Jakarta Masih Dihantui Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang

Islam InstituteDalam musim penghujan sekarang ini, Jakarta bukan cuma dihantui banjir tetapi kemungkinan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan rentannya Ibu Kota kepada ancaman dari 3 bencana itu.

Data dari Dinas Kehutanan (Dishut) DKI menyebutkan, pohon tumbang yang menimpa kendaraan bermotor sedikitnya terjadi lebih dari 190 kali selama musim penghujan atau dalam 2 Minggu terakhir. Kejadian teranyar terjadi di antaranya di Pasar Santa, dan Mal Kota Kasablanka, Rabu (12/12).

Pelaksana tugas (Plt) Kadishut DKI Suzi Marsitawati menerangkan, pohon tumbang bukan cuma dikarenakan hujan disertai angin kencang tetapi akar pohon yang tidak lagi kokoh sebab telah tua. Terkait hal itu pihaknya memastikan akan mengganti rugi kendaraan yang tertimpa pohon, selain melaksanakan antisipasi dengan memangkas pohon yang termasuk tinggi.

Bencana banjir masih terjadi secara sporadis di sejumlah titik. Walaupun Pemprov DKI telah melaksanakan pendataan dan inventarisasi wilayah rawan banjir, tindakan tersebut belum sanggup mengamankan areal dari kemungkinan banjir. Beruntungnya banjir cepat surut sehingga tidak berlebihan mengganggu aktivitas masyarakat.

Banjir mampu ditemukan di daerah Pancoran, Mampang Prapatan, MT Haryono, Duren 3 yang kebetulan seluruhnya Ada di kotamadya Jaksel. Di sejumlah titik banjir juga ditemukan adanya pohon tumbang yang mampu menelan korban.

Gubernur DKI Anies Baswedan menekankan, jajarannya telah melaksanakan antisipasi dengan memposisikan pompa-pompa di daerah dataran rendah untuk mengendalikan debit air. Saluran air di gorong-gorong juga dijaga kebersihannya sehingga tidak menghambat aliran air

“Adapun jangka lebih panjang ialah pembangunan drainase vertikal yang nanti akan dibangun secara masif Insya Allah tahub 2019 ini kita akan mulai di semua Jakarta,” kata gubernur menerangkan langkah antisipasi banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mempunyai data terkait kemungkinan longsor akibat curah hujan yang tinggi. Jagakarsa, Jaksel Adalah bagian wilayah yang paling potensial. Khususnya di wilayah bantaran sungai. Artinya langkah merelokasi jadi jalan keluar untuk menata wilayah kemungkinan longsor.

Gubernur Anies menceritakan, kepada bangunan yang mempunyai risiko longsor tidak ada pilihan selain membongkarnya. Dia juga menekankan bangunan liar yang dibangun tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) akan ditertibkan.

“Jadi yang tinggal di situ punya pilihan, mau kejadian seperti ini atau cari tempat lain yang lebih aman,” kata Anies.

Artikel ini sudah tayang di beritasatu.com

You might like

About the Author: Ahmad Naufal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.