Islam Jalan Tengah di Indonesia Dikagumi Dunia Internasional

Islam Jalan Tengah di Indonesia Dikagumi Dunia Internasional

Islam Jalan Tengah di Indonesia Dikagumi Dunia Internasional

Guru besar sejarah peradaban Islam, Azyumardi Azra (Foto: Galang Aji P/detikcom)

Prof Dr Azyumardi Azra memenuhi undangan KBRI Berlin untuk mempromosikan Islam Nusantara ke bermacam kalangan di Jerman pada awal Minggu ini.

Sejumlah profesor Program Studi Islam dari bermacam universitas dan para imam di Jerman mengagumi Kemajuan agama Islam di Indonesia. Citra tersebut mereka ungkapkan waktu berdialog. Prof Azyumardi membeberkan karakter Islam Indonesia, yang pada prinsipnya Adalah implementasi dari Islam Wasatiyah atau Islam Jalan Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir konsep ini lebih popular dikenal selaku “Islam Nusantara Berkemajuan”.

“Tak sama dengan beberapa keadaan di negara lain, agama sering jadi faktor pemicu konflik. Tetapi di Indonesia Islam bahkan jadi faktor pemersatu bangsa Indonesia,” kata Prof. Azyumardi yang dikutip situs dw.com pada Sabtu (10/11).

Agama Pemersatu Bangsa

Dia menjelaskan, antusias brothership Islam sanggup menyatukan tidak kurang dari 714 Suku yang tersebar di semua Indonesia. Lebih detail Prof Azyumardi pun menerangkan bahwa lahirnya beberapa organisasi berbasis agama Islam, khususnya Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dengan cabang-cabangnya yang tersebar di bermacam daerah di Indonesia, terbukti sanggup jadi perekat bangsa.

Menurut dia, pengaruh budaya lokal membikin Islam berkembang baik dan bisa diterima oleh masarakat Indonesia secara umum. Bahkan hal tersebut juga menyebabkan penganutnya lebih patuh.

“Kita sanggup lihat indikasinya. Bagian pemeriksaan menyebutkan, persentase laki-laki Muslim yang rutin salat Jumat di Indonesia jauh lebih beberapa dibanding negara-negara Timur Tengah,” jawab Prof Azyumardi. Begitu pun pada waktu bulan Ramadan. Muslim di Indonesia lebih serius menjalankan ibadah Ramadan daripada Muslim di Timur Tengah.

Kekaguman Dunia Internasional

Perjumpaan selama kira-kira 3 jam di Aula KBRI Berlin tersebut dihadiri Prof Dr Christine Schirmacher (Bonn University), Prof Dr Fritz Schulze (George – August University), Prof Dr Patric Franke (Bamberg University), Dr Roman Seidel (Humbolt University), dan Dr Harald Versen (Philipps University).

Sementara itu, pada Peluang tak sama, kekaguman akan Islam Nusantara Berkemajuan juga diungkapkan oleh imam dan publik figur agama Islam di Berlin, Jerman.

Selama lawatan 4 hari di Jerman, Prof Azyumardi juga memperkenalkan konsep Islam Nusantara Berkemajuan Indonesia ke 26 imam dan pemimpin kelompok-kelompok agama Islam di Berlin. Para imam dan ulama tersebut berasal dari Suku dan aliran Islam yang tak sama. Ada dari Turki, India, Pakistan, Ukraina, Brunei, Malaysia, Maroko, dan Mesir.

(satuharapan.com/suaraislam)


Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.