Home / Inspirasi Islam / Islam Moderat Bersemi di Arab Saudi, Akan Jadi Aswaja NU pada Waktunya?

Islam Moderat Bersemi di Arab Saudi, Akan Jadi Aswaja NU pada Waktunya?

Islam Moderat Bersemi di Arab Saudi, apakah Islam di Saudi Akan Jadi Aswaja / NU pada Waktunya? Seperti diberitakan, kerajaan Saudi sudah menangkap 1000 lebih para Imam Masjid di negeri Wahabi tersebut. Para Imam Masjid ditangkap karena dinilai radikal. Hal ini meninjukkan Arab saudi serius dalam menegakkan ajaran Islam moderat.

Arab Saudi dikenal sebagai negara Wahabi dengan ajaran Islam Wahabisme. Kini, indikasi akan berseminya ajaran Islam moderat di Arab Saudi tentu disambut gembira Umat Islam di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kenapa gembira, karena ajaran Islam radikal Wahabisme bukan saja membahayakan umat Islam itu sendiri, tapi bahkan sangat membahayakan umat manusia pada umumnya.

Akibat ajaran Islam radikal Wahabisme bisa dilihat di Suriah dan Irak. Selain kehancuran kota-kota di kedua negara itu, di sana telah ratusan ribu orang mati, terluka dan kelaparan. Semangat jihad yg tumbuh dari ajaran yg salah (Wahabisme) telah merubah ibadah jihad yg suci menjadi jihad penuh nafsu.

Islam Moderat Bersemi, PBNU Mulai Berkomunikasi dengan Kedubes Arab Saudi

Kira-kira tujuh tahun lalu Kiyai Said Aqil Siroj memulai bersikap tegas dan kukuh menentang dan melawan keras Wahabi di Indonesia. Selama itu pula PBNU menutup komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi. Hal itu bermula dari peristiwa tokoh utama Wahabi berkata dan bersikap sombong dan congkak terhadap beberapa kiai saat acara resmi. Kiai Said Aqil tentu sangat geram dan marah namun masih bisa menahan diri.

Kini ada indikator situasi di Saudi Arabia membaik. PBNU pun kembali membuka komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi yg saat ini bertekad mengembangkan Islam moderat. Kepada Kiai Said Aqil, Dubes Arab Saudi, Usamah bin Muhammad menyampaikan komitmen Kerajaan Saudi Arabia dlm mengembangkan Islam moderat. “Yang lalu biarlah berlalu. Mari kita bekerjasama mengembangkan Islam moderat.” Kata Usamah.

KH Said Aqil Siroj mengatakan kepada Dubes Arab Saudi, “Saya tidak mempersoalkan Pemerintah Saudi Arabia, yang saya tentang selama ini Wahabi alumni Saudi Arabia yang mensyirik syirikkan, mengkafir kafirkan, membid’ah bid’ahkan muslim Indonesia.”

Semoga masa depan Wahabi / Wahabisme makin suram khususnya di Indonesia. Umat Islam pun bisa beribadah dengan tenang. Semoga segera menjadi Aswaja / NU pada waktunya. Amin …. Amin …. Amin….

Dari: Kiyai Dafid Fuadi & Kiyai Muhammad Sulton Fatoni

3 comments

  1. Untuk menjadi moderat wahabi tidak perlu jadi NU, Wahabi kan sumbernya dari quran dan hadis lalu ditafsirkan secara keras, jika mau moderat bisa ditafsirkan secara lembut, misal ada quran dilarang memilih pemimpin non muslim nah jika ditafsirkan keras langsung tegas berkata harus menolak pemimpin kafir, nah jika mau moderat bisa ditafsirkan boleh memilih pemimpin non muslim jika kondisi tertentu. Klo wahabi berubah jadi NU jadi ikut tawasul maulid dll itu kayaknya itu mustahil,

    • Jadi NU itu hanya sindiran saja, sebab selama ini Wahabi Indonesia selalu menyesat-sesatkan amaliah NU. Intinya Wahabi akan menjadi moderat sebagaimaan tekad pangeran Muhammad bin Salman, kalau moderat berarti bukan Wahabi lagi. Dan untuk menjadi moderat, kerajaan Saudi kini menggandeng NU sebagai mitranya.

      Sebelum ini, 1000 lebih imam masjid Wahabi ditangkapi oleh pemerintah Saudi karena mengembangkan radikalisme.

  2. Yg ditangkapi itu ulama yg mnentang pemerintahan saudi. Klo ulama wahabi keras lalu mendukung raja ya tetap aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Abdullah bin Umar Al Baidlawi, Menulis Kitab Tafsir Qur’an Setelah Bangkit dari Kubur

Abdullah bin Umar Al Baidlawi, Menulis Kitab Tafsir Qur’an Setelah Bangkit dari Kubur. Suatu saat, ...