ISIS Gunakan Kontrasepsi Supaya Budak Seks Ndak Hamil

Untuk melarang kehamilan budak seks, ISIS mempergunakan kontrasepsi, para wanita korban perbudakan seks ISIS wajib menelan satu pil saban hari atau wajib disuntik kontrasepsi ….

 

Islam-Institute, NEW YORK  – Kubu teroris ISIS mempergunakan berbagai bentuk kontrol kelahiran pada tawanan wanita untuk menjaga pasokan budak seks, seperti ini sebuah laporan menjelaskan.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh New York Times pada Sabtu (12/03), anggota kubu teroris ISIS  mempergunakan “oral dan suntik kontrasepsi, dan kadang-kadang keduanya” untuk memastikan budak seks mereka tak hamil sehingga mereka dapat diperkosa oleh teroris lainnya.

“Setidaknya dalam satu kasus, seorang perempuan dipaksa untuk melaksanakan aborsi supaya ia tetap dapat dijadikan budak seks, sementara yang lain ditekan untuk melaksanakan hal yang sama”, kata laporan itu.

“Tiap-tiap hari, saya wajib menelan satu pil di depannya. Dia memberi saya satu kotak per bulan. Saat saya berlari keluar, ia menggantinya. Saat saya dijual dari satu orang ke yang lain, kotak pil kembali saya terima”, kata korban.

Tawanan lain menjelaskan dirinya disuntik dengan kontrasepsi sesudah dibeli untuk ketiga kalinya oleh seorang anggota milisi. “Untuk memastikan tak hamil,” korban itu menerangkan.

Laporan itu juga mengutip seorang ginekolog yang melaksanakan pemeriksaan lebih dari 700 perempuan Izadi yang mencari sokongan di klinik PBB di Irak sesudah menyelamatkan diri dari penculik teroris ISIS.

Dr. Nezar Ismet Taib menulis bahwa cuma 5 % perempuan yang hamil selama mereka jadi budak seks. “Kami mengharapkan sesuatu yang jauh lebih tinggi,” katanya.

Pada akhir tahun 2015, kisaran 5.000 perempuan Izadis ditawan oleh ISIS. Beberapa dari mereka dipaksa jadi budak seks. PBB dan berbagai kubu hak asasi manusia menjelaskan teroris ISIS sudah melaksanakan penculikan dengan sistematis dan sudah melaksanakan pemerkosaan kpd ribuan wanita, termasuk anak wanita berumur 12 tahun.

Sejumlah besar tawanan sudah sukses menyelamatkan diri dan menceritakan cerita mereka, walaupun ribuan orang lainnya masih berada dalam tawanan anggota milisi ISIS.  (AL/ARN/New York Times)

 

Jasa Website Alhadiy

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :