Home / Inspirasional / Islam, Dialog Indonesia-Australia Menurut Azra

Islam, Dialog Indonesia-Australia Menurut Azra

Azyumardi Azra (sumber; Republika.co.id).

Meski bertetangga dekat, hubungan Australia dengan Indonesia tidak selalu mulus. Demikian yang ditulis oleh Azyumardi Azra dalam “Indonesia, Australia; Islam-Kristianitas” bagian pertama (1), yang dipublish Surat Kabar Republika, dalam kolom Resonansi, pada 10 September 2015. Menurutnya, Secara umum hubungan kedua negara berlangsung baik, meskipun tidak jarang juga terjadi ketegangan antara Indonesia-Ausutralia, khususnya di masa pemerintahan PM Tony Abbott ini. Misalnya, kedua negara sempat menarik Dutabesar masing-masing paska eksekusi hukuman mati pada 29 April 2015 di Nusakambangan terhadap dua warga Australia penyelundup narkoba, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Selain itu, Indonesia yang begitu besar wilayah dan penduduknya dalam benak Australia dipandang sebagai ancaman keamanan Australia yang senantiasa perlu diwaspadai.

Indonesia yang berpenduduk sekitar 245 juta, dengan mayoritas absolut penduduknya adalah Muslim serta terbilang terbesar di dunia. Sementara Australia yang hanya berpenduduk sekitar 22,5 juta dengan mayoritas (61 persen) adalah Kristianitas. Sehingga jumlah Muslim di Australian yang hanya 2,2 persen, belakangan kerap menerima penilaian tidak sehat dari kalangan nonmuslim. Hal itu juga menjadi alasan bagi orang Australia untuk semakin memandang orang Indonesia sebagai ancaman. Fakta ini diperparah oleh adanya berbagai aksi radikalisme kelompok tertentu berkedok agama. Terlebih lagi, Autralia adalah salah satu pihak yang turut terdampak langsung oleh aksi kekerasan radikalis dalam peristiwa Bom Bali, Kuningan dan lain sebagainya.

Mengingat hal itu, mendesak untuk kembali digalakkan dialog Islam-Kristen atau Dunia Muslim dan Dunia Barat. Sebab, nampaknya kegiatan tersebut meskipun telah beberapa kali diadakan di era SBY, namun pada masa pemerintahan Presiden Jokowi ini, belum terlihat tanda peningkatan kembali kegiatan yang dianggap sangat penting bagi kerukunan umat beragama tersebut. Sebab, bagaimanapun, baik Kristen, Islam maupun Yahudi adalah masih terbilang sebagai ‘saudara’ sesama Millah Ibrahim. Karena itu, selain umumnya hidup bersama secara damai, juga kadang kala bertengkar atau bahkan berkelahi karena berebut mainan.

(Tulisan selengkapnya, dapat dibaca di sini).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Para Penentang Pancasila Agar Tinggalkan Indonesia

KH Said Aqil Siradj minta para Penentang Pancasila agar tinggalkan Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar ...