ISIS Adakan Jam Malam di Raqqa, Terdesak di Homs ISIS Kabur

Website Islam Institute
Loading...

ISIS Kabur dari Posisi-posisi Strategis di Homs

Islam-Institute, PALMYRAPrajurit satuan angkatan bersenjata Suriah bareng pejuang rakyat Suriah menyerbu tempat-tempat penjagaan ISIS dekat kota kuno Palmyra (Tadmur) dan memaksa para anggota milisi mundur dari setidaknya 3 bukit utama yang dipandang setrategis di wilayah ini.

Operasi anti-terorisme pasukan pemerintah Suriah di dekat Palmyra itu berakhir dengan direbutnya kembali tempat-tempat penjagaan ketinggian al-Hari, 619 dan 711 di gunung al-Mazar.

Setidaknya 18 anggota ISIS meninggal dunia dan beberapa lainnya cedera dalam serbuan tersebut.

Laporan sebelumnya menjelaskan bahwa jet perang Suriah dan Rusia, juga sudah melaksanakan putaran baru sorti perang, menargetkan posisi ISIS di bagian Timur dan Barat dari provinsi Homs, sementara pesawat angkatan bersenjata menghantam pihak Front al-Nusra di wilayah Utara dari propinsi tersebut.

Angkatan Udara Suriah dan Rusia membom pihak ISIS di wilayah kaya minyak al-Sha’er dan Um al-Tababir, yang berakhir pada meninggal dunia dan terbunuhnya para anggota milisi.

ISIS Berlakukan Jam Malam di Raqqa, Jadikan Kota Raqqa Mencekam

Kubu teroris ISIS akhirnya berlakukan jam malam di lingkungan ibukota Raqqa yang sudah diplokamirkan selaku pusat khilafah ISIS, sumber Kurdi menjelaskan pada hari Minggu.

“Teroris ISIS memberlakukan jam malam di beberapa daerah yang tak sama di Raqqa,” kata sumber, dan menambahkan, “teroris ISIS berkumpul di masjid-masjid di seluruh Raqqa dan menjelaskan kpd mereka untuk meninggalkan pusat kota, tapi memerintahkan warga untuk tak meninggalkan provinsi Aleppo.”

loading...

Sementara itu, sumber-sumber Kurdi mengatakan dengan tegas bahwa Tentara Demokratik Suriah sudah membebaskan desa al-Heisheh, provinsi Raqqa dari ISIS sesudah bentrokan panjang.

Bagian pemimpin suku senior Timur Suriah, mengungkapkan pada Sabtu bahwa pasukan keamanan ISIS dan para pemimpin senior menyita dokumen identitas penduduk sipil di Raqqa untuk dipakai meninggalkan Suriah.

“Tentara ISIS dengan berbagai macam dalih, meminta kpd penduduk sipil di Raqqa untuk memberikan dokumen identitas mereka kpd para pejabat ISSI dan memberitahu mereka bahwa Hasaba (sistem monitoring ISIS) akan memanggil mereka lalu untuk memberi kartu identitas mereka kembali,” Sheikh Mohammad al-Daham menjelaskan, dan menambahkan, “tetapi ini ialah kebohongan besar dan Hasaba tak memberikan dokumen itu kembali, tapi malah diberikan kpd pejabat senior dari kubu teroris untuk dipakai sementara meninggalkan Suriah untuk menemukan tempat yang lebih aman di negara lain.”

“Sejumlah besar pejabat ISIS dan komandan sudah menjual mobil mahal mereka dan membikin paspor palsu untuk menyelamatkan diri dari Raqqa dan berlindung di Turki atau Irak,” kata al-Daham.

loading...

“Tentara ISIS menyadari bahwa tapal batas negara al-TANF, Yordania dan Irak akan ditutup dalam beberapa minggu yang akan datang selaku hasil dari kemajuan pasukan pro-pemerintah kepada teroris dan cuma sekelompok kecil dari ISIS akan tetap di gurun Tengah Suriah”, katanya.

Pada hari Sabtu, laporan menjelaskan bahwa Tentara Demokratik Suriah (SDF) sedang mempersiapkan operasi besar-besaran untuk mengakhiri pendudukan Raqqa dari teroris ISIS.

“Tentara Demokratik Suriah yang terdiri dari pejuang Kurdi siap menggempur posisi para teroris ISIS di ibukota kekhalifahan ISIS yang sudah memproklamirkan diri”, kata sumber. (al/sn)

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :