Iran, Rusia, Turki Kembali Tegaskan Tekad bulat atas Kedaulatan Integritas Suriah

Iran, Rusia, Turki Kembali Tegaskan Komitmen atas Kedaulatan Integritas Suriah

Iran, Rusia, Turki Kembali Tegaskan Tekad bulat atas Kedaulatan Integritas Suriah


Perjumpaan di Astana

ASTANA – Negara-negara penjamin dari proses perdamaian Astana sudah mengakhiri putaran pembahasan ke 11 mereka di ibukota Kazakhstan, mengatakan dengan tegas kembali tekad bulat kuat mereka kepada kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

Kantor berita legal Suriah, SANA, mengabarkan bahwa Iran, Rusia dan Suriah pada hari Kamis (29/11) juga Tidak mau “seluruh usaha putus asa” oleh kubu anggota milisi sokongan asing untuk merusak kedaulatan negara Suriah.

Baca: Menlu Kazakhstan: Perjumpaan Astana Selanjutnya Digelar 28-29 November

Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar al-Ja’afari meminta seluruh Tentara asing yang beroperasi tanpa izin dari Damaskus untuk meninggalkan negara Arab tersebut.

Ia juga menuding AS, Inggris, Perancis dan Turki untuk menyampaikan Tentara secara tidak resmi ke Suriah dan menduduki beberapa bagian dari negara itu.

Dalam sebuah deklarasi, para peserta dalam pembahasan Astana juga mengkritik keras keras kubu anggota milisi sebab menembakkan peluru yang diisi dengan gas klorin di kota utara Suriah Aleppo minggu ini.

Baca: Lavrov di Lisbon: AS Gunakan ISIS untuk Perangi Bashar Assad

Serbuan kimia diluncurkan dari tempat di zona deeskalasi Idlib yang dikendalikan oleh Jabhat Fateh al-Sham, yang sebelumnya dikenal selaku Front Nusra.

Di masa lalu, Amerika Serikat dan sekutunya sudah mempergunakan serbuan kimia selaku dalih untuk melaksanakan serbuan rudal kepada Suriah.

Baca: Assad: Pada Akhirnya Idlib akan Kembali Dikendalikan Pemerintah

Pembahasan putaran ke-11 diawali hari Rabu, dengan partisipasi perwakilan dari pemerintah Damaskus dan oposisi serta 3 negara penjamin dari proses perdamaian Astana.

Dialog khususnya difokuskan pada situasi di zona de-eskalasi yang dibentuk di Provinsi Idlib dan pembentukan komite konstitusi di negara yang dilanda perang tersebut. (ARN)


Arrahmah News
Shared by Ahmad Zaini

You might like

About the Author: Ahmad Zaini

KOLOM KOMENTAR ANDA :

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.