yang porak-poranda nanti sempat membeli produk Anda?

Tidakkah Anda belajar dari Suriah atau Libya. Di sana, kapan waktunya rakyat mampu menikmati acara TV saat rumah dan kotanya porak poranda? Siapa yang mampu berbelanja obat maag, sirop atau sarung sementara desingan peluru lewat di atas kepalanya.

Menampilkan pembicara agama yang membawa paham radikal, bahayanya sama dengan Anda menjajakan narkoba. Masa depan bangsa ini sebagai taruhannya.

Kita wajib mendesak Kementrian Agama, Kominfo KPI dan BNPT bertindak lebih jauh, mengawasi konten radikal di TV. Tak ada gunanya kita memerangi teroris, kalau malah paham radikal kita fasilitasi di banyak acara TV.

Aku kuatir, Ramadhan nanti wajah-wajah yang tampil di TV sedang membawakan acara keagamaan ialah wajah-wajah yang malah ingin mendukung bangsa ini masuk menuju jurang kehancuran.

Kalau ini dibiarkan saja jangan kaget kalau banyak tahun lagi tiba-tiba kita telah dikepung para teroris!

 

Diedit dari Tulisan Eko Kuntadi

Jangan Jadikan TV Nasional Corong bagi Ustad Pendukung Teroris !!

Loading...

Link

loading...

You might like

About the Author: Hakim Abdul

KOLOM KOMENTAR ANDA :