Iran Diadukan Sudah Merestart Program Rudal Jarak Jauhnya

Iran Diadukan Sudah Merestart Program Rudal Jarak Jauhnya


loading…

NEW YORK – Iran diadukan sudah me-restart program rudal jarak jauhnya dengan mendirikan fasilitas pemeriksaan senjata itu sebuah situs padang pasir yang dirahasiakan.Laporan berasal diterbitkan The New York Times mengutip para ahli yang berbasis di California. Para ahli tersebut sudah mempelajari banyak laporan dari media yang berbasis di Iran, khususnya liputan soal ilmuwan angkatan bersenjata ternama Teheran, Jenderal Hassan Tehrani Moghaddam.

Moghaddam terbunuh dalam ledakan di fasilitas rudal jarak jauh Iran pada tahun 2011. Oleh tidak sedikit ahli, sosok jenderal tersebut dinilai selaku penghalang utama bagi pemeriksaan rudal jarak jauh Teheran.

Tapi, berdasarkan analisis dari para peneliti California, Moghaddam sesungguhnya sudah mendirikan fasilitas rahasia kedua di sebuah padang pasir enggak lama sebelum kematiannya. Fasilitas itu diduga sudah beroperasi full.

Menurut temuan mereka, situs itu berkemungkinan besar dipakai guna pemeriksaan mesin dan bahan bakar roket canggih. Situs itu pun sanggup membikin Iran bisa fokus guna mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM).

“Penyelidikan menyoroti banyak perkembangan yang berkemungkinan besar mengganggu,” kata Michael Elleman, seorang ahli rudal di International Institute for Strategic Studies yang mengkaji temuan tersebut, dalam wawancaranya dengan The New York Times.

Menurut dia, bukti memperlihatkan bahwa Iran bisa siap mengembangkan ICBM dalam kira-kira satu dekade.

Dengan menganalisis liputan media negara Iran kepada Moghaddam, para ahli di lembaga pemeriksaan di Monterey, California tersebut menemukan bukti-bukti yang memperlihatkan bahwa Teheran memang sedang sedang meneruskan penelitiannya.

Loading...
loading...

Misalnya, foto Moghaddam yang di-posting oleh seorang jurnalis Iran pada tahun 2017 memperlihatkan ilmuwan angkatan bersenjata duduk di dekat kotak bertuliskan “Shahrud.”

Shahrud ialah tempat uji coba rudal pada 2013. seusai menyaksikan gambar satelit dari situs tersebut, para peneliti menemukan hitungan total bangunan di daerah itu secara bertahap meningkat dari waktu menuju waktu dan bahwa ada sejumlah besar lalu lintas insan di daerah tersebut.

Mereka pun memperhatikan, di antara tanda-tanda aneh lainnya, bahwa ada bekas cacat di permukaan tanah. Tanda itu memperlihatkan bahwa mesin rudal sudah diuji coba di tempat.

menurut analisis mereka, tanda di tanah itu relatif baru dan bisa jadi akan dari uji coba tahunb 2016 dan 2017.

Kalau kesimpulan peneliti benar, itu tak artinya Iran menabrak ketentuan perjanjian nuklir Iran. Namun, hal itu sanggup mempersulit usaha administrasi Donald Trump guna membikin kesepakatan baru dengan Teheran. Semirip diketahui, Trump sudah menarik diri AS dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

Iran Diadukan Sudah Merestart Program Rudal Jarak Jauhnya

Loading...

[Surce]

loading...

You might like

About the Author: Muhammad Najib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *