Istithaah Kesehatan Haji Tahun Ini Lebih Ditegakkan

Istithaah Kesehatan Haji Tahun Ini Lebih Ditegakkan

loading…

BOGOR – Pusat Kesehatan (Puskes) Haji Kementerian Kesehatan menggelar Forum Group Discussion (FGD) Istithaah Kesehatan Haji yang bermaksud mencari kesamaan visi mengenai syarat pemberangkatan calon jemaah haji. Diadakan di bagian lodge di Bogor, Jawa Barat, FGD Istithaah Kesehatan Haji menghadirkan Komisi Fatwa MUI dan perwakilan Kementerian Agama (Kemenag).

“FGD ini merupakan kelanjutan dari FGD yang dilaksanakan Komisi Pengawas Haji berbagai pekan lalu di Jakarta. Kami ingin memperoleh masukan dari ulama mengenai penegakan istithaah kesehatan haji,” kata Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Eka Jusuf Singka, Jumat (6/4/2018).

Dia menjelaskan, istithaah haji tidak cuma bicara kesanggupan materi tapi pun soal kesehatan. Jangan sampai jemaah haji memaksakan diri berangkat, tapi sampai di Arab Saudi malah tak bisa beribadah.

“Diharapkan di Madinah atau Mekkah jangan sakit dan sebagai pasien di KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) atau RSAS (Rumah Sakit Arab Saudi). Kan kasihan jemaah sudah bayar dan menanti lama, tapi di Tanah Suci malah tak bisa beribadah,” ucapnya.

Dia menginginkan, calon jemaah haji mengerti benar soal istithaah kesehatan haji. Sebab sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 15 Tahun 2016.

“Permenkes ini dibuat tidak oleh Kemenkes sendiri. Kami berkonsultasi kepada kementrian agama dan para ulama. Tugas kami melaksanakan pembinaan kesehatan,” tambah Eka.

Kapuskes Haji juga bersyukur, tahun sekarang penegakan Istithaah Kesehatan Haji diperkuat dengan surat edaran dari Dirjen Pelaksanaan Haji dan Umroh (PHU), Nizar Ali. Menjadi, di tingkat daerah wajib benar-benar memperhatikan Permenkes Istithaah Kesehatan Haji.

Loading...
loading...

“Alhamdulillah di awal tahun sekarang surat edaran itu diterbitkan. Semoga kesehatan jemaah haji lebih terjaga. Tak kasihan lalu most important diloloskan untuk melunasi BPIH, walaupun tak istithaah kesehatan. Kami amat berterima kasih kepada Prof Nizar Ali,” katanya.

Dalam sambutannya Sekjen Kemenkes, Untung Suseno Sutarjo menjelaskan, Permenkes Istithaah Kesehatan Haji dibuat tidak untuk mempersulit atau menghambat masyarakat untuk berhaji. Tapi lebih bermaksud melindungi supaya ketika melaksanakan ritual haji benar-benar ditunjang dengan kesehatan yang bagus.

“Kami enggak mau jemaah menuju sana cuma untuk dirawat. Kami menginginkan jangan memaksakan diri,” ingin Untung Suseno.

Nasrullah Jassam, Kasubdit Dokumen Pelaksanaan Haji Ditjen PHU kementrian agama ketika memberikan materi FGD menjelaskan, kementrian agama mengakui problem kesehatan jemaah haji wajib sebagai perhatian. “Tidak cuma kesehatan fisik atau badan, kesehatan psychological pun perlu sebagai perhatian,” kata Nasrullah Jassam.

Mantan Kadaker Madinah dan Mekkah ini memberi contoh adanya dua jemaah “ghoib” (hilang) pada 2017. seusai ditelusuri menuju keluarganya ternyata ada yang tak sama dengan dua jemaah ini.

“Ini problem psikologis. Secara kasat mata memang sehat, tapi enggak kasat mata yang menjadi problem,” ucapnya.

Loading...

Source

loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :