Irak Akan Hukum ISIS sebab ISIS Sebar Serbuan Kimia di Irak Utara

Loading...

PM Irak Haider al-Abadi menjelaskan bahwa Irak akan membalas serbuan senjata kimia ISIS dengan balasan yang menghancur-leburkan eksistensi kubu teroris itu….

 

Islam-Institute, BAGHDAD – Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak pada Sabtu (11/03) menjelaskan kubu teroris ISIS akan menerima hukuman seberat-beratnya sebab serbuan sejata kimia baru-baru ini di Irak utara.

Serbuan gas mustard diduga menargetkan kota Taza, Provinsi Kirkuk, pada tanggal 9 Maret dari desa terdekat Bashir, yang berada di bawah kendali Daesh.

Serbuan itu menyebabkan puluhan orang luka-luka dan dirawat di RS, termasuk Fatima Samir 3 tahun, yang meninggal sebab komplikasi pernapasan dan gagal ginjal di RS pada hari Jumat kemarin.

Perdana Menteri Irak Haider Abadi menjelaskan dalam sebuah pernyataan pers pada hari Sabtu bahwa serbuan kepada Taza “tak akan luput dari hukuman”, TV Al Sumaria mengabarkan.

Ratusan pelayat mengantarkan pemakaman Fatimah pada hari Jumat, sementara beberapa dari mereka membawa spanduk-spanduk menuntut penjagaan.

Menurut Burhan Abdallah, kepala direktorat kesehatan Kirkuk, empat orang berada dalam keadaan kritis sesudah serbuan gas dan sudah dibawa ke ibukota, Baghdad.

loading...

Sampel sudah dikumpulkan dari tempat serbuan dan sedang diperiksa oleh para ahli untuk menentukan bahan kimia yang dipakai dalam serbuan mematikan itu. Pejabat lokal percaya itu ialah agen mustard.

Angkatan udara Irak membombardir persembunyian ISIS di daerah Bashir. Abadi berjanji operasi darat untuk merebut kembali kota itu dari ISIS.

Para anggota milisi Takfiri sejauh ini melancarkan serbuan kimia yang mirip dengan serbuan di Suriah dan Irak, di mana mereka sudah mendatangkan malapetaka selama beberapa bulan terakhir. Walaupun serbuan belum menyebabkan beberapa korban, dipercayai bahwa mereka mempunyai efek psikologis yang merugikan.

sebelum ini pada bulan Maret, para pejabat intelijen Irak menjelaskan kepala kubu teroris ISIS yang ditangkap bertanggung jawab atas pengembangan senjata kimia.

Akan tetapi, para ahli menjelaskan kubu teroris tak dapat melaksanakan serbuan senjata kimia secara besar sebab kebutuhan peralatan yang tepat, bahan dan rantai pasokan untuk mengembangkan bahan kimia.

ISIS yang memegang kendali sebagian Irak, diadukan sudah berusaha untuk memproduksi senjata kimia dan diperkirakan sudah membentuk unit spesial untuk pemeriksaan senjata kimia. Ilmuwan Irak dari program senjata kimia era Saddam serta ahli asing diadukan sudah dipekerjakan oleh ISIS. (AL/ARN)

 

Loading...

You might like

About the Author: admin

KOLOM KOMENTAR ANDA :