Home / Sosok & Tokoh / Islam Nusantara Bukan Madzhab Baru

Islam Nusantara Bukan Madzhab Baru

KH Said Aqil Siroj Jelaskan Makna Islam Nusantara di Jombang

Islam-institute.com, JOMBANG —  Tema Spektakuler Islam Nusantara adalah Tema Muktamar NU ke-33. Tema besar ini ternyata tidak diterima begitu saja oleh sebagian orang Islam bahkan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, khususnya umat Islam. Di hadapan sejumlah insan media, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj secara singkat menjelaskan makna tema muktamar NU yang akan berlangsung 1 hingga 5 Agustus mendatang.

Islam Nusantara adalah Islam yang melebur dengan budaya, titik,” kata KH Said Aqil Siroj, Senin (13/7/2015). Bagi guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini, hakikat Islam Nusantara tidak memberangus budaya dan tidak memusuhi tradisi. “Kecuali tradisi yang bertentangan dengan syariat,” terangnya.

 

“Selama tradisi itu tidak bertentangan dengan syariat Islam, Islam ahlus sunnah wal jamaah bisa melebur dengan budaya, maka antara Islam dan budaya sama kuat,” katanya. Islam akan kuat karena ada budaya yang diwarisi dari nenek moyang. “Demikian juga budaya juga langgeng karena bersama dengan umat Islam,” ungkapnya.

Kiai Said juga tidak mengingkari kalau selama ini ada pertentangan terkait Islam Nusantara di akar rumput. “Itu hanya perbedaan persepsi dan pemahaman saja,” sergahnya. Bisa jadi, sebagian masyarakat memiliki persepsi bahwa Islam Nusantara sebagai madzhab baru dalam Islam.

“Memang,” tandas Kiai Said, Islam Nusantara memiliki ciri khas yang dapat membedakan dengan kawasan negara lain. “Tipologi Islam Nusantara berbeda dengan Islam di Arab,” terangnya. Kelebihan Islam di Tanah Air adalah damai. “Kalau ada sesuatu (pertentangan, red) ada dialog, juga ada pendekatan budaya,” terangnya.

Hal ini sangat berbeda dengan Islam di kawasan lain, khususnya di Timur Tengah. “Kalau di sana, bila ada perbedaan diselesaikan dengan bedhil (tembak),” pungkasnya.

Kiai Said berada di Jombang dalam rangka melihat dari dekat kesiapan 4 pesantren besar dalam menerima muktamirin atau peserta muktamar NU ke-33. Beliau juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai 1 Milyar untuk keperluan pesantren. (s@if/muktamarnu33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ucapan Gus Dur yang Jadi Kenyataan di Kemudian Hari

Berikut ini tentang Ucapan Gus Dur yang Jadi Kenyataan di Kemudian Hari. Di akhir tahun ...