Jadi Tersangka, Ahmad Dhani Malah Bandingkan Pancasila dengan Cebong!

Jadi Tersangka, Ahmad Dhani Malah Bandingkan Pancasila dengan Cebong!

Jadi Tersangka, Ahmad Dhani Malah Bandingkan Pancasila dengan Cebong!

JAKARTA – Polisi menetapkan Ahmad Dhani selaku tersangka Perkara pencemaran nama baik. Ahmad Dhani berang dirinya ditetapkan tersangka.

Dhani heran kebenciannya pada suatu hal yang negatif dianggap menyalahi aturan. Menurut dia, negara tidak boleh mencegah warganya tidak suka hal yang negatif.

“Kok dicegah tidak suka sesuatu yang negatif????,” ucap Ahmad Dhani untuk awak media, Kamis (18/10/2018).

“Ini negara cebong atau negara Pancasila?,” imbuhnya.

BacaAhmad Dhani Ditetapkan Selaku Tersangka Perkara Ucapan Kebencian.

Kader Partai Gerindra itu juga heran kata ‘idiot’ yang dilontarkannya untuk sejumlah massa Gabungan Bela NKRI yang menghadangnya bisa menyeretnya jadi tersangka. Dia menilai, hal itu bentuk usaha mengkriminalisasi dirinya.

“Ini kriminalisasi,” kata Dhani.

Ahmad Dhani ditetapkan selaku tersangka Perkara pencemaran nama baik. Peningkatan status perkara dikerjakan sesudah sejumlah saksi dan ahli diperiksa.

Loading...
loading...

Ucapan Dhani yang berujung pelaporan pencemaran nama baik ini sempat dilontarkannya dalam video di Facebook. Waktu itu, Dhani yang hendak ikut deklarasi #2019GantiPresiden dihadang oleh sejumlah massa Gabungan Bela NKRI. Dalam videonya, Dhani Disangka menyebut orang-orang yang menghadangnya idiot.

“Dalam Perkara yang berujung pada pelaporan itu, kami telah meneliti beberapa ahli bahasa, ahli lain, saksi-saksi juga. Kami sudah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) selaku tersangka,” ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera waktu jumpa pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (18/10/2018).

Merespon penetapan dirinya selaku tersangka, Ahmad Dhani berang. Dia lalu menyebut penetapan status tersangka bentuk usaha mengkriminalisasi dirinya. [ARN/Detik]


ArrahmahNews
Shared by Samsul Anwar

loading...

You might like

About the Author: Samsul Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *