Isu 3000 Maha siswa Iran Dijual Gubernur Aher Ke Arab Saudi ?

Loading...

BUKTI VIDEO HEBOH, isu pengiriman 3000 Maha siswa Indonesia ke Iran dijual Gubenur Jawa Barat Aher (Ahmad Heryawan) ke Arab Saudi

 

Foto Ahmad heryawan (Aher) bersama-sama utusan Arab Saudi

 

 

Islam-Institute, Jakarta — Gencarnya isu pengiriman 3 ribu maha siswa Indonesia ke Iran yang dituduhkan ke Ketua PBNU KH Said Aqil Sirodj yang selama ini ditebarkan saban waktu oleh media-media takfiri ternyata cuma untuk menyokong ‘jual beli’ fitnah dengan Arab Saudi.

Bukti vedio ini merupakan sebuah rekaman Video perjumpaan Gubenur Jabar Ahmad Heryawan yang biasa dipanggil Aher, di mana Aher berjumpa seorang Syaikh yang diduga utusan dari kerejaan Arab Saudi atas permintaan Aher.

Video ini telah jadi viral di media sosial, ada di berbagai media seperti grup-grup Whatsapp, Facebook, dan twitter.

Berikut ini kutipan berita yang sudah dipublish oleh liputanislam terkait Bukti Video Aher bertransaksi dengan utusan Arab saudi:

 

Aher Jual Iran untuk Minta Biaya dari Arab Saudi?

Jakarta, LiputanIslam.com – Sebuah video yang beredar di grup-grup Whatsapp menunjukkanadegan yang mengejutkan. Dalam video itu kelihatan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) sedang duduk di lantai bersama-sama beberapa orang berpakaian khas Arab dan mereka satu sama lain berbicara dalam bahasa Arab. Di sebelah Aher, duduk seseorang dengan pakaian khas ulama Saudi duduk di kursi (sehingga posisi duduknya lebih tinggi daripada Aher, sang gubernur). Lebih jauh lagi, Aher menyebut Iran sudah membiayai 3000 pelajar Indonesia untuk studi di Iran, dan meminta supaya Arab Saudi juga memberikan beasiswa sebanyak itu.

loading...

Di bagian lain pernyataannya, Aher menyebut, “Orang-orang Syiah itu kelihatan kuat dalam kelemahannya. Mereka jadi kuat, sebab kita lemah. Jika kita kuat, maka otomatis mereka jadi lemah. Itu merupakan hukum alam. Kami sekarang telah membangun pesantren besar di Subang dan Sukabumi, dan cepat di Garut. Nantinya, selaku pemerintah, kami ingin membangun 30 pesantren lagi.”

Lalu, Aher menjelaskan bahwa saban tahun Iran memberi beasiswa ke 3000 pelajar Indonesia untuk belajar ke Iran. Seseorang di dalam video kelihatan terkejut, sebab menurut dia yang belajar ke Saudi cuma 150 orang per tahun. Oleh karena itu, Aher meminta supaya Saudi memberi beasiswa minimal sama dengan Iran.

Seorang maha siswa Indonesia di Iran waktu dipertunjukkan video tersebut berkomentar, “Iran dijual untuk tawar-menawar dengan Saudi. Lagipula, hitungan total maha siswa Indonesia di Iran waktu ini cuma 150-an orang.”

Pengurus IKMAL (Ikatan Alumni Jamiah Al Mustafa, lembaga alumnus Iran di Indonesia) yang dihubungi LI mengumumkan, total alumnus Iran semenjak berdirinya Republik Islam Iran sampai Saat ini tercatat cuma 270 orang.

Data dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) Indonesia pun memperlihatkan bahwa penduduk Indonesia di Iran yang mengikuti pemilu 2014 ialah 289 orang. Angka ini jauh tak sama dengan pengakuan Aher bahwa saban tahun ada 3000 orang Indonesia dikirim belajar di Iran.

Arab Saudi dikenal royal dalam memberikan sokongan ke tokoh-tokoh politik. Baru-baru ini di Malaysia, Perdana Menteri Najib Razak dituduh korupsi sebab mempunyai biaya sejumlah 681 juta dollar AS (setara hampir Rp 10 triliun) di rekeningnya.

Lalu, Kejaksaan Agung Malaysia pada Selasa (26/1/2016) mencabut tudingan tersebut dan mengumumkan bahwa uang sebesar itu diterima Najib di akun bank pribadinya selaku hadiah dari keluarga Kerajaan Arab Saudi, yang ditransfer antara akhir Maret dan awal April 2013. (dw)

 

 

Bukti video Aher berjumpa Syaikh Arab saudi dapat dilihat di sini:

 

 

 

 

loading...

Sumber : Liputanislam.com

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :