Jangan Ada Usaha Menjatuhkan KH Said Aqil Siraj dari PBNU

Terpilihnya Kiyai Said Aqil Siraj ialah kenyataan, nggak boleh ada usaha yang ingin menjatuhkannya dari PBNU, sedemikian seperti dikatakan Habib Taufiq Assegaf ….

 

Bertempat di Gedung Sekretariat Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, pada Ahad 24 Januari 2016, dilaksanakan seminar sehari dengan tema “Jalan keluar Dinamika Islam Kekinian Di Indonesia dan Dunia”.

Datang selaku narasumber pembicara tingkat nasional dan internasional, yaitu 1. KH. Said Aqil Siraj (Ketua Umum PBNU), 2. KH. Yahya Zainul Ma’arif/ Buya Yahya (Pengasuh PP. Al-Bahjah, Cirebon), dan 3. Habib Abu Bakar al-Adni bin Ali Al-Masyhur (ulama’ terkemuka Timur Tengah, Yaman). Seminar berlevel internasional yang dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesntren se Jawa-Madura ini, merupakan sebuah respon positif atas perbagai pemasalahan yang tengah dihadapi ummat Islam waktu ini.

 

Beberapa tokoh ulama yang datang pada acara seminar tersebut, antara lain; Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH. Ahmad Nawawi Abd Djalil, KH. Kafabihi Mahrus, Lirboyo Kediri, KH. Abdul Adzim Cholili, Bangkalan, KH. Muhammad Subadar, Besuk, Habib Taufiq Assegaf, dan lain-lain.

Pada waktu sesi dialog tanya jawab, Ketua Umum Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil berkesemptan untuk memberi tanggapan mengenai hal perkembangan Islam Liberal yang oleh Kyai Said Aqil Siradj akan diberangus sebagaimana komitmen beliau pada waktu Muktamar ke-33 di Jombang.

Lantas sesi yang sama, KH. Muhibbul Aman Aly mengumumkan bagian peserta seminar ada yang menanyakan perihal proses pemilihan dalam Muktamar NU. Dengan sigap, Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf langsung memutus dan mengumumkan terpilihnya Kiyai Said Aqil Siraj ialah kenyataan yang mesti diterima dan nggak boleh ada usaha untuk menjatuhkannya.

“kiai Said datang sampai akhir acara. Pada waktu sesi tanya jawab, ada bagian peserta yang mengungkit mengenai hal proses pemilihan dalam muktamar. Habib Taufiq Assegaf langsung memutus dan mengumumkan bahwa terpilihnya Kiyai Said Aqil ialah kenyataan yang mesti diterima dan tidak boleh ada usaha untuk menjatuhkannya. Akan tetapi selaku muslim, kita wajib mengingatkan dengan santun kalau ada yang salah selaku tanggung jawab ulama, mumpung masih ada kiyai sepuh”, ungkap KH Muhibbul Aman Aly yang akrab dipanggil Gus Muhib, alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Diinginkan perjumpaan para ulama ahlussunnah wal jemaah ini dapat makin memperkuat dan memperkokoh power Islam yang bersatu padu untuk menuntaskan dan memberikan jalan penyelesaian terkini kepada berbagai persoalan yang sedang dihadapi ummat Islam dunia, terlebih di negara Indonesia. Ndak cuma sekedar basa basi aksi seremonial belaka di atas panggung tapi dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata dalam bingkai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang rahmatan lil ‘alamin.

http://www.muslimoderat.com/2016/01/habib-taufiq-assegaf-tidak-boleh-ada.html#ixzz3yItx9ZaW

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :