Inspirasional

Jadi Pembicara di Israel, Gus Yahya: Aku Berdiri di Sini demi Palestina

Gus Yahya Jadi Pembicara di Israel: “Aku Berdiri di Sini demi Palestina.” Kita layak bangga ketika melihat beliu menyampaikan pesan damai Islam untuk perdamaian dunia di Yerusalem. Untuk mengakhiri semua konflik yang ada di sana perlu sebuah solusi nyata yang harus disampaikan kepada Israel.

Pak Kyai Yahya Chalil Staquf menyampaikan kepada mereka: “The very fundamental choice that can give as an opportunity for solution we believe is a choice in Islamic term called RAHMAH, Rahmah is a compassion and caring about others.”

Gus Yahya menyampaikan bahwa solusi perdamaian dunia di Timur Tengah dan di bagian dunia manapun adalah dengan KASIH SAYANG SESAMA dan PEDULI pada sesama manusia. Ketika RAHMAH ini diimplementasikan di dunia maka keadilan akan tercipta, ketika keadilan tercipta maka kedamaian dunia akan terjadi.

Luar biasa Gus Yahya menyampaikan cita-cita UUD 1945 dan solusinya tepat di sebuah Negeri yang selalu menjadi sumber konflik tak berkesudahan, Israel.

Kami bangga denganmu Pak Kyai Yahya Chalil Staquf!

Sepertinya organisasi Islam di Asia Tenggara ini hanya NU yang benar-benar berani mewujudkan rahmatan lil alamain serta berani mengambil resiko atas piliahanya tersebut.

Itulah sebabnya organisasi ini dapat diterima di seluruh belahan dunia manapun, lintas ethnik, agama dan geografis.

Tetapi bagaimanapun juga, NU tetap menghargai yang berbeda pendapat dengannya.

Jadi Pembicara di Israel, Gus Yahya: “Aku Berdiri di Sini demi Palestina”

Dengan pembawaan yang kalem, tenang, dan runut dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan Rabbi David Rosen, sang moderator, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menekankan, adanya dia jadi pembicara di Israel merupakan usaha memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.

“Aku berdiri di sini demi Palestina, aku berdiri di sini atas dasar bahwa kita seluruhnya wajib menghormati kedaulatan Palestina selaku negara merdeka,” tegas Gus Yahya, Ahad (10/6) ketika sebagai pembicara dalam aktifitas dialog yang diprakarsai oleh America Jewish Commitee (AJC) di Tel Aviv, Israel dilansir NU Online dari akun YouTube AJC Global.

Gus Yahya juga menerangkan perihal peran aktif Indonesia dan Nahdlatul Ulama (NU) bagi keberlangsungan kehidupan sebuah bangsa di level global. Hal ini merupakan bagian usaha demi meneruskan perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di sejumlah negara demi mewujudkan perdamaian dunia, termasuk kemerdekaan rakyat Palestina.

Moderator Rabbi David Rosen yang juga Direktur AJC melontarkan pertanyaan terkait hubungan Islam dan Yahudi terhadap Gus Yahya. Rosen mereferensi terhadap eskalasi konflik antara Palestina dan Israel yang berdampak pada sentimen Islam dan Yahudi di banyak negara termasuk di Indonesia.

Gus Yahya ndak menampik bahwa hubungan Islam dan Yahudi bergerak fluktuatif. Selain sentimen yang ditimbulkan oleh konflik Palestina-Israel, hal itu juga terkait sejarah panjang antara dua negara tersebut.

Putra KH Cholil Bisri Rembang ini juga menungungkapkan bahwa konflik tersebut terkait dengan kekurangpahaman akar konflik sesungguhnya. Sehingga masing-masing agama wajib memahami ajarannya dengan baik dan benar.

Dia memberikan sejumlah hal terkait langkah yang dapat dilaksanakan ummat Islam dan Yahudi demi mewujudkan kehidupan yang lebih damai.

“Pertama, wajib menemukan jalan penyelesaian baru terkait fungsi agama dalam kehidupan nyata. Kedua, wajib ada interpretasi lebih antar-agama demi membimbing ummat supaya tercipta harmonisasi antarumat beragama,” tutur Gus Yahya yang diakhir statemennya memperoleh aplaus meriah dari hadirin yang memadati ruang dialog.

Gus Yahya Jadi Pembicara di Israel: "Aku Berdiri di Sini demi Palestina."

Enggak Ada Kerja Sama NU dan Israel

Sebelum ini, salah seorang Ketua PBNU H Robikin Emhas menjelaskan ndak ada kerja sama antara Nahdlatul Ulama dengan Israel, baik dalam bentuk program maupun kelembagaan. Hal ini ditegaskan PBNU terkait kedatangan Gus Yahya demi memenuhi undangan dialog di Israel.

“Sekali lagi ditegaskan, ndak ada jalinan kerja sama program maupun kelembagaan antara NU dengan Israel,” ungkap Robikin, Sabtu (9/6) kemarin.

Robikin juga mengumumkan keyakinannya bahwa kehadiran Gus Yahya tersebut demi memberi sokongan dan menekankan terhadap dunia, khususnya Israel bahwa Palestina ialah negara merdeka, bukan sebaliknya.

“Tiap-tiap insan yang mencintai perdamaian mendambakan penyelesaian menyeluruh dan tuntas atas konflik Israel-Palestina,” tambah Robikin.

Selain itu Robikin menyebut konflik Israel-Palestina ndak dikarenakan oleh faktor tunggal. Sehingga diperlukan semacam ide out of the book yang memberi harapan perdamaian bagi seluruh pihak secara adil.

“Boleh jadi Gus Yahya Staquf memenuhi undangan dimaksud demi menawarkan ide yang memberi harapan bagi terwujudkan perdamaian di Palestina dan dunia pada umumnya,” pungkas Robikin. (Fathoni/NU Online)

Jasa Web Alhadiy
Tags

Related Articles

Jika ada ditemukan artikel yang salah, dan lain-lannya, silahkan tinggalkan komentar. Terima kasih.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker